Single Parents

Single Parents
Kekecewaan El



Masih diwaktu yang sama. Tak selang berapa lama, El dan Wina telah tiba di resDytoran tempat Dean dan Dira berada.


"kok belum pesan makanan?." Wina menarik salah satu bangku untuk El, kemudian untuk dirinya sendiri.


"nungguin mama sama El. Gimana seru bermainnya?." Dean mengusap lembut pucuk kepala El.


"seru uncle, apalagi ada Oma. Uncle El mau ke toilet sebentar." berdiri dari duduknya.


"uncle temani kamu, ayo." melangkah pergi bersama El.


Disisi lain, dua orang yang sejak tadi mengawasi mereka ikut beranjak dari duduknya.


"kau mau kemana Angel?." Mega menahan tangan Angel yang akan melangkah pergi.


"tentu saja menemui calon suamiku, kau tunggulah di sini, awasi wanita murahan itu." Angel melirik sinis pada Dira yang tengah mengobrol ringan dengan Wina.


Dean terlebih dahulu menyelesaikan hajatnya, ia memutuskan menunggu El di luar. Ketika ia baru saja membuka pintu, sebuah tangan halus membelit perut sixpacknya dengan erat, bahkan kepala orang itu bersandar pada punggung kekarnya.


"aku merindukanmu Dean." suara halu nan mendayu-dayu itu sukses membuat hati Dean bergemuruh. Ia tahu betul milik siapa suara ini.


"lepaskan?." tegas Dean.


"no, aku merindukanmu sayang, apakah kau sudah melupakan kenangan indah yang pernah kita lewati berdua?. Dean, aku mencintaimu."


"un cle.." suara El terputus ketika ia melihat Dean tengah berada diperlukan seorang wanita cantik nan seksi.


"oh, sorry, uncle aku akan kembali dulu." tanpa menunggu jawaban dari Dean, El sudah melangkah pergi dengan wajah datarnya.


"dasar" gumam El pelan.


"Uncle mana sayang, kok kamu sendirian?." Wina menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Dean.


"uncle masih ada urusan Oma, jadi El duluan. Oh ya, El juga masih ada tugas sekolah yang belum El kerjakan, El pamit dulu ya Oma, maaf tidak bisa menemani Oma lebih lama lagi, permisi. Ayo mom.." El sedikit menarik paksa Dira agar segera pergi dari sana.


Tak selang berapa lama, Dean kini sudah berada di meja sang mama, ia menanyakan keberadaan El dan Wina menjawab apa adanya tanpa menaruh curiga atas perubahan sikap El yang mendadak.


Dira dan El baru saja sampai rumah pukul satu siang hari, El kini tengah berada di kamarnya, sedangkan Dira ia memilih pergi keruang kerjanya untuk menyiapkan bahan kerja sama dengan YL Fashion besok.


___


Disisi lain, apartemen Mega.


Angel saat ini tengah tersenyum penuh kemenangan karena telah berhasil membuat si bocah kecil El merasa kesal akan apa yang terjadi tadi.


"aku yakin, bocah si*lan itu tidak akan mendekati Dean lagi. Dean hanya boleh menjadi milikku." ujar Angel.


"ya ya ya, lakukan sesukamu, tapi jangan libatkan aku, aku tidak mau ya, kalau nanti kerja samaku dengan YL Fashion sampai hancur." Mega memperingati, ia tidak ingin karir impiannya hancur hanya karena obsesi Angel.


"kau tenang saja, aku tidak akan melibatkan mu. Aku akan menyuruh seseorang untuk menghancurkan wanita murahan itu." Angel mengambil ponselnya, ia menghubungi seseorang yang mungkin dapat menyingkirkan Dira dari Dean.


"hallo Beby, kau merindukanku?." sapa seseorang diseberang sana.


"tentu saja aku merindukanmu, apakah kau tidak ingin menemui ku?, apakah kau tidak merindukan des*hanku Beby." Angel berbicara dengan nada manjanya.


"apakah kau tengah mengundangku kesana Beby?."


"kalau menurutmu begitu, berarti iya sayang, aku merindukanmu, jugaaa tubuhmu. Kemarilah.." pinta Angel dengan manjanya.


"tentu saja, wait me Beby, muacch, bye."


"bye sayang.."


Tut..


"selesai." Angel meletakkan kembali ponselnya, ia meneguk habis wine yang telah disiapkan oleh Mega.


🖤🖤🖤