
Tak terasa waktu berlalu cepat,siang telah berganti malam. Malam pun sudah berganti siang.
Suasana siang hari yang tidak terlalu terik,mudah bagi Meca untuk menuju kampusnya tanpa harus kepanasan.
Kebetulan hari ini Meca mendapat shift siang untuk berangkat ke kampus dikarenakan dosennya berhalangan hadir saat mengajar pada jam pagi.
Waktu menunjukkan pukul 12.30 WIB,Meca telah sampai di depan kampusnya.
Setelah sampai kampusnya,Meca langsung berjalan menuju ruang kelasnya.
Belum sampai ruang kelasnya,Meca pun menghentikan langkah kakinya saat sampai di ruang bagian mading diletakkan.
Ia menghentikan langkahnya karena penasaran dengan apa yang ada di mading ,sampai banyak orang di kampus yang berdesak-desakkan hanya untuk melihat isi dari mading yang ditempelkan di dinding tersebut.
Sambil memperhatikan dari jauh Meca pun sejenak berpikir kira-kira apa isi dari mading tersebut.
Tiba-tiba Meca teringat rumor yang beredar tentang dirinya dan Bimo saat itu.
Sama dengan waktu itu,Meca tidak tahu apa-apa lalu secara tiba-tiba fotonya dan Bimo sudah menempel di mading dan hal itu langsung dibicarakan hampir semua orang di kampus.
Karena takut hal itu terjadi lagi dan orang-orang di kampus salah paham atas dirinya lagi,Meca pun bergegas pergi untuk melihat apa yang ditempel di mading tersebut.
Meca pun harus berdesak-desakkan dengan orang-orang untuk bisa melihat isi dari mading yang membuat Meca penasaran.
Sambil berusaha mendesak orang-orang,tak lupa Meca mengucapkan 'permisi' untuk lebih sopan.
Setelah berhasil menerobos,akhirnya Meca bisa melihat isi mading itu.
Meca melihat semua isi dari mading itu tanpa ada yang terlewat dari penglihatannya sedikit pun.
Meca bernafas lega setelah melihat semua isi mading itu tidak ada foto dirinya dan Bimo atau hal lain yang berhubungan dengannya.
Tetapi,Meca masih penasaran dengan apa yang dilihat orang-orang ini sampai terlalu heboh. Padahal yang Ia lihat di mading itu tidak ada tulisan atau gambar yang membuat Meca tertarik untuk melihatnya.
Tak habis akal,Meca pun bertanya pada seorang perempuan disampingnya yang juga tengah melihat mading tersebut sambil tertawa riang.
"Ada apa sih,kok pada heboh?" Tanya Meca.
"Jadi,Elo nggak lihat dari tadi. Nih,lihat pengumuman tentang camping di kawasan pegunungan,terus yang lebih menarik lagi adalah kita kesana gratis. Ha....jadi nggak sabar mau ikut." Jawab seorang perempuan yang ditanyai Meca tadi sambil tertawa ria karena senang.
Setelah mendengar jawaban dari perempuan itu,Meca pun langsung melihat kertas pengumuman itu. Disitu,tertulis jika camping diadakan besok pagi jam 08.00.
Itu artinya Meca setelah pulang dari kampusnya nanti,Ia harus segera ijin kepada Bapak toserba untuk cuti kerja lalu menyiapkan segala keperluan untuk bercamping di pegunungan besok.
Saat mendengar kata 'pegunungan' tentu saja Meca sangat bahagia. Lagi pula,pegunungan juga tempat favoritnya selama ini. Apalagi Ia tak hanya berkunjung disana,tetapi juga camping.Baginya hal itu adalah sangat menggembirakan.
Dengan cara bercamping ini,Meca tak hanya untuk bersenang-senang saja,Ia harap juga bisa menenangkan pikirannya yang belakangan ini sedang kacau sampai Ia sering berhalusinasi.
******
Ia keluar dari kampus dan bergegas pergi ke toserba untuk ijin pada Bapak toserba agar dibolehkan cuti kerja besok. Ia juga berencana membeli makanan ringan di toserba untuk dibawa besok saat camping.
Setelah hampir 1 jam,Meca pun telah sampai di toserba tempat Ia kerja.
Tak butuh waktu lama,Ia pun segera menemui Bapak pemilik toserba. Kebetulan Bapak pemilik toserba itu sedang duduk di kursi kasir sambil menunggu pelanggan datang.
"Permisi pak." Ucap Meca begitu sampai di hadapan Bapak pemilik toserba.
Mendengar namanya dipanggil,Bapak Pemilik toserba itu langsung beranjak dari duduknya lalu berdiri menghadap Meca.
"Oh..kamu toh. Ada apa kesini lagi?" Tanya Bapak pemilik toserba.
"Maaf Pak,saya apa boleh ijin tidak masuk kerja besok?" Tanya Meca dengan sedikit ragu.
"Kenapa emangnya kamu nggak masuk besok?" Tanya Bapak pemilik toserba.
"Kampus saya mengadakan camping Pak..saya mau ikut." Jawab Meca.
"Berapa hari?" Tanya Bapak pemilik toserba.
"Satu hari mungkin Pak.." Jawab Meca.
Bapak Pemilik toserba itu masih berpikir untuk mengijinkan Meca atau tidak.
Sedangkan Meca hanya bisa berdoa dalam hati supaya Bapak pemilik toserba mengijinkannya cuti.
"Ehh...boleh sih..tapi hanya satu hari aja ya." Ucap Bapak Pemilik toserba setelah lama berpikir.
Meca sontak sangat riang dengan diijinkannya Ia untuk cuti kerja besok.
"Iya Pak..satu hari aja kok Pak. Terima Kasih ya..pak." Sahut Meca dengan senyum yang merekah di wajahnya.
Setelah itu,Meca pun berbalik badan dan menuju tempat keranjang yang berisi makanan ringan yang berjejer.
"Kamu mau kemana?" Tanya Bapak pemilik toserba.
Meca pun berbalik badan dan menghadap Bapak Pemilik toserba itu lagi.
"Saya mau borong makanan ringan untuk camping besok." Jawab Meca.
"Oh..gitu. Ya udah nanti saya beri diskon untuk kamu." Sahut Bapak pemilik toserba.
Mendengar kata 'diskon' membuat hati Meca tambah girangnya. Memang Meca beruntung mempunyai bos yang baik hati seperti Bapak pemilik toserba itu.
Sepertinya Ia tak salah bekerja di toserba ini.