
Angin pagi itu berhembus, menebarkan aroma segar sejuk. Menjatuhkan embun dari dedaunan, meneteskan basah yang tak berbekas. Namun menebarkan hawa dingin, yang membuat sebagian makhluk semakin tenggelam ditelan seonggok kain tebal, dan menyelam mencari kehangatan disana.
Begitupun dengan tiga gadis cantik yang masih berlayar mengarungi samudera mimpi. Yang entah sudah sejauh mana, hingga belum juga untuk berlabuh.
Ini hari minggu. Tak ada batas untuk tidur. Ini waktu yang tepat untuk menikmati kebersamaan dengan kasur, bantal, guling, dan selimut sepuasnya. Minggu adalah hari merdeka, menurut kamus besar persahabatan Jenn, Putri dan Rossa. Merdeka dari berbagai aktifitas dan tugas-tugas yang seolah menjajah dan merampasi kebebasan mereka.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Berbanding terbalik dari hunian tiga gadis yang masih sepi tanpa adanya aktivitas di sana. Kontrakan kecil sederhana yang hanya terdapat satu kamar tidur, dapur, kamar mandi dan teras kecil di depannya itu agak berisik sepagi itu. Penghuninya telah bangun merapikan tempat tidur, serta membersihkan kontrakan kecilnya. Lalu setelah itu, dia mandi dan bersiap-siap untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Ya, dia Kennand Wiradana, yang berprofesi sebagai sorang driver ojek. Sepagi ini dia sudah mendapat pesan singkat dari para pelanggan, yang sudah sering menggunakan jasanya dari berbagai kalangan. Ada mahasiswa, pelajar, bahkan pekerja kantoran. Ada pula dari kalangan ibu-ibu yang memang sengaja ingin diantar oleh driver ganteng dan ramah itu. Sekedar berbelanja sayur ke pasar. Duh, bang Kenn sampe diminati para emak-emak yah π.
Semangat jiwa mudanya selalu menyala. Bahkan sepertinya dia harus lebih semangat lagi hari ini. Berhubung kemarin dia hampir menguras semua tabungannya yang tak seberapa itu, hanya untuk memperbaiki ponsel seorang gadis sebagai bentuk tanggung jawab. Ah, gadis itu, semalam Kenn berpikir untuk mengirimkan pesan chat kepadanya namun dia urungkan. Dia pikir itu terlalu cepat. Biarlah dia menyimpan nomornya saja dulu.
"Lagian kalau gue chat, apa yang mau gue bilang ke dia? Ucapan selamat malam kah? Selamat pagi aja gitu? Ck, lebay banget, ribet ah nanti aja." Kenn bermonolog sambil memanaskan mesin motornya. Dan tak lama setelah itu, dia pun melaju meninggalkan kontrakan kecilnya.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Sementara masih di waktu yang sama. Di kota xxx, seorang lelaki tampan baru saja kembali ke apartemennya. Dia Alvino. Semalam setelah memastikan kekasihnya tertidur, lama sesudah puas memandangi wajah cantik dan damai itu, Alvino memutuskan sambungan telepon dan menghubungi teman-temannya untuk menghabiskan malam minggu mereka di club tempat biasa mereka datangi, dan ditemani wanita-wanita penghibur di sana. Dan dia baru saja kembali pagi ini, tetapi tidak sampai mabuk-mabukan seperti sebelum-sebelumnya.
Β° Flash back semalam
Club *****
"Hai, bro! Gak salah nih, Lo ngajak kita ke sini? Bukannya tadi Lo lagi galau? Kok, udah semangat aja sekarang?" cecar Diego, begitu Alvino masuk dan bergabung bersama kedua sahabatnya yang sudah lebih dulu tiba di sana dan ditemani wanita-wanita seksi.
Alvino hanya tersenyum menanggapi, dan langsung meneguk minuman dari gelas Diego yang berisi wine. Tiba-tiba seorang wanita cantik dan seksi, datang dan langsung duduk di pangkuannya. Dia tak menolak. Karena untuk itulah mereka dipekerjakan, dan hal itu juga manjadi kesenangannya. Sejurus kemudian wanita itu ingin menciumnya, namun dengan cepat dicegahnya.
"Don't do it, not for tonight!" tolak Alvino dengan tegas. "Please, sit down sweetly." lanjutnya dan dituruti wanita itu. Mereka sudah tahu seperti apa Alvino, karena sudah sering sekali ketempat dunia malam itu.
"Why? Tumben, bro. Wanita cantik dianggurin, gak seperti biasanya," lagi-lagi Diego yang bertanya.
"Not as pretty as my Jenn, she's second to none." jawab Alvino dengan bangga, sambil tersenyum membayangkan wajah damai Jenn saat tertidur tadi.
"Sudah ada kabar darinya, Vin?" dari tadi Alex baru bersuara. Seperti biasa, dia selalu mengerti suasana hati Alvino.
"Hmm, dia sudah menghubungiku tadi." katanya singkat.
"Ponselnya rusak, jatuh. Trus gak sengaja diinjak orang pas lagi jalan. Nggak hati-hati mungkin dia," jelas Alvino.
"Kan udah gue bilangin, Jenn gadis yang baik. Enggak mungkin macam-macam. Benar kan, dia hubungin Lo setelah itu? Lain kali, jangan terlalu berpikiran yang nggak-nggak kayak gitu, Vin!" kata Alex mengingatkan.
Alvino mengangguk "Thanks ya, Lex!" lantas berterimakasih pada Alex yang selalu menasehatinya, lalu meneguk segelas wine lagi.
"Kita ke tempat Lo, Lex. Udah cukup di sini. Malam ini, gue udah bahagia melihat wajahnya dan dengerin suaranya. Gue gak mau menutup hari ini dengan wajah yang lain, cukup wajah dia aja." kata Alvino pada kedua sahabatnya.
Benar, karena seharian begitu gelisah tak bersemangat, dan semua berakhir dengan damai pada malam harinya. Jadi dia tidak mau merusak malam indahnya dengan mabuk-mabukan. Tadi itu dia menghubungi keduanya hanya untuk membagi bahagianya di club itu. Tapi sepertinya hatinya berkata lain, jadi dia memilih menghabiskan malam di tempat Alex saja. Dan baru kembali ke apartemennya pagi hari.
Β° flash back off.
.
.
.
.
.
to be continued...
.
.
.
Happy reading buddies πβ€οΈ
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yah ππ₯°π₯°π₯°