Single Parents

Single Parents
Bertemu



Satu minggu telah berlalu sejak berakhirnya kompetisi YL Fashion. Dean yang telah berhasil mengambil beberapa helai rambut milik El, kini tersenyum puas melihat hasil tes DNA yang membuktikan bahwa mereka benar-benar ayah dan anak.


"aku sudah menduganya." gumam Dean pelan yang saat ini tengah duduk bersandar di kursi kebesarannya.


'memang dia anakmu tuan.' batin semmy yang memang sudah mengetahui faktanya.


"Sem, bukankah hari ini ada jadwal bertemu dengan El butik?." Dean melempar pandangannya pada Semmy yang berdiri disebelahnya.


"iya tuan, tidak hanya El butik, tapi dengan Mega fashion dan Amel butik juga." jelas Semmy dan diangguki oleh Dean.


"ya aku tau, jam berapa?."


"siang ini tuan."


"bagaimana dengan Deva?."


"tuan Deva sudah mengkonfirmasi semuanya tuan."


"baguslah, apakah ada jadwalku yang lain?." Dean membereskan bekas-berkas yang telah selesai ia periksa dan menyerahkan pada Semmy.


"tidak tuan. kalau begitu saya permisi tuan." Semmy sedikit membungkuk hormat sebelum berlalu meninggalkan ruangan Dean.


🍃


Dira saat ini tengah berada di butiknya, jari jemarinya dengan lincah menari di atas kertas andalannya. Tak berapa lama, ia meletakkan alat tempurnya dan meraih ponsel di sebelahnya, menghubungi seseorang.


"halo cla.." sapa Dira ketika sambungan telepon telah aktif.


"iya Dir, ada apa?."


"kamu siang ini bisa jemput El gak Cla?, aku ada janji dengan YL Fashion siang ini, gak bisa jemput El." terang Dira to the poin.


"aduh Dir, maaf banget aku gak bisa, siang ini ada jadwal operasi salah satu pasienku, ini udah siaga satu." nada suara Clara penuh penyesalan.


"oh, oke gak masalah, semoga sukses Cla."


"thanks, sorry banget Dir."


"santai aja kali, ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya, bye."


"bye."


Tut


Dira melirik jam yang melingkar di tangannya, sudah menunjukkan pukul sebelas, itu berarti sudah waktunya menjemput El. Dira mulai membereskan berkas-berkasnya dan membawanya keluar.


"aku harus jemput El dulu, semoga nanti tidak telat meetingnya." gumamnya pelan.


Dira menuruni anak tangga satu persatu, menyapa beberapa karyawan yang berpapasan dengannya.


"mbak Dira mau jemput El ya." Maya salah satu orang kepercayaan Dira, yang ia bawa dari Bandung dulu menyapa.


"tenang aja mbak, serahkan semuanya sama Maya." Maya menepuk dadanya pelan, bangga.


Dira terkekeh pelan "baiklah kalau begitu, aku berangkat dulu."


"hati-hati mbak."


🍃


"mommy tumben gak telat jemput El." saat ini Dira dan El sudah berada didalam mobil.


"sayang, mommy ada meeting siang ini, kamu gak papakan kalo ikut mommy, soalnya kalo pulang dulu mommy bisa telat." jelas Dira.


"nope mom, tapi El sudah lapar mom, bisakah kita makan dulu?." pinta El.


"meeting mommy di restoran sayang, nanti kamu boleh pesan makanan sesukamu, oke.."


"oke mom."


"good boy." mengacak-acak rambut El dengan tangan kirinya.


"mom!, rambut El berantakan!." protes El yang hanya dibalas Dira dengan tawa ringannya.


🍃


Saat ini Dira telah sampai direstoran yang dijanjikan.


"permisi dengan ibu Dira?." sapa salah seorang pelayan.


"iya mbak."


"silahkan lewat sini." pelayan itu membimbing jalan Dira dan El menuju ruang VIP yang sudah Deva pesan.


"silahkan Bu, pak Deva dan yang lainnya sudah menunggu didalam." membukakan pintu untuk Dira dan El.


"terimakasih mbak."


Memasuki ruangan VIP itu, semua mata tertuju pada Dira.


"maaf tuan Deva, tuan Dean, dan semuanya atas keterlambatan saya." Dira sedikit membungkukkan badannya.


"cih, pertemuan pertama saja sudah telat, bagaimana nantinya." cibir Mega dengan wajah meremehkan.


"maaf, mommy telat karena menjemput saya tadi." bela El yang berdiri disamping Dira.


"maaf tuan, saya membawa serta putra saya kesini, saya janji dia tidak akan mengganggu nanti." dengan perasaan tak enak Dira membungkukkan badannya lagi.


"tidak masalah, silahkan duduk, kita bisa makan siang dulu, baru membahas pekerjaan nanti." Deva melirik pada Dean yang hanya menatap El dengan penuh rasa rindu yang membuncah.


🖤