
"kurang ajar!, dasar wanita jal4ng!, murahan!!, berani-beraninya dia menggoda Dean!, Dean, dia hanya milikku, milikku!, tidak ada seorangpun yang bisa mengambilnya dariku!, tidak akan ku biarkan!." Angel meremas kuat ponsel ditangannya, ia baru saja mendapat telefon dari Mega yang mengatakan bahwa Dean tertarik dengan Dira. Ia juga menceritakan pertemuan mereka siang tadi saat meeting bersama.
Walaupun Mega tidak begitu suka dengan sifat Angel yang semena-mena, tetapi Angel lah yang sudah membantu dirinya memenangkan kompetisi YL Fashion tempo hari, sehingga ia dapat menjalin kerja sama dengan YL Fashion, selain itu, mereka juga berteman cukup baik selama ini.
"aku memang sudah curiga sejak awal."
"Aku harus bertemu dengan Dean sekarang, yah, aku akan menemuinya. Aku akan ke kantor Dean sekarang, seharusnya ia sudah akan pulang." Angel memutuskan pergi ke kantor Dean, ia dengan cepat mengambil tas dan kunci mobilnya.
🍁
Padatnya jalan raya membuat Dean enggan meninggalkan tempatnya saat ini, ia baru saja meyelesaikan pekerjaannya tepat saat jam pulang kantor.
Dean beranjak dari duduknya, ia berjalan menuju dinding kaca yang berada diruang itu, Dean menikmati pemandangan kota pada sore hari ini.
"huh.."
tok tok tok
"masuk." suara Dean menggema, tapi ia tidak mengalihkan pandangannya.
"tuan, anda tidak pulang?." Semmy sudah berdiri satu langkah dibelakang Dean saat ini.
"sebentar lagi, kau lihat itu." Dean menunjuk pada jalan raya yang penuh dengan kendaraan.
Pandangan Semmy saat ini tertuju pada apa yang ditunjuk Dean. "iya tuan, saya melihatnya, bukankah setiap hari juga seperti itu?!."
"hemm, ayo kita kembali Sem." Dean membalikkan badannya, diikuti oleh Semmy dibelakangnya.
🍁
Dira baru saja tiba dirumah saat ini, ia melihat El yang masih terlelap dalam tidurnya. Tak ingin mengganggu tidur sang buah hati, Dira memilih pergi membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Selesai membersihkan diri, ia meraih ponselnya dan menghubungi Amel, ia penasaran akan apa yang ingin Amel sampaikan padanya.
"halo nona Amel, ini saya Dira."
"ah nona Dira, bagaimana?." suara Amel menggema di sebrang sana.
"malam ini kita akan bertemu dimana?."
"di cafe XX bagaimana?."
"baiklah, jangan terlalu malam, anda tau bukan kalau saya mempunyai anak."
"tidak masalah, jam enam di cafe XX, oke?!."
"baiklah."
Tut
"aku akan bersiap dulu." Dira meletakkan ponselnya kembali kemudian bergegas bersiap-siap.
Setengah jam berlalu, saat ini Dira sudah berada didalam mobilnya setelah berpamitan pada Maya dan bibi yang mengurus El.
🍁
Dean baru saja keluar dari lingkungan kantor ketua Angel tiba disana. Angel berusaha memanggil Dean sekuat tenaga, tapi nihil, Dean mengacuhkannya.
"tuan sepertinya nona Angel mengejar kita." Semmy melirik sekilas pada kaca spion diatasnya.
"hindari dia, aku tidak ingin bertemu dengan wanita itu." Dean menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
"huh, merepotkan." gumam Dean pelan.
"baik tuan."
Dan terjadilah kejar-kejaran dijalan raya. Walaupun padat tapi Semmy berhasil menghindari mobil angel, sehingga kini Angel kehilangan jejak mobil Dean.
"aagrrhh, si*l, si*Al, si"Al!!!" umpat Angel kesal, ia memukul kemudi berkali-kali, melampiaskan kekesalannya.
Pada akhirnya Angel memutuskan berhenti disalah satu cafe terdekat, dimana ia akan merilekskan fikirannya.
🍁
"selamat malam nona Amel, maaf terlambat." Dira menarik kursi didepan Amel dan menjatuhkan tubuhnya disana.
"ah tidak, aku juga baru datang. Emm, kita bicaranya jangan terlalu formal, anggap saja kita berteman, bagaimana?."
"tidak masalah, semakin banyak teman semakin bagus bukan?."
"silahkan nona." seorang pelayan datang menghampiri meja Dira dan menyerahkan daftar menu.
"saya pesan hot chocolate, Doble stik, dan red velvet. Silahkan nona Amel, anda pesan apa?."
"panggil Amel saja, oke. Disamain aja mbak." Amel menyerahkan kembali buku menu pada pelayan tersebut.
"baik, mohon tunggu sebentar."
"jadi Amel, apa yang ingin kamu sampaikan padaku?."
"huh, Dira sepertinya Mega tidak begitu menyukaimu." Amel menatap Dira intens.
"maksudmu?." Dira mengerutkan keningnya, bingung.
"apa kamu tidak melihat reaksinya tadi saat meeting?, dan lagi, tuan Dean selalu mengawasimu dan putramu saat meeting tadi siang, apa kamu tidak tau?."
Dira mengangkat kedua bahunya acuh. "aku tidak peduli, aku hanya fokus pada meetingnya, lagipula lusa aku harus ke perusahaan tuan Dean untuk membahas desainku, kenapa desainku ditolak coba, padahal aku sudah berusaha semaksimal mungkin."
"itu dia!, menurutku, sepertinya tuan Dean tertarik dengan dirimu."
"apa?!." pekik Dira keras.
"sstt, pelankan suaramu." Amel melirik pengunjung disekelilingnya dan mengangguk pelan seraya berucap maaf.
"sorry." Dira menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"nona silahkan pesanan anda." seorang pelayan meletakkan pesanan Dira dan Amel dimeja.
"terimakasih."
🖤