
Semoga suka dengan cerita receh saya 🤗
Terimakasih 🖤
...----------------...
Hening.
Kedua insan yang berada didalam satu mobil itu tengah disibukkan dengan pikirannya masing-masing.
Laki-laki yang kini duduk dibelakang kemudi itu hanya diam tanpa suara. Bak seorang supir yang senantiasa melaksanakan perintah sang majikan. Tapi tidak dengan hatinya. Rasa penasaran tentu saja merayap dalam hatinya.
Mengapa wanita yang sekarang kini tengah duduk di kursi belakang kemudi ini rela menjual kegadisannya?
Hanya dengan uang 100 juta saja?
Yang benar saja?!
Sebenarnya apa tujuannya?
Apa ia ingin menjebak bosnya dengan tubuhnya?
Untuk apa ia menjebak bosnya?
Apakah untuk menjadi nyonya Wilson?
Aku sendiri pun tidak mengenal wanita yang bersamaku saat ini.
Tapu kenapa ia dengan mudah menawarkan dirinya pada bosnya untuk melakukan ONS?.
Agrhh.. Dari pada pusing lebih baik tanya sajalah.
Dengan mengumpulkan keberaniannya, akhirnya dengan hati-hati, takut menyinggung perasaan wanita itu, Semmy pun menanyakan hal yang mengganjal dihatinya.
"ekhm.. maaf nona." Semmy berdehem untuk mencairkan suasana yang beku.
"iya tuan." lirih Dira.
"kalau boleh tau, siapa nama anda nona?." Semmy melirik kaca spion yang berada diatas kemudi, melihat raut wajah Dira.
"panggil saja Dira." Dira membuang pandangannya keluar jendela, melihat kendaraan yang berpacu diluar sana.
"apakah saya boleh menanyakan sesuatu nona?." Dira mendengar nada keraguan didalam pertanyaan Semmy. Tapi ia bersikap biyasa saja, masih asyik dengan kegiatan.
"anda mau bertanya kenapa saya mau melakukan ONS bukan?." tebak Dira, dan itu tepat sekali.
"eh.. em.. i-itu.."
Bagaimana dia bisa tau kalau aku ingin menanyakan hal itu?, hah..
Dira tersenyum tipis melihat kegugupan Semmy.
"anda tidak perlu khawatir tuan. Setelah saya mendapatkan uangnya, saya tidak akan mengganggu anda dan juga tuan yang tadi (yang dimaksud Dean ya)."
"kalaupun kelak kita akan bertemu dijalan dengan tidak sengaja, saya akan pura-pura tidak mengenali anda."
"saya tidak akan menuntut apapun kecuali uang yang sudah dijanjikan. Jadi anda tidak perlu khawatir tuan."
Pernyataan Dira mampu membungkam mulut Semmy. Hanya ada keheningan didalam sana, hingga mobil itu berhenti disalah sebuah salon ternama dikota itu.
Semmy membukakan pintu untuk Dira. Menggiringnya masuk kedalam salon tersebut. Tidak ada komentar dari Dira. Ia hanya menurut saja dengan apa yang dilakukan oleh Semmy.
"selamat datang tuan Semmy. Ada yang bisa kami bantu." salah seorang pegawai menyambut kedatangan Semmy dan Dira. Dari caranya bersikap dan berpenampilan, kurasa dia menejer disalon ini.
"makeover dia." Semmy melirik dengan ekor matanya pada Dira yang berdiri sedikit dibelakangnya.
Degan patuh pegawai itu menuntun Dira memasuki ruang makeovernya.
Dari ujung kaki hingga ujung rambut Dira dirubah total.
Tidak Sulit bagi pegawai itu merubah penampilan Dira. Karena pada dasarnya wajah Dira memang sudah cantik.
Dengan sedikit make up flowless kini Dira akhirnya keluar dari tempat eksekusinya setelah 3 jam lebih berada didalam sana.
"bagaimana tuan?."
Terpaku.
Tentu saja. Semmy bahkan tidak mengenali wanita yang kini tengah berada dihadapannya.
"tuan?." pegawai yang berdiri disamping Dira mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Semmy.
"hemm.. bagus."
"sekarang kau ikut saya." tunjuk Semmy pada Dira. Dira hanya bisa pasrah, mengikuti langkah kaki Semmy meninggalkan tempat itu.
Semmy melajukan mobilnya kesalah satu mall ternama dikota itu.
"carikan pakaian yang cocok untuknya." Titah Semmy saat mereka sudah memasuki mall tersebut.
"baik tuan."
Cukup lama mereka mengobrak-abrik pakaian disana. Berkali-kali pegawai itu menawarkan dress-dress cantik untuk Dira, tapi lagi-lagi ditolaknya.
Bukan karena tidak suka, ataupun tidak bagus. Semua yang ditawarkan padanya sangatlah bagus, ia suka. Tapi tidak dengan harganya. Satu dress saja seharga setengah tahun gajinya bekerja dicafe, bahkan ada yang satu tahun. yang benar saja.
Waktu hampir mendesak, dan pegawai itu belum menemukan baju yang cocok untuk Dira?, yang benar saja!. batin Semmy kesal.
Akhirnya ia memutuskan untuk menghampiri Dira. Ia mengambil asal salah satu baju yang ada ditangan pegawai itu.
"yang ini saja!. cepat ganti bajumu itu!." Semmy berbicara dengan nada seriusnya, membuat nyali Dira menciut seketika.
Dira hanya bisa menurut. Ia memasuki ruangan ganti, mengganti pakaiannya dengan pakaian yang ada ditangannya.
"yang benar saja, aku harus memakai baju ini?." gumam Dira, takkala ia melihat pantulan dirinya dicermin.
Dress warna hijau selutut dengan belahan hingga pahanya, dan juga punggungnya yang terekspos sempurna.
"demi mamah!." tekadnya, sebelum akhirnya ia keluar dari tempat persembunyiannya.
**sudah selesai baca?
jangan lupa like nya ya 🤗
🖤
🖤
🖤**