Simple But Perfect

Simple But Perfect
Aneh



...Hola Budies πŸ–οΈ jumpa lagi πŸ€—...


...Jangan lupa like dan komen yah 😘...


...~ Happy Reading ~...


...___________________...


"Huh, huh, huh!"


Jenn terengah-engah dan bersandar pada pintu yang sudah ia kunci rapat, dengan kedua tangan yang menekan kuat pada bagian dadanya. Tubuhnya mendadak lemas disertai peluh yang mulai nampak di permukaan kulit putihnya. Untuk sejenak, ia mencoba merilekskan tubuhnya dan mengatur pernafasannya dengan baik.


Setelah dirasanya sudah cukup, Jenn dengan cepat berjalan ke arah tempat tidur, ia pun langsung naik dan menyembunyikan dirinya di balik selimut hangat.


Oh my God! Bagaimana kalau itu orang jahat? Gimana ini? Sayang! Aku takut, hiks, hiks!


Dalam kesendirian dan kesunyian yang menakutinya, lagi-lagi Jenn mendengar suara-suara berisik dan jejak-jejak kaki yang berlalu-lalang.


Apa rumah ini ada hantunya? Gak mungkin!


Tok, tok, tok!


"Hah?"


Jenn terkejut dan semakin takut ketika pintu kamar yang diketuk kali ini. Ingin sekali ia berteriak tetapi ditahannya sebisa mungkin dengan mengatupkan mulutnya kuat-kuat. Dengan refleks ia menarik selimut sampai menutupi rambutnya sehingga tubuh kecilnya benar-benar tertelan benda hangat itu.


Jantungnya berdetak kencang dari sistem normal kinerjanya, keringat dingin sudah menggenangi seluruh tubuhnya. Baju tidur yang dikenakannya pun seolah tercelup. Dalam ketakutannya, bibir mungilnya merapalkan doa tiada putus, berharap seorang penolong menghampiri dan menyelamatkan dirinya. Wanita cantik itu terisak dalam diam hingga ia kembali mendengar sesuatu yang semakin menambah kadar ketakutan dan kecemasannya.


Krek!


Bunyi pintu yang berhasil dibuka, lalu kembali ditutup perlahan.


"Jangan! Jangan ganggu gue! Pergi, pergi dari sini!" teriak Jenn begitu langkah kaki mendekat ke arah tempat tidur.


Wanita itu terlalu takut bahkan sekedar untuk mengintip kecil. Tanpa ia sadari, seseorang menarik selimut yang membungkusnya dalam sekali tarikan dan ...


"Aaaaaaaakkkkkhhhh!" pekik Jenn dengan keras.


"Taraaaaaa!"


"Selamat datang kembali di istana kita, Mini sayang!"


Putri dan Rossa kompak memekik kegirangan menyambut kembalinya sahabat kesayangan mereka. Keduanya kini berdiri di bibir ranjang


"Huaaaaa!"


"Loh, kok malah nangis?" tanya Putri tanpa dosa.


"Hiks, kalian jahat! Kalian nakut-nakutin gue. Huuaaaa," ucap Jenn disela-sela isak tangisnya.


"Yah, kita kan cuman mo nge-prank doang. Kan buat nyambut Lo juga," tutur Putri tak mengerti.


"Prank-nya gak asik, ekstrim tau gak? Jantung gue mau copot tadi, hiks," gerutu Jenn yang masih saja terisak.


"Lah, biasanya juga ... Aish, sudahlah. Gue kangen banget tau," ucap Putri yang langsung menghambur memeluk sahabatnya.


"Gue juga woe," seru Rossa tak mau ketinggalan. Ia pun langsung memeluk Jenn dari sebelah.


Ketiga gadis itu ... Eh, salah! Jenn bukan lagi gadis 🀭 yang gadisnya cuman dua, Rossa dan Putri. Ketiga orang itu lalu berpelukan layaknya Teletubbies.


"The amount i miss you, bebs!" ucap Rossa yang mengeratkan pelukannya.


"Hiks, pikir gue gak apa? I need your hug," lirih Jenn manja.


Putri melerai pelukannya dan menatap Jenn dengan intens.


Ada apa dengan dia? Sepertinya ada yang salah. Pulang KKN kok kayak aneh.


Batin Putri sambil terus menatap Jenn dengan pikiran yang dipenuhi berbagai tanya. Sementara dua orang itu masih saja berpelukan melepas rindu setelah sebulan lebih ini tak bersua. Rossa yang menyadari tingkah Putri saat itu pun menyudahi acara peluk-pelukan mereka, lantas bertanya.


"Ada apa?" tanya Rossa dengan kening yang berkerut.


Jenn ikut pun bingung menatap Putri.


"Lo gak nyadar emang?" Bukannya menjawab, Putri malah balik bertanya.


"Apanya sih? Sadar, sadar ... Dari tadi juga gue sadar kok. Emang gue lagi pingsan? Gue mabuk? Gue nge-fly gitu?" cerocos Rossa.


