Simple But Perfect

Simple But Perfect
It's You



...Hai! Hai! πŸ–οΈ Ketemu lagi πŸ€—...


...Ingat! wajib like dan komen yah 😊...


...Maksaaaa!!!!! πŸ˜…πŸ™ˆ...


...Salam sehat, dan ......


...~ Happy Reading ~...


...________________...


Dengan segala keberanian dan ketulusannya, Kenn meraih tangan Jenn dan menggenggamnya lembut. Ia menghujani netra indah Jenn dengan tatapan sarat akan cinta.


"Apa yang terjadi diantara kita memang terlalu cepat. Tapi waktu yang singkat itu tidaklah menggoyahkan ataupun mengurangi sedikitpun rasa cintaku padamu. Karena itu, maafkanlah kesalahanku waktu itu dan izinkanlah aku untuk memperbaikinya." Kenn menjeda sejenak ucapannya. Ia menunduk dan membuka kotak kecil yang ada dalam sebelah genggamannya, mengarahkannya kepada wanita cantik di hadapannya.


"Dengan segenap hatiku, aku mau mengatakan bahwa, aku ingin menikahi kamu, berbagi seluruh dunia kecil yang aku punya sama kamu, menghabiskan sisah umurku bersama kamu, dan menjadikanmu tempat ternyamanku untuk pulang." Kenn menarik nafasnya sejenak dan melanjutkannya kembali.


"Di hadapan orangtuamu, dan seluruh keluargaku, juga para sahabat dan teman-temanmu ... aku sungguh-sungguh memintamu, Jennifer Greecia! Maukah kamu menjadi teman hidupku, menemaniku melewati setiap musim kehidupan, menjadi tulang rusuk yang melengkapi ragaku yang tak sempurna ini? Dan maukah kamu menggenggam tanganku, berjalan bersama menyusuri lorong waktu hingga usia senja menghadiahkan uban di surai kita?"


Tangan Jenn gemetar dengan isak tangis yang tak bisa lagi ditahan. Bendungan di peluk itu meluap tak terhalang, menyeret rindu yang lama menumpuk, menenggelamkan ragu yang sempat menggoyah, mengikis cemas pada tembok keyakinan yang mulai berlumut, mengalirkan sederet tanya atas kegelisahan. Hingga badai keharuan pun datang menghempaskan aneka rasa itu dan menuntun semuanya bermuara dengan rahayu pada samudera kebahagiaan.


Hal luar biasa yang Jenn syukuri saat itu ialah, ia tak lagi terjebak pada gelisah yang keparat. Sang pemilik rindu telah dengan gagahnya mematahkan kegelisahan itu, menumbangkan ragu yang semestinya tidak boleh ia biarkan tumbuh meski secuil pun.


Bodohnya aku telah meragukan cintamu. Maafkan aku ...


Jenn semakin sesegukan mengingat kesalahannya yang telah dengan naif membiarkan keraguan membiusnya. Beruntunglah cinta itu datang dengan cepat dan menyadarkannya. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ia belum mampu untuk berucap barang sepatah pun.


Kenn masih setia dengan posisinya. Ia masih menunggu jawaban atas permintaannya. Ia pun masih dengan sabar membiarkan wanita cantik itu meluapkan emosinya lewat isak.


Semua yang hadir saat itu sudah mengetahui segala rencana dan persiapan Kenn, bahkan turut membantunya. Kecuali Putri dan Rossa. Reta dan Yuni pun sudah diberitahu oleh Fio. Tapi satu hal saja yang belum diketahui mereka.


Atmosfer ruangan ber-AC itu menjadi hangat. Ada tangis bahagia serta rasa bangga yang berbaur dalam wadah keharuan.


"Jenn!" Suara Fio menarik Jenn yang masih larut dalam tangisnya. Ia menyentuh pundak temannya yang bergetar. "Kak Kenn nungguin jawaban Lo." kata Fio dengan lembut. Wanita itu kembali duduk di tempatnya, membiarkan dua orang itu menuntaskan puzzle yang mereka guguskan di perjalanan kisah mereka.


"Sekali lagi aku memintamu, Jenn! Maukah kamu menjadi pelengkap hidupku yang tak sempurna ini? Maukah kamu tertatih bersamaku menyusuri lika-liku kehidupan ini?"


Meski kedua tangan masih menutupi wajah cantiknya, tapi nampak wanita itu mengangguk.


"Lihat aku dan katakan itu, Jenn!"


Perlahan Jenn menghapus basah yang menggenangi wajahnya lalu ia pun menurunkan tangannya. Pandangan pertamanya tertuju pada kedua orangtuanya. Mengerti itu, ayah serta ibunya mengangguk dengan raut sama sepertinya. Raut haru yang berbekas embun.


Ia tersenyum lalu menundukkan pandangannya menatap lelaki yang masih setia berlutut di hadapannya. Bibir Jenn masih terlalu kelu. Yang bisa ia lakukan hanyalah tersenyum meski bulir-bulir itu masih juga rebas ria. Jenn mengangguk berulang kali dengan isak yang tertahan.


