
Kediaman William
Dean terlonjak dari tidur nyenyaknya ketika rasa mual kembali melandanya.
Segera ia berlari kekamar mandi guna memuntahkan isi dalam perutnya.
Setelah dari Bandung kemaren hingga saat ini, setiap pagi ia mengalami mual muntah. Perutnya serasa diaduk-aduk tak karuan. Ia juga mengalami masalah pada Indra penciumannya. Ia akan mengalami mual dan muntah pada aroma tertentu.
"Hoek.. Hoek... Hoek.." Dean mencoba mengeluarkan semua isi dalam perutnya, tapi tetap saja tidak ada yang keluar, hanya cairan bening agak kekuningan saja yang keluar.
"hah.." Dean bersandar pada dinding kamar mandi, tubuhnya serasa lemas tak bertenaga.
"masak iya, aku mabuk perjalanan sampai parah begini, inikan sudah lima hari setelah dari Bandung kemaren, kenapa belum sembuh juga." kesal Dean.
ceklek
Pintu kamar Dean terbuka, nampak seorang wanita paruh baya masuk kedalam sana.
"Dean.." serunya.
"mah.." Dean menjawab dengan lemah.
"ya ampun sayang.." segera ia menolong Dean yang tengah tak berdaya duduk dilantai kamar mandi.
"mual lagi?." tanya Wina, yang tak lain adalah mamah Dean
"iya mah.."
"mamah panggilkan dokter Arya saja ya."
Dean hanya mengangguk lemah diatas tempat tidur.
"mamah keluar dulu, kamu gak usah kekantor, biar papah yang menghendel semuanya." lagi-lagi Dean hanya mengangguk lemah mengiringi kepergian sang mamah.
Setengah jam kemudian, kini dokter Arya yang tak lain adalah dokter pribadi keluarga Wilson telah sampai di sana.
Dikamar itu Wina dan Semmy menunggunya dengan cemas.
Semmy yang ditugaskan menjemput dokter Arya tidak langsung kembali kekantor, ia ingin mengetahui penyakit apa yang diderita bos sekaligus sahabatnya itu. Jika hanya mabuk perjalanan, tidak mungkinkan akan selama ini.
Dokter Arya memeriksa Dean dengan teliti.
"nyonya mohon maaf, tuan Dean sebenarnya tidak sakit apa-apa, hanya saja.."
"hanya apa?." sergah Wina cepat, karena perkataan dokter Arya menggantung.
"dari cerita yang nyonya paparkan dan juga melihat kondisi tuan Dean saat ini, saya menyimpulkan bahwa tuan Dean mengalami couvade syndrom."
"apa?. itu gak mungkin dokter, bahkan Dean saja belum menikah."
Couvade syndrom atau bisa disebut juga syndrom kehamilan simpatik adalah kondisi mual muntah yang biyasa ibu hamil alami, tapi itu juga bisa dialami oleh pasangannya, biyasanya itu terjadi karena adanya ikatan batin antara ayah dan calon bayinya yang kuat.
"mohon maaf nyonya, mungkin saya salah praduga. Saran saya lebih baik tuan Dean dibawa saja kerumah sakit agar bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik." dokter Arya memberi saran.
Wina hanya mengangguk pelan. Ia menyuruh Semmy menjaga Dean sementara, sedangkan dirinya mengantar dokter Arya keluar.
"Dean.."
"Sem.. kepalaku serasa mau pecah sekarang. Kau sudah mendapatkan informasi wanita itu?." seru Dean lemah.
"maaf bos, menurut info yang saya dapat, wanita itu telah meninggalkan kota ini." lirih Semmy.
"APA?!." Dean memijat kepalanya pelan.
"cari dia sampai dapat Sem, aku gak mau dia mengugurkan kandungannya jika benar dia hamil. Cari dimanapun dia sampai dapat." titah Dean.
"baik bos, lebih baik anda istirahat dulu saja."
"hah.. kepalaku benar-benar mau pecah mendengar ucapanmu itu, bos, anda.. apa-apaan kau ini.." gerutu Dean, ia memejamkan matanya perlahan.
Semmy hanya tertawa kecil mendengar gerutuan bos sekaligus sahabatnya itu, sebelum akhirnya ia pamit undur diri untuk melaksanakan tugasnya.
🖤
like
like
like
😘