
Tak terasa waktu malam tiba,Meca bersiap-siap pulang dari tempat kerjanya yaitu toserba.
Ia mulai membersihkan lantai yang kotor,membuang sampah yang telah penuh ditempat sampah dan tak lupa mengunci toserba.
Setelah selesai mengerjakan kerjaanya,Meca keluar dari toserba.
Meca pun berjalan pulang kerumahnya.
******
Tak terasa Meca pun telah sampai di rumahnya.
Ia pun membuka pintu rumahnya yang tak terkunci.
Setelah terbuka,Ia pun masuk ke dalam rumahnya.
"Meca!!" Panggil Ibu Meca setelah Meca masuk ke dalam rumah.
Meca pun menoleh ke Ibunya.
"Ada apa?" Tanya Meca lalu berjalan menghampiri Ibunya yang sedang duduk di depan televisi.
Meca pun ikut duduk di samping Ibunya.
"Eh tau nggak,tadi Rengga sama Bimo baik banget sama Ibu. Mereka berdua bantuin Ibu dengan sepenuh hati banget seperti Ibunya sendiri aja." Kata Ibu Meca.
"Oh...kalau gitu bagus dong." Timpal Meca.
"Tapi kalau ibu pikir nih,kayaknya mereka lagi meraih hati Ibu buat ngrestuin kamu sama salah satu dari mereka. Tapi,Ibu nggak tau mau milih Rengga atau Bimo. Sekarang Ibu tanya sama kamu,kamu milih..." Kata Ibu Meca terpotong karena disela oleh Meca.
"Cukup Bu,aku nggak mau bicarain mereka berdua. Mending aku tidur." Kata Meca lalu berdiri dan akan melangkahkan kakinya tetapi tangannya ditarik oleh Ibunya supaya tidak pergi terlebih dahulu.
Terpaksa Ia pun duduk kembali bersama Ibunya.
"Aduh...ibu. Aku udah capek,tiap aku pulang kerja selalu bilang laki-laki." Rengek Meca pada Ibunya.
"Kamu tuh dimana sih? Ada dua cowok ganteng yang sedang kejar kamu,malah kamu cuekin. Nanti kalau mereka berdua udah nggak mau ngejar-ngejar kamu gimana?" Omel Ibu Meca.
"Ya nggak apa-apa. Aku kan bisa cari cowok lain." Jawab Meca dengan santainya.
Perkataan Meca,langsung membuat Ibunya kesal dan memukul lengan Meca saking geramnya pada Meca.
"Aduh....Bu sakit. Ah nggak tau ah...aku mau masuk kamar aja." Kata Meca lalu pergi dari hadapan Ibunya dengan kesalnya.
"Eh,Meca...Mec..." Teriak Ibu Meca.
Meca tidak menggubris Ibunya yang sedang memanggilnya. Ia tetap kekeh untuk pergi ke kamarnya.
Melihat perlakuan anaknya yang keras kepala,Ibu Meca hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Meca pun masuk ke kamarnya masih dengan perasaan yang kesal.
Ting...
Suara dari handphonenya menandakan ada sebuah pesan masuk.
Ia pun langsung membuka handphonenya. Dan benar saja sebuah pesan masuk terpampang di layar handphonenya.
Meca pun cukup terkejut saat melihat siapa yang mengirim pesan kepadanya.
"Kenapa lagi sih Kak Bimo? Gumam Meca sambil membuka isi pesan yang dikirim oleh Bimo padanya.
Kak Bimo
Sekali lagi,Maaf Mec soal tadi 😔
Meca membaca pesan Bimo dengan seksama.
"Gue maafin nggak ya?Tapi,kalau dimaafin bakal ngulangin hal kayak tadi lagi. Tapi,kalau nggak dimaafin....." Gumam Meca sambil berpikir untuk membalas pesan Bimo.
Saat Meca memajukan jarinya untuk mengetik pesan yang akan dikirim kepada Bimo,tiba-tiba Ia mengurungkan niatnya untuk membalas pesan dari Bimo.
"Ketimbang,gue bingung gini. Mending nggak usah dibales aja lah." Gumam Meca lalu mematikan handphonenya.
Lalu Meca pun pergi bersiap-siap untuk mandi dan setelah itu tidur.
*******
Sementara itu,Bimo sedang menunggu balasan pesan dari Meca. Ia memperhatikan layar handphonenya terus-menerus untuk memastikan pesan yang dikirim Meca kepadanya.
Tak terasa waktu berputar cukup lama,Bimo masih menunggu pesan yang dikirim Meca.
Merasa cukup bosan,Ia mencoba berjalan mondar-mandir kekanan dan kekiri dengan kedua matanya yang masih memperhatikan handphonenya yang Ia taruh di atas kasur.
Ting.....
Mendengar suara dari handphonenya,Ia langsung bersemangat dan mengambil handphonenya dengan sangat cepat.
Tiba-tiba raut mukanya langsung masam setelah melihat yang mengiriminya pesan bukan Meca. Ternyata yang mengirimnya pesan adalah sahabat karibnya yaitu Dio.
Dio
😚😚
Bimo merasa aneh dengan pesan yang dikirim oleh sahabatnya ini.
"hiih...ngapain nih anak.Dasar orang aneh." Gumam Bimo sambil melempar handphonenya ke kasur.
Bimo pun memutuskan untuk tidak menanggapi sahabatnya yang aneh itu dan lebih memilih untuk tidur.