Single Parents

Single Parents
Hiperbola



Disalah sebuah cafe ternama dikota Jakarta. Seorang wanita cantik tengah harap-harap cemas, kedua tangannya bertaut satu sama lain, dalam hati berdoa semoga saja orang yang membuat janji bertemu dengannya tidak akan datang.


Ia meraih ice chocolate yang sedari tadi dipesannya, mencecapnya perlahan, sekedar untuk mengurangi rasa gugup dihatinya.


Berkali-kali ia menarik nafas dan membuangnya perlahan, mencoba menenangkan diri.


Derap langkah kaki yang semakin jelas, menandakan orang itu sudah sampai disana.


"selamat siang nona Clara." Semmy menarik kursi yang ada dihadapan Clara dan menjatuhkan diri disana.


"si siang tuan Semmy." Clara melirik ke kanan dan ke kiri, melihat sekitar.


"tuan Dean tidak datang nona, ia sedang berhalangan sekarang." Seolah tau apa yang tengah dicari oleh Clara, tanpa diminta Semmy memberi tahu.


"maaf tuan, jika boleh saya tau, kenapa tuan Dean tidak bisa datang?."


Duh.. nih mulut kenapa gak diem aja sih. Clara menutup mulutnya sendiri.


"ia mengalami mual muntah cukup parah nona, sehingga keluarga Wilson terpaksa harus melarikannya ke rumah sakit saat ini..."


"dan saya disini ingin mencari tau kebenarannya. Mohon kerjasamanya nona." tatapan tajam Semmy seolah menusuk Clara, nyalinya tiba-tiba menciut, Ia hanya bisa mengangguk pelan.


"langsung saja, anda pasti sudah tau kan mengapa saya meminta bertemu dengan anda nona?!."


"jadi beritahu saya, dimana nona Dira berada sekarang." Semmy sedikit mencondongkan tubuhnya pada Clara, tatapan matanya jelas mengintimidasi Clara.


Susah payah Clara menelan salivanya. Ia tidak ingin hal buruk terjadi pada sahabatnya, tapi ia juga tidak tau cara menghadapi orang berkuasa dihadapannya saat ini.


Berfikir berfikir..


agrhh.. kenapa disaat seperti ini otak jenius ku ini malah buntu sih.. rutuk Clara dalam hati.


"nona."


"i iya tuan.."


"anda akan tau akibatnya jika anda berani menipu saya nona."


"a tidak tuan, mana berani saya menipu anda." Clara memamerkan gigi putihnya.


"bagus. Sekarang katakan dimana nona Dira sekarang."


"Dira.."


"sebelumnya saya minta maaf tuan, saya memang tau dimana Dira berada sekarang, tapi saya mohon maaf dengan sangat tuan, tolong jangan temui Dira dulu untuk saat ini." jelas Clara.


Semmy menaikkan sebelah alisnya "kenapa?."


"saat ini Dira.. di dia.." suara Clara bergetar, buliran kristal mulai menggenang di kedua matanya.


"tolong katakan dengan jelas nona." suara Semmy sedikit melunak, ia tau orang yang ada dihadapannya saat ini tengah menahan tangisnya.


Clara menarik nafasnya dalam.


"huh.. tuan, ada pasti sudah tau bukan jika beberapa bulan yang lalu mamah Dira meninggal dunia?."


"anda tau tuan?, Dira menjual kehormatannya karena ia membutuhkan biaya yang cukup besar untuk biaya operasi mamahnya waktu itu."


Clara menghapus air matanya yang lolos dikedua pipinya.


"dia menitipkan mamahnya pada saya, awalnya saya tidak tau jika ia menjual kehormatannya. Malam itu saya mencoba menghubunginya berkali-kali karena mamahnya kembali kritis, dan beliau meninggal dunia menjelang pagi."


"ia mencoba ikhlas dan tegar akan kepergian mamahnya. Hinga pada saat ia mengetahui bahwa ia hamil, dia sangat depresi tuan, bahkan ia ingin mengakhiri hidupnya saat itu." Clara menghapus lelehan air mata dipipinya.


Melebih-lebihkan sedikit gak papakan. hiperbola, melebih-lebihkan sesuatu yang sudah berlebihan, wkwkwk.. tawa jahat Clara dalam hati.


"tuan saya mohon dengan sangat, jangan temui Dira dulu saat ini." Clara mengatupkan kedua tangannya didepan dada.


"saat ini ia tengah mengandung dan dalam kondisi kejiwaan yang tidak stabil tuan. Anda bisa membayangkan sendiri bukan.."


"jika saat ini kondisi tuan Dean seperti itu, anda bisa membayangkan sendiri bagaimana dengan kondisi Dira saat ini. tuan.. saya mohon, biarkan Dira tenang dulu. saya takut, jika anda mengusik ketengannya saat ini, Dira akan mengalami gangguan kejiwaan yang tidak akan tertolong lagi.." kembali air mata buaya Clara meleleh dikedua pipinya.


"hah.. baiklah."


"kalau begitu saya permisi nona." Semmy beranjak dari duduknya, melangkah pergi dengan langkah lebarnya.


"apa?!. hanya begitu doang?!."


"oh.. astaga.. panjang lebar aku berkata, dan jawabannya hanya 'baiklah'." shok.


🖤


maaf Ken baru sempat up lagi.. autor lagi sibuk sama dunia nyata yang menguras tenaga.