
"APA?!, kenapa mendadak sekali?!, aku mana ada model ciliknya."
Dira baru saja mendapat kabar bahwa kompetisi terakhir ini temanya diubah menjadi 'keluarga', walaupun bertema kasual tetap saja ia tidak dapat menyiapkan semuanya, apalagi kompetisi finalis kali ini akan diadakan dua hari lagi. Pihak penyelenggara juga membebaskan akan busana apa yang nantinya dikenakan oleh para model.
Tidak hanya Dira, sembilan peserta lainnya juga dibuat kalang kabut dengan pemberitahuan dadakan ini. Apalagi waktunya tinggal dua hari.
Dari sepuluh finalis, nantinya akan ada tiga pemenang yang beruntung untuk menjalin kerjasama dengan YL Fashion, maka dari itu semua finalis berlomba mati-matian agar bisa mencapai Kemenagan.
drrett drrett
Dira menggulir tombol hijau yang ada di layar ponselnya.
"iya halo mik, ada apa?." suara Dira terdengar kesal ditelinga Miko, sang penelepon.
"suaramu terdengar kesal, apakah ada masalah?." tanya Miko dari sebrang sana, nada suaranya terdengar khawatir akan keadaan Dira.
"emm, sedikit, tapi tidak apa-apa."
"baguslah kalau begitu. Dira, maukah kamu menemaniku makan siang ini?, aku akan menjemputmu, kamu dibutik kan?."
"makan siang?, tapi aku harus menjemput El mik.."
"tak masalah, kita jemput El bersama, setelah itu kita makan siang, bagaimana?, ayolah, berhubungan aku masih disini." desak Miko.
"tap..."
"nanti sore aku akan kembali ke Bandung Dir." memotong perkataan Dira.
"baiklah, kamu jemput aku sekarang kalau gitu, aku dibutik."
"oke."
Tut
🍁
Direstoran, Dira, Miko dan juga El terlihat seperti keluarga yang harmonis, saling bercanda dan tertawa.
El sendiri sudah terbiasa akan hadirnya Miko, saat tinggal di Bandung dulu, Miko sering berkunjung ke rumah Seli, hanya sekedar main, bertemu El atau memesan pakaian khusus rancangan Dira.
"apakah pekerjaan mu disini sudah selesai?." tanya Dira.
"sudah, selesai lebih cepat dari waktu yang ditargetkan." jawab Miko.
"bagus dong kalau begitu."
"iya, akupun cukup puas dengan hasilnya."
"mom, El ketoilet sebentar ya.." El berdiri dari duduknya setelah menyelesaikan makannya.
"mau diantar sayang?." tawar Dira.
"emm Dira.."
"ya mik, ada apa?." Dira menatap wajah Miko sekilas, kemudian kembali menyeruput ice coffe nya.
"bolehkah aku tanya sesuatu."
"soal apa?."
"perasaanmu." miko menatap lekat Dira.
"Miko, maaf." Dira menatap Miko sendu, hanya sekilas, ia kembali menundukkan wajahnya.
Miko tersenyum getir, lagi dan lagi ia harus kecewa dengan penolakan Dira. Ini bukanlah yang pertama kali Miko mengutarakan perasaannya pada Dira, dulu saat di Bandung, Miko juga sudah pernah menyatakannya, tapi dengan halus Dira menolaknya, dengan alasan karena ingin fokus dengan El dan juga usahanya dulu.
"tak apa, sudah lupakanlah. Ayo, aku antar kamu dan El pulang." Miko berdiri dari duduknya.
"tapi El.."
" El sudah selesai mom, ayo."
"baiklah, tolong antar kami kebutik saja mik, mobil aku ada disana." pinta Dira, Miko hanya mengangguk paham, lalu ketiganya meninggalkan restoran tersebut.
🍃
Dua hari telah berlalu, Dira menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan, mengumpulkan segalah keberanian dan kepercayaan diri sebanyak-banyaknya, sebelum keluar dari mobil dan melangkah masuk ke gedung YL Fashion, tempat kompetisi terakhirnya digelar.
"mbak pasti bisa." Maya menyemangati.
Kali ini Dira datang bersama, dua modelnya, Maya, Clara, El, dan beberapa tim lainya yang akan membantu mengurus keperluannya nanti.
"mom, El tidak mau kalo tidak bersama mommy!." ini sudah kesekian kalinya El menolak permintaan Dira. "El tidak mau bersentuhan dengan orang asing!." lanjutnya.
"ayolah El, bantu mommy kali ini, mommy akan memberikan apapun yang kamu mau nanti." bujuk Dira.
Dua hari lalu Dira mencari model cilik yang akan memamerkan karya busananya, tapi ia tak kunjung mendapatkan, akhirnya ia meminta El untuk menjadi modelnya atas saran Clara.
"El sayang, kamu mau mommy kamu kalah?, padahal tinggal selangkah lagi loh.." kali ini Clara yang bersuara.
"El mau jadi model nya jika mommy juga jadi modelnya." El masih kekeh dengan pendiriannya.
"huh.. ya sudahlah, kita masuk saja dulu."
Akhirnya Dira, Clara, El, Maya dan juga tim lainnya memasuki gedung YL Fashion.
🖤
terimakasih yang sudah setia membaca karya receh saya..😘
jejaknya jangan lupa😘