Single Parents

Single Parents
Kecewa



New York


Dean dengan semangat 45 ia melangkah menuju apartemen Angel sang kekasih, sedangkan Semmy dan Deva dengan setia terus mengekor di belakangnya.


Mereka berdua dilarang oleh Dean pergi sebelum menyaksikan acara lamarannya. Padahal sedari tadi Semmy maupun Deva sudah merengek, meminta istirahat karena lelah perjalanan.


Kelakuan Dean saat ini membuat kedua sahabatnya mengutuk dirinya terus menerus dalam hati.


"gak usah mengatai diriku!." sarkas Dean ketika mereka telah sampai di depan pintu apartemen Angel. Jari jemarinya dengan lincah menekan kode-kode pintu yang ada didepannya.


"tau saja kau kalau ku Katai." Deva menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Perlahan ketiga manusia itu masuk tanpa menimbulkan suara. Tentu saja setelah dapat intruksi dari Dean.


"kaya ada suara." seru Semmy dengan suara pelan, tapi masih bisa di dengar Dean dan Deva.


Semakin dalam mereka memasuki apartemen itu, semakin terdengar samar suara-suara ambigu yang membuat panas telinga.


"ini polusi telinga namanya." jawab Deva yang sudah paham akan apa yang didengarnya.


Dean sendiri terlihat mengepalkan kedua tangannya, wajahnya yang tadi sumringah cerah, sekarang berubah menjadi merah padam.


Dengan langkah lebar ia menuju arah sumber suara, tentu saja dengan setia Deva dan Semmy mengikutinya dari belakang, takut hal yang iya iya nanti terjadi.


Langkah Dean terhenti tepat di depan pintu sebuah kamar, takala ia mendengar suara ambigu itu dengan jelas.


"akhh.. kamu sangat luar biyasa sayang.." terdengar suara pria menggerang dengan keras.


"bagaimana hubungan mu dengan kekasihmu itu?. Aku gak mau ya kamu duain terus.." ujar sang pria setelah cukup lama hanya ada keheningan.


"sayang.. kamu tau kan aku tuh cuman manfaatin dia aja, dia tuh ATM berjalan aku tau.. kalau gak ada dia mana bisa aku beli barang-barang branded. Kamu tenang saja, setelah aku berhasil menguasai semua hartanya, aku akan pergi meninggalkannya, karena hanya kamu yang aku cinta." jelas Angel panjang lebar.


"benarkah?."


"tentu saja. Kamu jangan khawatir, oke. Love you.." Angel mengecup sekilas bibir pria yang senantiasa masih mendekapnya.


"kalau kamu bener cinta sama aku, satu ronde lagi ya.."


"apapun yang kamu mau sayang.."


Diluar Dean semakin geram menahan amarahnya, tidak menyangka ternyata kekasihnya yang selama ini ia rindukan, tega mengkhianatinya dan hanya menginginkan hartanya saja.


Urat lehernya pun semakin kentara terlihat. Satu tepukan dibahunya tak dapat membuat ia tenang sedikitpun.


"tenanglah Dean.." seru Semmy.


Tanpa aba-aba Dean menendang pintu yang berada di depannya dengan keras, membuat seseorang yang berada didalam sana terlonjak kaget.


"Dean!!." pekik Angel, kaget dan takut bercampur menjadi satu. Susah payah ia menelan salivanya.


"mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa lagi!, kita putus!!." Dean memutar tubuhnya, dengan langkah lebar ia keluar dari apartemen Angel.


Marah, kecewa, sedih bercampur menjadi satu. Acara yang seharusnya membuat ia bahagia kini berubah menjadi nesta. Kecewa.


"Dean!!." seru Angel, ia mendorong pria yang berada diatas tubuhnya.


Dengan hanya membalut tubuhnya dengan selimut, Angel mencoba mengejar Dean yang telah melangkah menjauh.


"Dean!!" serunya lagi..


"Dean... maafkan aku.." Angel yang telah berhasil mengejar Dean sebelum keluar dari apartemennya langsung memeluk tubuh Dean dari belakang.


"lepaskan!."


"maafkan aku Dean.." Angel semakin mengeratkan pelukannya.


"lepaskan kataku!!." bentak Dean. Ia menepis kasar tangan Angel yang melingkar diperutnya.


"maafin aku.."


"aku tidak menerima barang bekas yang telah dipakai orang lain." tanpa menoleh kebelakang, Dean langsung keluar dari apartemen Angel, begitupun Semmy dan Deva yang hanya bisa mengikutinya, bingung harus bagai mana menghibur Dean.


Cukup lama mereka berputar-putar di jalanan, bingung harus kemana, sang bos mengunci mulutnya rapat-rapat.


"kita mau kemana Dean?." tanya Semmy lirih, ia sudah pegal sedari tadi mengemudi tanpa tujuan.


"Kita pulang." singkat padat dan jelas, sang bos bertitah.


Semmy dan Deva yang duduk didepan saling melirik, dari sorot matanya seolah berkata.


Yang benar saja, kita jauh-jauh pergi ke New York hanya melihat orang hot-hot diatas ranjang lalu pulang?!. arti lirikan Deva.


Si bos patah hati, mengertilah. Semmy hanya mengangkat kedua bahunya.



Angel Ananta


Seorang model yang cukup terkenal. Berusia 25 tahun. Bersifat ambisius, apapun yang ia inginkan harus bisa ia dapatkan, bagaimanapun caranya.


Seperti saat ini, ia rela digagahin seorang pria yang menjanjikan akan karirnya.


🖤


🖤


jempolmu semangatku 👍🖤😘