
"Peter!." Angel berhasil menahan Peter yang sudah sampai pintu keluar apartemennya. Ia memeluk Peter dari belakang, menyandarkan kepalanya dipunggung pria tersebut.
"maafkan aku." lirih Angel.
"ngel.."
"maafkan aku Peter, tapi aku benar-benar harus kembali, sahabatku memerlukan bantuan ku saat ini."
Peter menghembuskan nafasnya pelan, mencoba meredam gejolak dihatinya sebelum membalikkan badan. Ia menatap dalam wajah sayu Angel. Terlihat jelas disana rasa lelah setelah pertempuran panas mereka tadi.
"pergilah."
"Peter, ak.."
"ssstt.." menempelkan jari telunjuknya di bibir Angel.
"aku tidak akan bisa membencimu, aku mencintaimu Angel. Besok aku akan mengantarmu ke bandara, istirahatlah, aku pergi dulu." mengecup kening Angel cukup lama sebelum Peter benar-benar pergi dari apartemen Angel.
🍁
"Nadira!! i'm comeing.." lengkingan suara cempreng Clara menggema di seluruh penjuru rumah Dira.
"astaga.." Dira hanya mengelus dadanya pelan, kemudian kembali memakan cheese cake yang ada dipangkuannya.
"udah malem begini masih aja makan cake, gak takut gemuk apa?!." mencomot cake yang ada dipangkuan Dira dan memakannya.
Melirik malas Clara yang duduk disampingnya. "kamu sendiri juga makan cake loh.." menyindir, yang disindir hanya memamerkan giginya.
"ponakan aku yang emes mana?." mengedarkan pandangannya kesegala arah. "gak kelihatan."
"udah pada tidur."
"ohh.. jadi gimana persiapan kamu buat kompetisinya?, ku dengar semua peserta harus mengumpulkan karyanya ke perusahaan YL Fashion ya?." mengambil minuman Dira dan meneguknya. gak sopan banget.
"hemm.. aku udah kirim karya aku kemaren, ini hari terakhir, dan Minggu depan pemberitahuan siapa aja yang lolos."
"kamu pasti lolos." menepuk bahu Dira pelan.
"aku gak yakin deh, tapi buat jaga-jaga aku menyuruh Rendy buat ngirim gaun dan setelan jas yang ada di rumah Tante Seli. Aku udah gak sanggup lagi, hanya dua gaun yang berhasil aku buat dalam dua Minggu ini. Hah.."
Dira meletakkan cake nya kembali keatas meja, ia menyandarkan punggungnya di sofa dan memejamkan mata. Sepertinya tenaganya terkuras habis memikirkan kompetisi ini.
Clara kembali menepuk bahu Dira pelan, sekedar menenangkan.
derrt derrt
"halo Ren, ada apa?." Dira meletakkan ponselnya dipangkuannya dan mengaktifkan loud speaker.
"halo mbak Dira, anu itu mbak."
"anu itu apaan sih Ren, yang jelas dong kalo ngomong. Besok kamu jadi kan ngirim pesanan aku?."
"itu..."
"Miko?." Dira menautkan kedua alisnya.
"hai, kirain udah lupa sama aku."
"ish apaan sih, ya enggak lah, tapi apa gak ngerepotin nih kalo kamu yang bawa kesini pesanan aku?."
"enggak kok, ini juga sekalian aku ada perjalanan bisnis kesana, jadi sekalian."
"owh, oke kalau gitu. Makasih Mik, jadi ngerepotin."
"gak ngerepotin kok, ya udah kalo gitu aku tutup dulu, selamat malam."
"malam."
Tut
"cie.. yang mau ketemu Miko.."
"ish apaan sih Cla, biasa aja kali, udah ah kepala aku pusing."
"bagaimana kalau besok kita jalan?, biar otak kita fresh. Akhir-akhir ini pekerjaanku juga banyak, capek." keluh Clara.
"Hemm boleh, aku juga capek mikir kompetisi ini, kalau menang ya syukur kalau gagal ya sudahlah. Setidaknya El butik semakin dikenal publik." terkekeh pelan, Dira bangkit dari duduknya. "aku mau istirahat." melangkah pergi.
"eh eh tungguin, aku nginep sini ya."
"terserah."
🍃
Malam semakin larut, hawa dingin pun mulai menyelimuti semua insan di bumi, seolah menggiring semua makhluk untuk bersembunyi dibawah bawah selimut.
Disalah satu ruang kerja kediaman Wilson, nampak seorang pria tengah memandangi layar ponselnya, sesekali ia mengusap ponsel yang ada digenggamnya, terkadang ia tersenyum samar, senyum yang entah apa, tapi sedetik kemudian wajahnya berubah muram.
"dimana kamu bersembunyi?, lima tahun sudah aku mencarimu."
"apakah anak kita baik-baik saja?."
"kamu menjaganya kan?!, kamu tidak membuangnya kan?!."
"tidak tidak, kamu tidak boleh membuangnya!, kamu harus menjaganya!."
"ya, kamu pasti menjaganya, menjaga buah hati kita."
"Nadira, aku merindukanmu, merindukan anak kita juga."
Dean mencium foto Dira yang berada di ponselnya. Foto Dira yang tengah tertidur lelap karena terlalu lelah memadu cinta dengannya kala itu, foto yang ia ambil secara diam-diam lima tahun silam, satu-satunya foto Dira yang ia punya.
🖤