
"ikuti mobil itu mom." pinta El tegas setengah memerintah.
Dira menautkan kedua alisnya, tak biasanya putranya ini peduli pada orang asing, bahkan bersentuhan dengan orang asing saja ia akan marah. Tapi ini?, bahkan ia meminta dirinya menguntit?, hah, yang benar saja?!.
Walaupun demikian, Dira tetap menuruti permintaan sang buah hati.
Mobil yang ia ikuti makin lama maki melaju cepat, seperti tak terkendali. Dira semakin merasa aneh akan hal itu.
"kenapa mereka semakin cepat si." Dira menggerutu sebal.
"mom lebih cepat lagi."
🚗
"Sem, ada apa?."
Menyadari jika Semmy mengemudi dengan tegang, Dean sedikit mencondongkan tubuhnya kedepan, ada rasa khawatir yang tiba-tiba saja merayap dihatinya.
"tuan, rem mobilnya tidak berfungsi." walaupun panik Semmy tetap mencoba mengemudi dengan tenang, ia melajukan mobilnya kejalan sepi. Menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk yang nanti akan terjadi.
"apa?!, bagaimana bisa?!, Sem, jangan bercanda!."
"tenanglah tuan."
'sia*l, seharusnya aku memeriksa mobilnya dulu tadi. ternyata bocah itu benar.' sesal Semmy dalam hati.
'sekarang bagaimana ini?!.'
"Sem, tikungan didepan belok kekiri, disana jalannya lebih sepi, jangan sampai ada korban."
"baik tuan."
"tuan, maaf karena keteledoran sa.."
"sudahlah Sem, jangan menyalahkan diri sendiri. Fokuslah."
Hening.
Keduanya diliputi rasa khawatir yang membuncah, sesekali Semmy menghindari kendaraan lain yang melintas. Walaupun jalanan sepi, tapi satu dua kali juga ada kendaraan yang melintasinya, tak urung pengendara yang melintas disana juga dengan kecepatan tinggi juga.
Saat melewati tikungan tajam, ada sebuah truk muatan juga melintas, tapi siapa yang sangka jika dibelakang truk itu ada mini Van yang menyalipnya, alhasil Semmy terpaksa membanting setirnya kekiri, dan..
Duarrr
Mobil yang ditumpangi Dean menghantam sebuah pohon besar yang berada cukup jauh dari jalan raya. Baik mobil Van maupun truk yang melihat kejadian itu tidak ada yang berhenti. Benar-benar tidak punya pri kemanusiaan.
"mom cepatlah!." El semakin gusar takkala melihat kecelakaan na'as didepan matanya.
Tercetak jelas rasa khawatir diwajah bocah itu.
'El ini kenapa?, dia kan tidak kenal dengan mereka, mengapa sekhawatir ini?!.' batin Dira merasa aneh dengan putranya.
Setelah mobil Dira berhenti, tanpa menunggu lagi El langsung membuka pintu dan berlari kearah mobil Deann yang sudah ringsek.
"El.." pekik Dira, ia segera menyusul sang buang hati.
"mom, cepatlah tolong mereka!, cepat mom!."
entah mengapa, air mata El tiba-tiba saja lulruh membasahi pipinya, dan itu sukses membuat Dira terpaku.
"mom!!." pekik El keras.
Dira tersadar dari lamunannya, dengan sekuat tenaga ia mencoba menarik tubuh Semmy yang sudah tak sadarkan diri, setelah ia memecahkan kaca mobilnya dan membuka kunci pintunya.
Setelah meletakkan tubuh Semmy cukup jauh, ia kembali lagi dan membantu Dean yang tertinggal bersama El.
"enghh.." Dean melenguh, mencoba merasakan tubuhnya yang seperti mati rasa.
"tuan, anda masih sadar?." dengan sekuat tenaga Dira menarik tubuh Dean keluar dari sana.
"Di..ra.." tubuh Dean sudah tak sadarkan diri. Berkali-kali Dira menepuk pipi Dean untuk mengembalikan kesadarannya, tapi nihil.
"mom cepat bawa kerumah sakit."
"iya sayang, ayo bantu mommy membawa mereka kemobil."
'kenapa jalannya sepi sekali sih!." gerutu Dira dalam hati.
Setelah melewati perjuangan yang melelahkan akhirnya Dira tiba dirumah sakit terdekat.
Segera mungkin Dean dan Semmy mendapatkan pertolongan pertama.
"nona ini barang-barang milik pasien, silahkan melakukan pendaftaran dulu." seorang suster memberikan dua buah dompet dan tiga buah ponsel pada Dira.
"baiklah, terimakasih sus." menerima ponsel dan dompet yang diberikan oleh suster dan pergi melakukan pendaftaran.
🖤