
D'Will Company.
Ruangan Dirut itu tampak hening. Dean tengah larut dengan segudang berkas yang ada dihadapannya. Sesekali ia membubuhkan tanda tangan disana.
Ceklek
"maaf tuan mengganggu, direktur utama dari YL Fashion telah tiba." Semmy memberi informasi pada Dean.
"suruh masuk saja Sem."
"baik tuan." meninggalkan ruangan Dean dan memanggil direktur YL Fashion yang tengah menunggu di ruang tunggu.
Deva masuk keruang Dean setelah mengetuk pintu dan diikuti oleh Semmy dibelakangnya.
"selamat pagi tuan." Deva sedikit membungkuk memberi hormat pada Dean.
"kau ini apa-apaan Deva.." terkekeh pelan, Dean beranjak dari kursi kebesarannya, beralih pada sofa, berbaur dengan Deva dan Semmy yang sudah lebih dulu disana.
"saya hanya menempatkan diri sebagai mana mestinya tuan." Deva terkekeh pelan dengan kata-kata sendiri begitu pula dengan Dean dan Semmy.
"sudahlah, jadi apa yang membuatmu datang kemari?." Dean menghentikan candaannya.
"hanya ingin memberi tau tentang kompetensi Minggu depan. Sampai saat ini semuanya berjalan dengan baik, sebagian peserta juga sudah mulai mengirim hasil desainnya ke panitia untuk diseleksi, sebelum kita memilih 50 diantara mereka untuk berkompetisi di catwalk nantinya." jelas Deva.
"dan kau harus hadir disana." tegas Deva.
"kenapa harus?." Dean menaikkan sebelah alisnya.
"jangan bilang kalau aku satu-satunya yang mensponsori acaramu ini." terkekeh pelan, cih.
"salah satunya itu."
"salah duanya?."
"aku mau mengenalkan kalian berdua pada seseorang, dia salah satu desainer yang mengikuti kompetisi ini." tersenyum lebar, melirik Semmy dan Dean bergantian.
Semmy dan Dean memutar bola matanya, jengah. Sudah biasa jika Deva bertingkah demikian, lihat yang bening sedikit saja matanya sudah tidak bisa dikondisikan.
Mengerti akan ekspresi kedua sahabatnya Deva pun menyangkalnya.
"yang ini beda!, ia sulit ditaklukkan, apalagi anaknya, aku harus bekerja ekstra, dan jika sudah kudapatkan tak akan ku lepaskan." berbicara dengan semangat.
"JANDA?!."
Dean dan Semmy saling pandang, sesaat hening.
"buahahahaha.." pecah tawa keduanya.
"Hey!!, dia itu single parents, apanya yang salah?!." kesal Deva.
"janda dan single parents apa bedanya?!, sama-sama sudah berlubang bukan?." Dean menyandarkan tubuhnya disandarkan sofa.
"ck, jelas berbedalah, bahasanya lebih keren single parents, lagi pula apa bedanya perawan dan janda?, jaman sekarang perawan rasa janda pun banyak. Bukankah janda itu lebih menggoda?, sudah berpengalaman juga." Deva menaik turunkan alisnya.
✈️
New York
"oh good Beby, faster." rancau sang pria.
Kedua insan berbeda gender tengah menikmati malam panasnya, suara rintihan dan er***** tampak menggema memenuhi apartemen mewah itu.
Berpacu peluh cukup lama hingga akhirnya lava keduanya pecah bersama.
Sang wanita menarik diri, turun dari medan perang dan berlalu kekamar mandi membersihkan diri.
Tak selang berapa lama, ia sudah keluar dengan mengenakan jubah mandi saja.
Ia menarik sebuah koper cukup besar dan mulai memasukkan bajunya satu persatu. Sedangkan sang pria hanya melihatnya dari ranjang.
"ngel, tak bisakah kau stay disini saja?." pria itu hanya menatap Angel yang berjalan mondar-mandir.
"no Peter, job aku disini udah selesai, dan aku mendapatkan tawaran dari sahabatku di indo, jadi aku harus kembali." jelasnya.
"kamu yakin?."
"tentu saja yakin, sangat yakin."
"apa kamu masih menginginkan mantan kekasihmu dulu?."
"tentu saja, sampai saat ini pun Dean masih sendiri, aku yakin Dean masih mencintaiku, dan aku akan membuat dia kembali kepelukanku."
"ngel tak bisakah kamu melihatku?, aku mencintaimu ngel." menggeram frustasi, berkali-kali ia menyatakan perasaannya pada Angel tapi tetap saja jawabannya menggantung.
"oh ayolah Peter, kita ini hanyalah sebatas partner, aku butuh kamu dan kamu butuh aku, kita sama-sama membutuhkan kepuasan diranjang." masih mepacking bajunya.
"tapi aku mencintaimu ngel!."
"aku tau Peter, dan aku masih mencintai Dean. Kumohon mengertilah." berbalik menghadap Peter yang masih setia diatas ranjang.
"hah.. oke jika itu maumu." turun dari ranjang dan memakai pakaiannya kembali.
"semoga kau bahagia. Bye."
🖤