Kenn meraih sebelah tangan wanitanya. "Katakan! Katakan itu, sayang!" pinta Kenn dengan lirih.


Jenn menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskan dengan perlahan. Ia mencoba menguasai hatinya, menahan tangis yang enggan untuk berjeda.


"Gak ada alasan untuk aku menolakmu, Kak! Aku mau." ucap Jenn begitu pelan hampir berbisik tapi masih dapat didengar oleh Kenn dan yang lainnya.


Kenn tersenyum dan langsung menyematkan cincin pada jari manis Jenn. Ia tak sanggup menundanya lagi. Kenn meraih jemari lentik dan halus itu, lalu mengecupnya lembut dengan mata terpejam, menghirup kelegaan yang membebaskannya dari belenggu rindu, menikmati penantiannya yang telah berujung.


Kenn kembali membuka mata karena teringat satu hal berharga lagi dalam hidupnya. Dengan masih memegang tangan Jenn, ia menarik lembut tubuh mungil itu agar lebih mendekat. Perlahan ia melepaskan tangan Jenn dan berganti melingkarkan lengannya pada pinggang ramping Jenn, sambil masih berlutut. Kenn menatap lurus tepat di perut Jenn, setelah itu ia mendongak menatap wajah cantik yang juga sedang menunduk melihat apa yang ia lakukan. Tatapan mereka bertemu, manik itu saling terkunci, menghujani hati masing-masing dengan derasnya kasih sayang.


"Dia baik-baik saja kan?" tanya Kenn dengan tatapan yang sangat dalam. Untuk kali ini suaranya bergetar parau, nafasnya sedikit tercekat, dan lapisan-lapisan kristal tipis yang retak terlihat jelas di netra pekatnya.


Melihat itu, Jenn tahu apa yang dirasakan lelakinya. Ia tersenyum dengan begitu manis seraya mengangguk pelan.


Saat itu juga Kenn langsung menunduk bersamaan dengan kristal bening yang gugur, ia mencium perut rata Jenn, menenggelamkan wajah tampannya di sana sembari erat memeluk pinggang wanita itu.


"Terima kasih, sayang! Terima kasih! Terima kasih sudah menjaganya, dan menjaga dirimu. Kalian baik-baik saja sudah cukup untuk membuatku bahagia."


Tangan Jenn terangkat dan mengusap lembut rambut lelakinya. Sementara yang lain pun ikut menitikkan air mata kala melihat drama romantis itu.


"What???"


Pekikan serempak dari empat orang yang tengah duduk melingkar di meja paling ujung, membuat semua atensi yang tadinya hanya pada sepasang kekasih di tengah sana, kini beralih pada mereka berempat.


"Are you kidding, Jenn?" tanya Rossa yang mewakili yang lain. Tampak jelas raut tak percaya dari wajah-wajah itu.


Jenn tersenyum dan menggeleng. "Maaf yah, bukannya gak mau ngasih tau, cuman ...."


"Dia hanya menunggu waktu yang tepat. Dan inilah saatnya." sahut Fio melanjutkan perkataan Jenn yang menggantung.


Kenn berdiri dari dan merangkul pinggang Jenn. "Percayalah, gue akan menjaga dan membahagiakan dia selama nafas ini masih berhembus."


Semuanya tersenyum lalu bertepuk tangan. Tiba-tiba lantunan musik dari atas stage kembali berkumandang. Tampak Reza yang menjadi operator di depan sana. Ia memutarkan lagu romantis sesuai permintaan Kenn sebelumnya. Dan tembang It's You dari Sezairi, mengalun indah menyempurnakan momen indah Jenn dan Kenn.


Here we are under the moonlight


I'm the one without a dry eye


'Cause you look amazing


I'm sorry for whatever I've caused


Before today I knew I felt lost


But now you're my lady


So take my hands up, seen me


'Cause you've made me Into this man


I promise I'll treasure you girl


You're all that I've needed


Completing my world


You ...


You're my love, my life, my beginning


And I'm just so stumped I got you


Girl, you are the piece of me missing


Remember it now


All the times I've been alone, shown me the way


Let me hear, let me hold mine


Through that door straight to you


You're my love, my life, my beginning


It's you ...


[ It's You - Sezairi ]


Kenn membawa Jenn dalam pelukannya. Mendekap erat tubuh mungil itu, menghirup harum raga yang selalu memabukkan jiwanya.


"It's you, Jenn!" bisik Kenn dengan lembut di telinga Jenn.


Jenn melepaskan pelukannya dan menatap lelaki hebat yang telah membuatnya jatuh cinta begitu dalam. "Terima kasih sudah kembali. Terima kasih untuk kisah baru yang telah kamu ukir dalam sejarah cintaku. I love you, Kak!"


Malam itu berlalu dengan kebahagiaan tiada tara.


..._____πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž_____...


...To be continued ......


...__________________...


Segini dulu yah tayang²ku 😍


Plissssss, like dan komen yah, yah πŸ˜…πŸ™


Sampai jumpa lagi di episode berikutnya πŸ€—


Terima kasih semuanya πŸ™πŸ€—


Follow Ig author : @ag_sweetie0425