
Emergency!!
Semua staf rumah sakit dibuat kalang kabut dengan adanya berita bahwa tuan muda Dean Wilson mengalami sakit yang luar biasa, entah penyakit apa yang dideritanya belum ada yang tahu.
Dokter Arya selaku kepala rumah sakit sekaligus dokter pribadi keluarga Wilson dengan sigap memberikan pertolongan pada sang tuan muda yang terus saja berteriak kesakitan.
"saya tidak butuh infus ini!." Dean menepis kasar tangan dokter Arya ketika ia akan memasang jarum infus pada tangan Dean.
"agrhh... kenapa semakin sakit saja pinggangku!."
Semmy dan dokter Arya mencoba menenangkan Dean yang terus saja berteriak tak karuan, bahkan suster yang berada dalam satu ruangan itu mendadak pucat pasi, tidak berani bertindak.
"tenanglah tuan, saya sudah menghubungi tuan dan nyonya. Beliau akan segera tiba." Semmy membaringkan tubuh Dean yang mulai tenang, ia juga mengisyaratkan pada dokter Arya untuk memasang infusnya.
Selesai memasang infus pada singa mengaum, tak lupa dokter Arya juga memberi obat tidur, agar Dean bisa lebih tenang, tapi sebelum itu terjadi tiba-tiba..
"sakit, kenapa sakit lagi!! ****!! agrhh.." Dean mencekam lengan Semmy kuat, bahkan Semmy sampai meringis dibuatnya.
"Sem!!." teriaknya.
"iya tuan muda." sambil menahan sakit ditangannya.
"agrhh.. huh.. huh.. huh.." Dean mencoba mengatur nafasnya yang memburu.
Ceklek
Pintu ruangan VVIP terbuka, terlihat kedua orang tua Dean memasuki ruang tersebut.
"astaga Dean.. apa yang terjadi?!." pekik Wina.
Bantal yang berada dilantai, guling di dekapan suster, selimut yang acak-acakan, tangan Semmy yang merah seperti cakaran kucing.
Dean sendiri?, jas yang entah dimana berada, kemeja yang lecek tak berbentuk, rambut acak-acakan bak singa kelaparan, dan wajah yang terlihat pucat pasi.
Oh God, ini bukan anakku!. jerit Wina dalam hati.
"ma.." lirih Dean
"iya sayang, apa yang sebenarnya terjadi?." khawatir?, tentu saja, orang tua mana yang tidak khawatir melihat anaknya seberantakan ini?. sungguh mengenaskan.
"aku.. agrhh.. sakit.. huh.. huh.. agrhh.. rasanya tulangku mau patah semua Sem.." jerit Dean tiba-tiba.
haduh tuan.. itu nyonya dan tuan besar ada disini, kenapa anda memanggil nama saya sih... jerit Semmy dalam hati.
Dokter Arya dengan sopan mengajak tuan dan nyonya Wilson sedikit menjauh dari Dean. Ia menjelaskan semua yang terjadi pada Dean sesuai dengan apa yang Semmy katakan dan juga kejadian didepan matanya.
"jadi kesimpulannya?." tanya Wina tak sabar.
"melihat kondisi kesehatan tuan Dean beberapa bulan terakhir ini, dan juga kejadian sekarang, saya menyimpulkan bahwa, mohon maaf sebelumnya nyonya.." ragu-ragu dokter Arya mengatakannya.
"tak masalah, katakan saja!." tegas Wina.
"wanita yang tuan Dean hamil akan melahirkan." lirihnya.
"APA?!." pekik nyonya dan tuan Wilson bersamaan.
"maaf tuan, nyonya.." sesal dokter Arya.
"astaga pah, itu karma buat anakmu yang sudah menghamili anak orang, biar tahu rasa dia!." geram Wina.
Wina dengan langkah lebar menghampiri Dean yang tengah merintih kesakitan, ditariknya telinga anak nakalnya itu tinggi-tinggi.
"bagus!, biar tau rasa kamu?, jadi laki-laki jangan pengecut!, dasar banci!, sekarang tanggung sendiri akibatnya, ini semua karma buat kamu, dasar anak nakal!"
"berdoa saja, semoga cucu mama lahir dengan selamat, dan ibunya mau merawatnya dengan baik, karena jika tidak.."
"APA?!." Dean dan Semmy saling lirik, entah apa makna dibalik lirikan itu, hanya mereka yang tau.
"APA?!, mau apa sekarang?!." tantang Wina.
"agrh... sakit ma.." pekik Dean.
"rasanya pengen ngejen terus dari tadi mah, kaya mau BAB tapi gak bisa.." keluh Dean, Ia sudah lelah bolak balik ke kamar mandi hanya ingin buang hajat tapi tidak bisa.
"Henggg...."
🏠
🏠
🏠
🖤