
Dira mengukir senyum tipis di bibirnya memandang dua pria beda usia didepannya yang saling bercanda dan tertawa lepas bersama.
Hatinya juga merasa tercubit melihat sang buah hati tertawa lepas bersama pria 'asing' didepannya.
Selama ini ia merasa sudah melakukan yang terbaik untuk sang buah hati, nyatanya ia salah. Kasih sayang darinya saja ternyata tidak cukup membuat El bahagia, ia membutuhkan sosok pria sebagi pelengkap kebahagiaannya dan Dira belum bisa mengabulkannya hingga detik ini.
Dira tersadar dari lamunannya ketika tangan mungil El menyentuh tangannya.
"mommy, kenapa mommy menangis?." tanya El dengan polosnya.
Dira menyeka air mata disudut matanya 'sejak kapan air mataku keluar, memalukan sekali.' rutuk Dira dalam hati.
"mommy tidak menangis sayang, ini hanya kemasukkan debu saja." elak Dira seraya tangnnya mengusap lembut area matanya.
"benarkah?." El menatap manik mata Dira dengan lekat, Dira hanya mengangguk sebagai jawabnnya.
"mommy, uncle Dean besok mengajak El joging, bolehkah?."
"joging?."
"yes mom, boleh ya.. pliss.." rayu El dengan mata berbinarnya, dan itu merupakan salah satu kelemahan Dira.
"huh.. baiklah." final Dira pada akhirnya.
"yeyy mommy terbaik, muach." El meloncat memeluk Dira dan memberikan sebuah kecupan singkat pada pipi Dira.
"apapun untukmu sayang, muach." Dira membalas mengecup pipi gembul milik El.
'aku juga ingin dikecup.' jerit Dean dalam hati yang melihat pemandangan harmonis didepannya.
🍃
"mommy bangun mom, sudah pagi." ini sudah ketiga kalinya El mengguncang tubuh Dira yang tengah tertidur lelap.
Semalam mereka pulang pukul sepuluh malam, itupun dengan bujuk rayu Dira dan juga Dean, entah mengapa El begitu dekat dengan Dean, bahkan enggan untuk berpisah, padahal mereka juga sudah membuat janji untuk joging bersama hari ini.
El bukanlah orang yang mudah bergaul, apalagi dengan ora asing, tapi dengan Dean, entah mengapa El begitu dekat dengannya.
"mommy.." suara El kembali mengusik Dira yang tengah terlelap damai.
"engh... sebentar lagi sayang." lenguh Dira sembari mengeratkan selimutnya.
"mommy ini sudah jam enam, ayolah, El mau bertemu uncle Dean hari ini, bangun mom." El pantang menyerah, ia masih mengguncang tubuh sang mommy.
"iya iya, mommy bangun, El keluar dulu mommy mau bersih-bersih sebentar." Dira beranjak dari tidurnya dan melangkah sempoyongan ke kamar mandi.
"El sudah siapin airnya mom, dan juga baju jogingnya disofa, El keluar dulu."
Dira baru saja menuruni anak tangga. Dibawah sana sudah ada El yang melipat kedua tangannya didepan dada dan Maya yang menahan senyum entah senyum apa.
"mommy kenapa lama sekali." keluh El ketika Dira sampai dihadapannya.
Dira melirik jam dipergelangan tangannya "hanya 30 menit El, itu sudah termasuk cepat."
pandangannya Dira beralih pada Maya yang berdiri di samping El dan tengah memakan senwich dengan santainya, bahkan ia masih mengenakan piyama?, yang benar saja?!.
"kau tidak ikut May?."
Maya menggeleng pelan " enggak mbak, aku mau tidur lagi aja, mumpung libur." Maya memamerkan deretan gigi putihnya yang baru saja di pasang pagar beberapa hari lalu.
"yasudah, ayo El kita berangkat, sekalian kita sarapan diluar saja."
"El sudah sarapan mom."
🍃
Sementara itu ditempat lain.
Dean dengan semangat, menuruni anak tangga satu persatu dan menyapa kedua orang tuanya yang kini tengah akan memulai sarapannya
"pagi ma, pa."
"pagi sayang."
"pagi boy."
"kau terlihat bersemangat pagi ini, apakah ada hal baik?." tanya sang mama sembari menyiapkan sarapan untuk suami tercinta.
"tentu saja, Dean pergi dulu ma."
"mau kemana?, apakah tidak ingin sarapan dulu?, ini masih pagi Dean" tawar sang mama.
"Dean mau menemui calon mantu dan cucu mama." senyum merekah tersemat dibibir Dean.
"benarkah?, kau sudah menemukan mereka?."
"iya ma, Dean pergi dulu, doakan Dean ma, bye ma pa.." tanpa pikir panjang Dean langsung berlalu dari hadapan kedua orang tuanya, dari pada nanti diwawancarai, tidak akan selesai dalam waktu singkat.
"jangan lupa bawa mereka pulang Dean." teriak sang mama.
🖤