
Meca merasa seperti orang kaya sekarang. Ia naik mobil mewah menuju kampusnya.
"Nak nama kamu siapa?" Tanya ibu yang dijambret ke Meca.
"Nama saya Mecalina Putri bu, biasanya dipanggil Meca." Jawab Meca pada ibu itu.
"Kenalin nama ibu,Vinalia biasanya dipanggil Vina." Kata ibu Vina pada Meca
"Kampus kamu alamatnya dimana Meca?" Tanya ibu Vina.
"Kampus saya dekat cafetaria terus lurus sedikit belok kanan bu." Jawab Meca.
"Lo itu juga kampus anak saya." Kata Ibu Vina pada Meca.
"Owh iya bu,anak ibu jurusannya apa?" Tanya Meca pada ibu Vina.
"Anak ibu jurusannya bidang perkantoran, kalau kamu jurusan apa?" Tanya Ibu Vina balik.
"Kalau saya jurusannya di bidang psikolog bu." Jawab Meca pada ibu itu.
Tak terasa Meca dan Ibu Vina sudah sampai di kampus.
"Terima kasih ya bu udah nganterin saya." Kata Meca pada ibu Vina.
"Ya sama-sama, yaudah ibu duluan ya." Kata Ibu vina dengan ramah.
"Iya bu hati-hati." Kata Meca dengan ramah.
Meca terus mengalami kejadian yang sial saat akan menuju kampusnya.
Kemarin ia basah karena kena kobangan air dan sekarang ia hampir mati oleh seorang maling. Ia tak tau apa yang terjadi besok saat ia akan ke kampus lagi. Ia berharap tak akan mengalami kejadian yang sial lagi.
Meca memasuki ruang kelasnya.
"Pak ada apa aja ekstrakurikulernya dan gimana kita daftranya?" Tanya salah satu murid pada Pak dosen.
"Ini saya kasih formulir dan disitu ada pilihan ekstrakurikulernya. Untuk pendaftarannya kalian langsung aja datang ke senior-senior yang mengampu kegiatan ekstrakurikuler kalian." Kata pak dosen pada muridnya.
Lalu semuanya mengisi formulir termasuk Meca.
Meca melihat semua pilihan ekstrakurikuler. Ada ekstrakurikuler untuk perempuan seperti, menyanyi,menari,memasak dll. Tetapi Meca tidak memilih semua ekstrakurikuler itu. Ia memilih ekstrakurikuler taekwondo untuk menjaga dirinya dari kejahatan.
Ia langsung berjalan keluar kelas untuk mencari kakak senior yang mengampu taekwondo. Ia menoleh kanan dan kiri untuk menemukan ruang ekstrakurikuler taekwondo. Akhirnya ia menemukannya dan ingin langsung masuk,tetapi ia berhenti didepan pintu karena mendengar orang bicara.
"Pasti nggak ada cewek yang mau masuk ekstrakurikuler kita,paling-paling masuk sini mau lihat lo Bim." Kata seorang cowok pada temannya.
"Kalau menurut gue ada satu cewek yang akan masuk ekstra kita." Yakin seorang cowok yang dipanggil Bim tadi.
"Gimana kalau kita taruhan kalau lo menang gue akan kasih duit lo 1 juta dan kalau lo kalah lo harus kasih duit ke gue 1 juta, gimana?" Tanya seorang cowok itu.
"Ok gue nggak takut."Kata cowok yang disebut Bim tadi.
Meca mendengar semua percakapan yang dilakukan oleh kedua laki-laki tadi.
Ia pun tersenyum miring karena kelucuan kedua laki-laki tadi. Ia pun masuk ruangan ekstranya.
"Permisi" kata Meca pada kedua cowok tadi.
Lalu dua laki-laki tadi menoleh kehadapan Meca.
Meca kaget yang dilihatnya adalah laki-laki yang ia temui siang ini.
"Elo." Kata Meca sambil menunjuk jari telunjuk ke laki-laki itu.
Laki-laki yang satunya ikut bingung dengan Meca dan temannya ini. Ia pikir temannya seperti mengenal cewek itu.