
Waktu bergulir begitu cepat, hari kian berganti dengan pasti. Ada saja yang berubah di setiap momen. Namun satu hal yang tidak pernah berubah, cinta Kenn dan Jenn. Rasa di hati keduanya semakin hari semakin besar, terpupuk oleh kesabaran, kejujuran, serta kelemah lembutan.
Seminggu berlalu sudah sejak kejadian malam itu. Kini Jenn bersama teman-temannya sudah berada di lokasi KKN, sejak dua hari yang lalu. Waktu itu Kenn turut mengantar kekasihnya itu, tentu saja atas paksaan dan rengekan sang kekasih. Saat dulu pacaran dengan Alvino, Jenn selalu tak berdaya dibuat lelaki itu, dan dia akan mengalah mengikuti semua keinginan mantan kekasihnya itu.
Kini dengan Kenn, semuanya terbalik. Kenn yang selalu dibuat tak berdaya oleh gadis itu, Kenn yang lebih banyak mengalah dan mengikuti semua keinginan perempuan yang sangat ia cintai itu. Karena bahagia Jenn merupakan ikrar Kenn, serta hal itu menjadi prioritasnya.
Baru dua hari, tetapi Kenn sudah merasakan rindu yang teramat dalam. Meski masih saja teleponan, video call-an, hal itu tidaklah cukup bagi Kenn. Dia sungguh rindu untuk memeluk tubuh mungil kekasihnya, menghirup wangi khas kesukaannya, dan ia harus berusaha menahan rasa sesak yang menyerangnya tiap detik.
Pagi ini dia terbangun dan hal pertama yang dia lakukan adalah menghubungi Jenn, ritual baru bagi keduanya. Kenn meraih ponselnya dan melakukan panggilan pada nomor yang sebulan lebih ini sudah berada di luar kepalanya.
Dering pertama saja langsung diangkat oleh Jenn. Sepertinya dia juga sedang menunggu suara yang akan menyemangati harinya.
π "Good morning, Sayangku!"
π "Hmm, Selamat pagi, Sayang! Semangat bener pagi ini,"
π "Iya dong. Ini dia semangatnya yang lagi nelpon."
π "Udah siap-siap yah?"
π "Nih udah."
π "Jangan lupa sarapan, hati-hati, dan jaga hati!"
π "Haha. Siap, Sayangku! Kalo soal hati udah tersegel ini, hehe. Kamu juga kerja hati-hati yah! I love you!"
π "Iya, Aku yang lebih mencintaimu, Jenn. Ya sudah, selamat beraktifitas, Sayang!"
π "Selamat beraktifitas juga, Sayangku. Bye."
Tut!
Sambungan telepon itu pun berakhir dengan Jenn yang selalu mengakhirinya.
Kenn pun beranjak dari tempat tidurnya, lalu mulai merapikan kamar serta seisi rumahnya. Laki-laki berparas tampan itu selalu menjaga kebersihan tempat tinggalnya, sesudah itu ia membuatkan sarapan untuk dirinya sendiri.
Setelah serangkaian kegiatan yang dilakukannya pagi itu, Kenn lalu bersiap-siap untuk berangkat kerja.
Dalam perjalanannya menuju bengkel, Kenn di cegah oleh seorang wanita di tengah jalan yang cukup sepi, tempat dimana ia dihadang malam itu. Wanita itu tak lain adalah salah satu karyawan bengkel bagian kasir, tempatnya bekerja. Melihat wanita itu yang seperti dikejar-kejar, dan sedang ketakutan, Kenn berhenti sebentar dan menghampirinya.
"May, Kamu kenapa? Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Kenn sambil pandangannya menyapu keadaan sekitar situ.
Wanita itu tanpa menjawab pertanyaan Kenn, tiba-tiba ia langsung memeluk tubuh lelaki tampan itu. Kenn tersentak dengan refleks melepaskan diri. "Sebentar aja, Kenn! Gue takut." Ucap wanita itu dengan tubuh yang gemetar, memandang Kenn penuh permohonan.
Kenn menggeleng. "Gue ada di sini, jadi Lo gak perlu takut yah," Kenn menepuk-nepuk pelan pundak wanita itu, seolah menenangkannya. "Sekarang ikut Aku, kita ke bengkel sama-sama, nanti Kamu bisa cerita masalahmu di sana aja." Lanjut Kenn, dan langsung berbalik menarik tangan wanita itu lalu menaiki motornya. Keduanya bergegas meninggalkan tempat itu, melaju menuju tempat kerja mereka.
Sesampainya di bengkel, rupanya sudah ada Farel yang datang lebih dulu. Farel mengernyit melihat dua orang yang baru saja turun dari motor.
Kenapa bisa datang sama-sama?
Bukankah mereka tinggal berbedah arah?
Batin Farel bertanya-tanya. Ia lalu melangkah menghampiri temannya, namun tatapannya penuh selidik pada karyawan bagian kasir itu.
"Tumben agak telat, Kenn?" Tanya Farel namun matanya tak lepas menyelidik si wanita yang masih saja berdiri di samping Kenn.
"Sorry, Bro! Tadi berenti sebentar di jalan, ketemu Maya. Dia ada sedikit masalah kayaknya," Jelas Kenn.
"Benar begitu, May?" Tanya Farel dengan tatapan yang tidak berubah sejak tadi.
