
Sudah satu Minggu ini kompetisi YL Fashion berlangsung, dan Dira adalah salah satu dari lima puluh peserta yang beruntung dapat lolos kebabak selanjutnya.
Senyum merekah terus saja terukir dibibir manisnya. akhirnya..
tring..
Satu pesan singkat membuyarkan fokus Dira pada kertas-kertas kesayangannya. Ia menyambar benda pipih itu dan membuka pesan yang ternyata dari pihak sekolah El, memberi tahukan bahwa hari ini pulang lebih awal.
Dira melirik sekilas jam yang melingkar ditangannya.
"baiklah, aku akan menjemput El sekarang."
Tak butuh waktu lama, kini Dira sudah berada di sekolah sang buah hati, terlihat El sudah menunggu di depan sana.
"El, apakah mommy terlambat?." Dira membuka pintu sebelah kemudi untuk El.
"no mom, El juga baru saja keluar." menyalami tangan mommy nya dengan takzim sebelum El masuk kedalam mobil.
"oke, apa kau ingin pergi ke suatu tempat dulu sebelum pulang?, atau kamu mau ikut mommy ke butik?." mobil melaju membelah padatnya jalan raya.
"El ingin mencari sebuah buku mom, apakah mommy ada waktu?."
"tentu saja sayang, mommy akan menemanimu kapanpun kamu mau."
"thanks mom, El sayang mommy."
"me too El sayang, you'r my everything."
Keduanya turun dari mobil, masuk kesalah satu toko buku ternama dikota itu.
El sibuk mencari buku yang ia inginkan, sedangkan Dira, ia mengikuti langkah El kemanapun bocah itu melangkah, sesekali Dira mengambil dan membaca sekilas buku yang menarik baginya.
Cukup lama mereka berada di toko buku itu, akhirnya El menyudahi kegiatannya.
"El apakah kamu keberatan jika kita pergi belanja dulu?." tanya Dira setelah keduanya berada di dalam mobil.
"no mom." jawab El singkat.
Dira menjalankan mobilnya kesalah satu mall terdekat, tak butuh waktu lama, kini keduanya sudah berada didalam mall tersebut dan memilih keperluan yang dibutuhkan.
"apa kau lelah?." Dira melirik arloji di tangannya.
"bagaimana kalau kita makan siang dulu?, ini sudah waktunya makan siang." tawar Dira
"El ikut mommy saja."
"baiklah, ayo kita cari makan dulu kalau begitu."
Keduanya melangkah keluar dari mall tersebut dan kini mereka tengah berada di sebuah resto yang terletak disebelah mall tersebut.
cukup jalan kaki saja sudah sampai.
"silahkan nona mau pesan apa?." tanya seorang pelayan sembari menyodorkan buku menu pada Dira.
"El, kamu mau makan apa?."
"terserah mommy saja."
Dira mengembalikan buku menu pada pelayan setelah mengatakan pesannya.
"mom, El mau ketoilet sebentar."
"mau mommy antar?."
"no mom, El sudah besar." tolak El keras.
"oke-oke, segeralah kembali."
El melangkah dengan tenang menuju toilet, entah sihir dari mana, semua pengunjung yang ada disana menatap El penuh kagum.
'ya ampun, itu anak siapa sih gemes banget.'
'gayanya cool abisss.'
'masih kecil aja udah berkarisma, apalagi nanti besarnya?.'
'itu anak boleh dikarungin dan dibawa pulang gak ya..'
'aaa.. gemmuusss.'
kasus-kasus para pengunjung yang tertangkap telinga El hanya dianggap angin lalu saja oleh bocah itu, ia sudah kebal akan pujian-pujian receh semacam itu.
"pokoknya kau harus berhasil mensabotase mobilnya, aku akan menahan mereka disini, lakukan dengan cepat."
"tap.."
"jangan membantah!, mereka sudah berani menolak kerjasama yang aku ajukan, jadi mereka harus menerima akibatnya."
"baiklah."
El keluar dari toilet sesaat setelah orang-orang itu pergi.
"dia dan dia." setelah dari kamar mandi El terus saja mengawasi pria yang tadi ia lihat sesaat ditoilet.
Salah satu pria itu mendekati meja tak jauh dari meja El, dan satunya lagi telah pergi keluar.
"kenapa lama sekali sayang?."
"antri mom." jawab El asal.
"makananmu sudah datang dari tadi, ayo segera dimakan." titah Dira.
"yes mom." mata El terus tertuju pada dua pria dewasa dan satu pria paruh baya yang tadi ia temui di toilet.
Terlihat mereka berjabat tangan sesaat dan beranjak dari sana.
"mom, El kesana sebentar." El mengambil minumannya yang masih utuh.
"mau kemana El?."
El tidak menjawab, bocah itu sudah berjalan santai, dan dengan sengaja kaki mungil itu ia sandungkan pada salah satu kursi disana.
Byuurr
"astaga, maaf om maaf, saya tidak sengaja, maaf." dengan tangan mungilnya El menepuk-nepuk jas yang pria itu kenakan.
'oh shii*t.' umpatnya dalam hati.
"apa kau tidak punya mata bocah?!." ujar pria paruh baya itu menahan geram.
El meliriknya sekilas. "maaf."
"saya akan ke toilet." tanpa menunggu, pria itu langsung berlalu dari sana.
"maaf tuan Semmy, saya tidak bisa lama-lama disini, saya mohon pamit."
"silahkan tuan."
"El apa yang kamu lakukan?." suara lembut nan tegas itu sontak membuat El dan Semmy mengalihkan pandangannya.
"mom."
"Dira?." lirih Semmy tanpa bisa didengar El maupun Dira.
Pandangan Semmy beralih pada Dira dan El bergantian.
"maafkan putra saya tuan." Dira sedikit membungkuk.
"ayo El minta maaf pada tuan..."
"Sem, Semmy." ujarnya. Semmy ingat jika Dira pernah mengalami gangguan mental, jadi ia sengaja menekan kata-katanya. Berharap Dira akan mengingat dirinya walau sebatas nama.
"iya, cepat minta maaf pada tuan Semmy El." perintah Dira tegas.
"El sengaja melakukannya mom." jawab El enteng.
Sontak Dira dan Semmy membulatkan matanya.
"El.."
"mom, pak tua tadi punya niat jahat pada om ini."
"jangan menuduh sembarangan El."
"El tidak menuduh mom!."
"baiklah, El minta maaf. El mengaku salah karena sudah menumpahkan minuman El dengan sengaja."
"dan om sebaiknya mengecek mobil om dulu sebelum menjalankannya nanti. El permisi." bocah itu berlalu begitu saja dari hadapan Semmy yang hanya diam mematung.
"tuan Semmy, maafkan putra saya, saya permisi dulu." Dira sedikit membungkukkan badannya dan segera mungkin berlalu mengejar El.