
Dira dan El kembali masuk kedalam ruang rawat Dean setelah didesak mama Wina tadi.
Ia kemudian menceritakan bagaimana awal mula Dean dan juga Semmy dapat mengalami kecelakaan tersebut.
"kurangajar!!." geram papa Wilson setelah mendengar penjelasan Dira.
"tapi sebaiknya om memeriksa keadaan mobilnya terlebih dahulu, apakah benar ada yang sengaja merusaknya atau memang murni kecelakaan." saran Dira.
"ya kamu benar, aku akan menyelidikinya terlebih dahulu."
Dira sengaja memanggil tuan Wilson dengan embel-embel 'om' atas perintah mama Wina. Entah mengapa wanita paruh baya itu merasa cocok dengan Dira dan juga merasa sayang dengan El.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya Dira memutuskan pamit, selain merasa lelah, bajunya juga kotor, bahkan ada bercak darah yang menempel disana.
🍁
Perlahan sang rembulan malam menampakkan dirinya, menggeser posisi sang surya yang perkasa.
Kini ruang rawat Dean dan juga Semmy telah dipindahkan menjadi satu ruangan agar mempermudah untuk memantaunya.
Walau bagaimanapun Semmy sudah dianggap oleh tuan Wilson dan nyonya Wilson sebagai anaknya sendiri.
🍁
Dira melempar tubuhnya keatas ranjang empuknya. Ia baru saja selesai membersihkan dirinya.
Setelah dari rumah sakit tadi, ia langsung mengantar pulang El dan berganti pakaian, lalu ia segera meluncur ke butik, karena ada beberapa hal yang harus ia selesaikan.
"huhh, melelahkan sekali hari ini." menutup matanya rapat-rapat, tetapi fikirannya terbang memutar semua aktivitas hari ini.
Ia teringat saat kejadian kecelakaan siang tadi.
'dia memanggil namaku kan tadi?.'
"aaa tidak tidak, mungkin aku salah dengar." menggeleng pelan.
"tapi aku jelas mendengar dia memanggil namaku tadi diantara sadar dan tidak sadar, di memanggil namaku Di..ra..." bergumam lagi.
"aaaa tidak tidak, jangan berfikir yang aneh-aneh Nadira Giovanni!!." menggeleng keras, menyadarkan diri sendiri.
Tak butuh waktu lama, kini Dira telah terbuai dalam mimpi indahnya.
🍁
Disalah satu apartemen mewah dipusat kota. Terlihat dua wanita tengah bercanda ria disana, ditemani dengan beberapa botol wine dan juga aneka makanan ringan.
"selamat atas kelolosanmu Mega." mengangkat gelasnya tinggi-tinggi dan..
tring...
Dua gelas berdentum dalam satu irama, gelak tawa disana begitu ramai terdengar, walaupun hanya dua orang saja disana.
"terimakasih Angel, aku sangat-sangat senang sekali, akhirnya aku bisa lolos juga tahun ini. Kau tau sendiri kan bagaimana aku sangat ingin kerjasama dengan YL Fashion, kali ini aku harus bisa menang." Mega sedikit mencecap wine ditangannya.
Sudah satu Minggu sahabatnya ini berada di ibu kota, Angel kini tinggal di apartemen milik Mega untuk beberapa waktu kedepan, toh ia datang kesini atas permintaan Mega juga, yaa walaupun ia juga mempunyai niat tersendiri.
"kau tenang saja, aku akan membantumu, bukankah kau sendiri yang bilang bahwa D'Will Company itu satu-satunya pendukung acara ini?."
"iya. Jadi apa rencana mu?." meletakkan kembali gelas yang ada ditangannya.
"aku akan mendekati Dean lagi, aku yakin, dia masih mencintaiku, kalau tidak, mana mungkin sampai saat ini dia masih sendiri." Angel dengan penuh percaya diri mengungkapkan tujuannya.
"jadi maksudmu kau akan kembali lagi pada Dean dan merayunya agar aku bisa lolos kompetisi ini, begitu?." tanya Mega memastikan.
"yups, seperti yang kau fikirkan Mega."
"tapi, bagaimana jika Dean tidak mau kembali padamu?!." ragu-ragu Mega bertanya.
"aku akan melakukan apapun agar dia kembali kepelukanku." menyeringai jahat, Angel kembali mencecap winenya.
"oh God, kau tidak pernah berubah Angel. Selalu percaya diri."
"tentu saja, aku Angel Ananta selalu mendapatkan apapun yang aku inginkan, walaupun dengan cara kotor sekalipun!."
🖤
jempolnya dong yeyengqu 😘