
Seorang pria muda, terlihat tengah fokus dengan beberapa pekerjaan dihadapannya, sesekali ia terlihat menghela nafasnya kasar.
Tak selang berapa lama, pintu ruangannya terbuka, terlihat sang asisten memasuki ruangan tersebut.
"istirahatlah Dean." Semmy menjatuhkan dirinya dikursi bersebrangan dengan Dean.
"hemm." hanya gumaman yang Semmy dapatkan sebagai jawaban, seperti yang sudah-sudah. Semmy hanya menghela nafasnya pasrah.
Semenjak kejadian lima tahun lalu, kedua orang tua Dean melarang Dean berhubungan dengan wanita manapun.
Kedua orang tua Dean sangat yakin jika saat ini mereka sudah memiliki cucu yang entah dimana keberadaannya saat ini, maka dari itu, kedua orang tua Dean menyuruh Dean mencari wanita yang telah membawa cucunya itu datang ke hadapannya. Sebelum Dean membawa ibu dan cucunya itu kehadapannya Dean dilarang berhubungan dengan wanita manapun.
sungguh kejam bukan..
Walaupun tanpa disuruh pun, Dean akan tetap mencari wanita itu, wanita yang telah menghabiskan satu malam dengannya dan membawa kabur benihnya.
"kau sudah menemukannya?." pertanyaannya yang sama setiap harinya yang Dean lontarkan pada Semmy.
'bersabarlah sebentar lagi Dean, kau akan segera bertemu dengan mereka, wanitamu dan juga putramu. Mereka sendiri yang akan datang menemuimu nantinya, bersabarlah.' batin Semmy.
"hari ini jadwal anda berkunjung kepabrik yang ada di Bandung tuan." Semmy mengalihkan pembicaraan.
flashback on
Satu tahun yang lalu.
Semmy saat ini tengah berada disalah satu rumah sakit milik keluarga Wilson. Tepatnya diruangan dokter kandungan saat ini.
Seperti biyasanya, ia akan mewawancarai dokter muda itu dengan berbagai macam pertanyaan dan penekanan.
"jadi?." Semmy menaikkan sebelah alisnya setelah mendengarkan penjelasan dokter Clara yang berbelit-belit tak jelas.
"intinya, keadaan Dira saat ini sudah membaik. upss." Clara refleks menutup mulutnya.
Semmy terlihat tersenyum samar. "baguslah, saya mau dia datang menemui tuan Dean jika dia sudah sembuh, secepatnya. Kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?!." tatapan mengintimidasi asisten Semmy berikan pada Clara.
"tapi tuan, tidak bisa secepat itu.." tolak Clara.
"kenapa?!."
"kan aneh jika tiba-tiba saja saya membawa
Dira dan anaknya datang menemui tuan Dean, pasti Dira akan bertanya macam-macam pada saya, apalagi anaknya itu anti sekali dengan orang yang baru ia kenal."
Terlihat Semmy menautkan kedua alisnya.
"satu tahun, saya minta waktu satu tahun untuk bisa membawa Dira dan anaknya datang kekota ini menemui tuan Dean secara alami, agar Dira tidak curiga." tawar dokter Clara.
"kenapa lama sekali?!, satu bulan sudah cukup, saya beri waktu satu bulan." tolak Semmy.
"tidak bisa secepat itu tuan, saya juga harus benar-benar memastikan jika Dira sudah sembuh dari sakitnya, sakit jiwa tidak seperti sakit demam ataupun sakit yang lainnya tuan, saya mohon mengertilah, jangan membuat saya semakin pusing, coba tuan fikirkan sebab akibatnya jika Dira belum benar-benar sembuh dan dia sudah menemui tuan Dean, Pasti tuan Dean ak..."
"baiklah." Semmy memotong perkataan Clara dengan cepat. Ia menjadi pusing sendiri mendengar perkataan dokter muda dihadapannya ini.
'yess..' sorak hati Clara.
"kalau begitu saya permisi, pastikan nona Dira benar-benar sudah sembuh jika bertemu dengan tuan Dean nanti." setelah berkata demikian, Semmy pergi meninggalkan ruangan dokter muda itu.
"ya iyalah sembuh, orang Diranya sehat-sehat aja. Sekarang tinggal bagaimana caranya aku ngebujuk Dira yang keras kepala itu untuk pindah ke sini. hah.. otakku.. bersabarlah.. kenapa juga aku harus terjebak dengan masalah Dira dan tuan Dean, bikin pusing saja." Clara terus saja menggerutu sebal dengan nasibnya yang terjebak oleh masalah Dira dan Dean, belum lagi jika asisten Semmy datang menemuinya.
'menyebalkan sekali.'
🖤