
Kantor DWill Company..
Seorang pria tengah duduk dikursi kebesarannya. Ia meneliti beberapa berkas yang ada di hadapannya. Sesekali ia membubuhkan tanda tangannya di kertas itu.
Tok tok tok
"masuk." jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya.
Seorang pria yang berumur tak jauh darinya masuk keruangan tersebut.
"maaf tuan, diluar ada tuan Deva ingin bertemu." seru Semmy sang asisten.
"suruh masuk saja." titahnya
"baik tuan." Semmy meninggalkan ruangan itu, pergi menjalankan perintah tuannya.
Pria itu membubuhkan tanda tangannya yang terakhir ditumpukkan berkas itu. Merapikannya dan menyimpannya di salah satu sudut meja yang ada dihadapannya.
"istirahatlah Dean!, jangan terlalu memforsir kinerjamu." seru Deva yang baru saja masuk keruangan tersebut, disusul oleh Semmy.
"sem, berkas itu sudah selesai." seru Dean, menunjuk dengan dagu berkas-berkas yang ada di mejanya.
Semmy yang mengerti maksudnya langsung mengambil beberapa berkas tersebut dan membawanya pergi.
"jadi.. apa yang membawamu kemari Deva?." seru Dean setelah kepergian Semmy. Ia beralih duduk di sofa seberang Deva.
"apa kau yakin ingin ke New York menemui kekasihmu malam nanti?." tanya Deva to the poin.
"tentu saja, besok hari jadi kami yang ke dua tahun. Aku ingin melamarnya, dan kau harus ikut sebagai saksinya. Semua sudah diatur Semmy, kau tenang saja."
"oke, aku akan senantiasa mendampingi dirimu kalau begitu."
🛫
🛫
🛫
New York
Dean, Deva dan juga Sammy telah sampai di negara tujuan. Mereka langsung menuju apartemen Angel kekasih Dean.
Sengaja Dean tidak memberi tahu kedatangannya pada sang kekasih karena ia ingin membuat kejutan padanya.
"cih." Deva berdecih sebal melihat rekan kerja sekaligus sahabatnya itu tersenyum-senyum sendiri bak orang gila.
"kau lihat Sam?, tuan mu ini sudah gila." cibir Deva. Namun Dean tak mempedulikan itu.
Dean, Deva, dan Semmy sudah berteman sejak lama, orang tua Semmy dulu adalah asisten papa Dean, hingga beliau telah meninggal, kini Dean menggantikan papanya, begitupun dengan Semmy, ia juga menggantikan posisi papanya menjadi asisten Dean.
Dean Wilson
Direktur utama DWill Company. Diusia nya yang terbilang masih muda, 26 tahun, ia harus memikul beban tanggung jawab yang telah keluarganya rintis dulu, sebab itulah sikapnya kini berubah, yang dulunya ia adalah orang yang periang, kini ia lebih pendiam, tegas, dan juga kejam dalam urusan bisnis.
Mengurus perusahaan dengan ribuan karyawan itu tidaklah gampang. Memang saya tidak bertatap muka dengan semua karyawan, akan tetapi saya mempunyai tanggung jawab atas mereka semua, seperti kesehatan dan juga keselamatan dalam bekerja.
Begitu pun dengan mereka, mereka pun juga punya tanggung jawab atas pekerjaan yang mereka emban.
Itulah yang dinamakan hubungan timbal balik. simbiosis mutualisme lah. Saling membutuhkan dan saling menguntungkan.
Semmy Simorangkir
Asisten dan juga sahabat Dean. Usia 26 tahun. Sifat yang kalem dan juga ramah membuat dirinya digilai banyak wanita, terutama para karyawan Dean di kantornya.
Keluarganya berhutang budi pada keluarga Wilson. Oleh sebab itu ia lebih memilih mengabdi pada keluarga Wilson dari pada harus merintis usaha sendiri, ya walaupun ia juga memiliki beberapa usaha kecil seperti minimarket, ia tidak mengurusnya langsung. Ia lebih memilih mengutus orang untuk mengurusnya.
Deva Jovanka
Kerap dipanggil Deva. Berusia 27 tahun. Sahabat Dean dan juga Semmy. Selalu blak-blakan jika berucap, walaupun ia seorang pewaris perusahaan keluarganya, ia tak pernah membedakan kasta. Selalu tebar pesona pada kaum hawa, ia tak pernah menjalin hubungan serius pada wanita, bisa dibilang play boy lah. Suka merayu sana sini.
🖤
🖤
🖤
terimakasih atas jempolnya 👍😘