ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Kejar-kejaran



Meca berjalan tergesa-gesa dengan wajah yang kesal akibat perlakuan Dio kepadanya.


"Meca!" Teriak dua orang laki-laki secara bersamaan.


"Siapa lagi sih yang manggil." Ucap Meca dengan kesalnya.


Meca pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara dengan terpaksa.


Terlihat dua orang laki-laki berjalan menghampiri Meca dengan gaya berjalan yang cukup keren seperti sedang fashion show. Apalagi saat mereka berjalan angin meniup pakaian dan rambut mereka. Keadaan seperti ini membuat para gadis yang berada disekitarnya terkagum-kagum melihat dua orang laki-laki yang berpenampilan cukup keren tersebut.


Kedua orang laki-laki tersebut bukan lain adalah Rengga dan Bimo yang dari tadi ingin menemui Meca.


Flashback On


Rengga dan Bimo telah melaksanakan tugasnya untuk membantu Ibu Meca.


Kini mereka telah berada di depan rumah Meca.


"Terima kasih ya udah nolong Ibu. Mau masuk dulu nggak?" Tawar Ibu Meca.


"Nggak usah tante,saya mau langsung berangkat ke kampus aja." Jawab Bimo.


"Iya tante,saya juga." Sela Rengga.


"Oh....gitu. Ya udah berangkat ke kampusnya,hati-hati ya...Sekali lagi tante terima kasih sama kalian berdua." Kata Ibu Meca.


"Iya tante sama-sama." Jawab Bimo dan Rengga secara kompak.


Bimo dan Rengga pun saling melirik satu sama lain,lalu keduanya buru-buru masuk mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat. Mereka hanya mempunyai keinginan satu yaitu dapat menemui Meca. Seperti pepatah" Siapa cepat dia dapat".


Ibu Meca pun sampai terkejut dengan laju mobil mereka karena begitu cepat.


"Ya ampun,kenapa sih ngebut-ngebut? Mau balapan kali ya..ck.ck...ck..." Kata Ibu Meca sambil berdecak.


*******


Mobil Bimo dan Rengga masih saling salip satu sama lain. Kadang-kadang mobil Rengga dahulu ataupun mobil Bimo dahulu.


Setelah beberapa menit,akhirnya mereka berdua sampai di kampus.


Sampai di kampus pun mereka masih kejar-kejaran agar jadi orang yang terlebih dahulu menemui Meca.


Mata mereka langsung tertuju ke arah satu cewek yang kebetulan sedang lewat di depannya.


Flashback Off


"Lama banget sih! Ah tau ah....gue duluan aja." Gumam Meca lalu berjalan pergi meninggalkan Rengga dan Bimo yang sejak tadi memanggilnya.


"Hei! Mec,Tunggu!" Teriak Bimo lalu mengejar Meca.


Tak mau kalah Rengga pun ikut mengejar kemana Meca pergi.


Meca pun menoleh mendengar namanya dipanggil sekali lagi,tetapi Ia tak terpikirkan akan berhenti setelah melihat Bimo dan Rengga berusaha mengejarnya.


" Kalau gue temuin mereka berdua,Pasti nanti mereka ujung-ujungnya berantem lagi dan memakan waktu yang lama. Enggak...gue harus hindari mereka berdua dulu. Kalau nggak bisa-bisa gue terlambat lagi ke toserba." Gumam Meca sambil lari pelan seperti sedang jongging.


Meca pun memutuskan untuk berlari sekuat tenaga. Ia tak perduli namanya dipanggil beberapa kali oleh Bimo dan bahkan Rengga.


Meca memutuskan berlari ke arah jalan raya untuk segera mencari kendaraan untuk pergi ke tempat kerjanya yaitu toserba.


Kebetulan sekali,saat Meca berhenti di tepi jalan raya,Ia melihat angkot sedang melaju ke arahnya.


Ia pun langsung melambaikan-lambaikam tangannya ke angkot yang akan ditumpanginya tersebut.


Setelah angkot berhenti,Meca langsung menaikinya dan pergi dari kampus tersebut.


Meca melihat dari jendela angkot Bimo dan Rengga masih mengejarnya.


Mereka terlihat kesal setelah melihat Meca berhasil kabur dari mereka berdua lagi.


Di dalam angkot,Meca dapat bernapas dengan lega.


Para penumpang lain yang berada di dalam angkot bersama Meca ikut melihat adegan kejar-kejaran antara Meca dan Bimo beserta Rengga.


Raut wajah mereka agak khawatir setelah melihat kejadian tersebut.


"Mbaknya bukan pencuri atau penjahat kan?" Tanya salah satu penumpang dalam angkot yang dinaiki Meca.


"Enggak! Mereka ngejar saya karena ada masalah pribadi mau dibicarakan,tapi saya nggak mau nemuin mereka. Jadi kejar-kejaran gitu." Jelas Meca.


Para penumpang di angkot pun akhirnya paham akan penjelasan Meca.


'Gue kayak udah kayak buronan polisi aja kayak gini.' Batin Meca dengan sedihnya.