Wanita itu risih dengan tatapan dari anak pemilik bengkel tempatnya bekerja, yang kini juga sudah menjadi atasannya. Wanita itu lantas mengangguk kaku. Dia tidak berani melihat Farel.
Kenn yang melihat suasana tidak mengenakan saat itu langsung menengahi. "Sudah, Kamu langsung ke meja kerjamu saja, May! Nanti siang Kamu bisa ceritakan masalahmu." Ucap Kenn pada Maya.
"Makasih, Kenn!" Sahut wanita itu dan langsung pergi dari hadapan dua lelaki di sana.
Farel kemudian beralih menatap Kenn penuh tanya.
"Apa sih? Dari tadi liatin orang gitu amat. Ada yang salah pagi ini?"
"Ketemu si May, di mana sih?"
"Di jalan tadi,,,, dia kayaknya lagi dikejar-kejar gitu kan. Dia ketakutan tadi. Untungnya Aku lewat di sana dan nolongin dia." Ucap Kenn menjelaskan. "Kamu kenapa sih? Curigaan lagi, iya? Ckckck," Kenn menggeleng kepalanya.
"Ngingetin apa lagi sih?! Lo ragu sama Gue? Hahaha." Kenn tergelak menanggapi ucapan temannya. "Gak ada yang bisa buat Gue jatuh cinta dan berpaling, Bro. Di mata Gue, gak ada perempuan mana pun, yang bisa mengalahkan pesona Jennku! Lo bisa liat sendiri kan?" Ucap Kenn sambil bertanya.
"Kenn, bukan itu yang Gue maksud. Gue tau banget sebesar apa cinta Lo buat Jenn. Masalahnya, kalian itu dalam pemantauan seseorang, kejadian seminggu lalu belom selesai Kenn. Gimana kalo peneror itu kerja sama dengan orang-orang terdekat kita? Bisa saja kan? Itu maksud Gue." Farel menjelaskan maksud kecurigaannya.
Kenn lantas membuang pandangannya ke meja kasir. Ia mencoba memahami perkataan Farel, serta mencerna apa yang terjadi pagi itu. Kembali ia menoleh pada Farel.
"Thanks, Bro! Selalu ingetin Gue. Gue akan lebih hati-hati lagi." Ucap Kenn.
"Ya sudah, mulailah bekerja dengan serius. Jangan mikirin Jenn terus, hehe." Kelakar Farel.
"Ck, kalo itu mah gak bisa. Justru karena inget sama dia terus, Gue jadi makin semangat tau. Apa lagi inget mau ngelamar dia, mood booster itu mah." Kedua lelaki itu tertawa bersama.
"Iyah, Gue juga nungguin Fio balik dari KKN langsung Gue bawa ke rumah. Gimana yah reaksi mama sama papa, kalo tau Fio hamil? Gue bisa dibunuh papa, Kenn." Ucapan Farel yang serius, bagai tamparan untuk Kenn.
"Jadi lelaki harus berani bertanggung jawab, jangan jadi pecundang. Yakinlah, semua akan baik-baik saja jika niat kita emang baik." Giliran Kenn yang mengingatkan Farel. Sesudah itu, mereka lalu memulai pekerjaan masing-masing.
******
Di tempat lain.
Di sebuah rumah mewah bergaya klasik, tampak suasana di sana sunyi bak tak berpenghuni, meski sebenarnya ada orang di dalam sana. Di sebuah taman kecil yang berada di samping rumah megah itu, di sana tampak seorang lelaki sedang duduk menikmati udara pagi di temani secangkir kopi.
Dia menoleh begitu mendengar derap langkah seseorang mendekatinya. Laki-laki itu tersenyum simpul menyambut anak buahnya.
"Bagaimana? Sudah berhasil? Aku harap pagi ini Kau tidak mengecewakanku!" Ucap lelaki itu dingin.
"Semua berjalan sesuai harapan Anda, Bos."
"Benarkah?!" Laki-laki itu nampak bahagia dan langsung mengulurkan tangannya hendak meminta sesuatu.
Pria bertubuh kekar di sampingnya itu lantas memberikan apa yang dimintai atasannya.
"Hahaha," Seketika dia tergelak.
"Takut juga didekati wanita lain. Rupanya dia tidak mudah untuk ditaklukkan." Ucap laki-laki itu sambil menggeser layar ponsel yang menunjukkan beberapa foto dan video yang membuatnya begitu senang.
"Kerja bagus! Tunggu perintah selanjutnya dariku." Ia kembali menyesap kopinya.
"Jangan lupa berikan kompensasi buat wanita itu. Katakan padanya, kita masih membutuhkan perannya." Tutur laki-laki itu dan bangkit dari duduknya, dan masuk ke dalam.
...________π¦π¦π¦π¦_______...
.
.
.
.
.
to be continued ...
Hay semuanya π maaf telat up lagi π
Terimakasih buat yang selalu setia nungguin Jenn dan Kenn ππ€
Author sangat berterimakasih untuk semuanya π
Selamat membaca dan jangan lupa jejak manisnya yah gans π
Please!! like, komen, rate, dan tambahkan ke favorit juga yah β€οΈ kalo punya vote juga boleh π€ atau mo kasih bunga πΉ atau kopi β juga boleh banget π€
Sampai jumpa di episode berikutnya yah gaesss π₯°π₯°π₯°π€π€π€π€
π
Ig : @ag_sweetie0425