Jenn ikut mengangguk-anggukan kepalanya seolah setuju dengan pernyataan Rossa.


"Bukan itu, maksud gue ...." Putri seolah ragu untuk meneruskan kalimatnya, ia beralih menatap Jenn.


"Nah ini, nih. Dia aneh tau gak, Sa. Gak kayak biasanya deh. Tadi kan dia ketakutan, cengeng, nangis-nangis, sekarang jadi galak. Padahal Lo tau, ini anak gak prnh takut, gak pernah cengeng. Dia kek bukan Mini-nya kita deh," jelas Putri pada Rossa, tetapi melirik horor ke arah Jenn.


Rossa yang sepertinya mulai sadar, ikut menatap Jenn dengan intens. Ia memindai sahabatnya itu dari ujung rambut sampai ke bawah. Sejenak Rossa terdiam dan mulai merenung mengingat kebiasaan sahabatnya dan membandingkannya dengan yang sekarang.


"Aneh gak? Aneh gak? Aneh lah, kan? Iya kan?" tanya Putri dengan gencar.


"Ho'oh. Aneh, beda. Apa desa itu sudah mempengaruhi Lo sekarang?" tanya Rossa pada Jenn.


Meskipun gugup dengan tatapan intimidasi dari dua sahabatnya, tetapi Jenn mencoba tenang dan membuat semuanya seolah biasa saja.


Si cantik itu memutar bola matanya malas. "Apaan sih kalian? Gue ini perempuan. Takut, nangis, cengeng itu wajarlah. Udah ah, gue mau makan. Jangan bilang kalo kalian gak masak yah," ucap Jenn yang balik mengancam dua sahabatnya.


"Udah siap dong, Ayo kita makan!"


Ketiganya lalu keluar dari kamar menuju dapur untuk makan bersama. Sampai di sana, Jenn mematung di tempatnya begitu melihat menu makan yang tersaji. Aromanya saja sudah mengganggu indera penciumannya. Di sana tersaji ayam kecap, bihun goreng, cah kangkung, dan sepiring nasi goreng kesukaannya yang dibuatkan khusus oleh Putri.


Jenn menatap makanan itu tanpa selera sedikit pun. Ingin protes, tapi ia tidak mau mengecewakan dua orang itu, dan juga ia tidak mungkin memperlihatkan kondisinya yang sekarang untuk mereka. Dengan menahan segala gejolak yang sudah sangat mengguncang perutnya, Jenn perlahan menarik kursi dan duduk.


"Tunggu apalagi, bebs? Ayo dimakan! Mau gue suapin?" tanya Rossa yang melihat Jenn seperti kebingungan.


"Nih, gue buatin nasgor kesukaan Lo," ucap Putri yang langsung menyodorkan sepiring nasi goreng didepannya.


Jenn tersenyum canggung menerimanya, tetapi kemudian pandangannya menyapu seluruh meja makan itu dan ia melihat sebotol sambal sasa ekstra pedas di sudut meja. Tangannya terulur mengambil botol itu lalu membukanya dan menuangkan pada sepiring nasi goreng di depannya, dengan takaran yang tidak sedikit.


"Hei, what are you doing, Jenn? Lo ... Akh, liat kan? Dia aneh lagi." Putri benar-benar tidak mengerti dengan keanehan sahabatnya.


"Kenapa disambelin, Jenn? Bukannya Lo gak suka pedas yah?" tanya Rossa yang juga heran.


"Selama di desa, gue jadi suka makan pedas," ucap Jenn dengan senyum terpaksa lalu mengaduk mencampur sambal itu dengan makanannya.


"Tapi itu kebanyakan, nanti Lo sakit perut, Jenn." Putri tidak senang dengan perubahan sahabatnya.


Nah, kan? Desa itu membawa pengaruh gak baik buat dia!


Ketiganya lalu memulai acara makan malam dengan Rossa dan Putri yang jelas bahagia karena telah berkumpul kembali, sedangkan Jenn yang tersiksa dengan rasa mual-nya. Sesendok demi sesendok ia masukan ke dalam mulutnya, dan memaksa untuk tetap mengunyah dan menelan makanan itu.


Di samping itu, kedua sahabatnya menceritakan kembali kerjaan mereka yang menyiapkan prank untuk Jenn. Si cantik itu hanya mendengar tanpa berniat menanggapi karena menahan sesuatu di dalam perutnya sedang bergejolak hebat.


"Ngomong-ngomong, kenapa Lo dianterin Reza sama Fio? Emang kak Kenn kemana? Kok gak jemput Lo?" Rossa memberondong Jenn dengan pertanyaan yang menohok.


"Uhuk, uhuk."


Putri dengan cepat menyodorkan segelas air putih untuk Jenn yang tiba-tiba tersedak.


Gluk, gluk, gluk!


Segelas air itu langsung tandas dihabiskan oleh Jenn.


"Udah?" tanya Putri yang diangguki oleh si cantik itu.


"So, kak Kenn kemana?" tanya Rossa sekali lagi.


"Hiks, dia gak ad ... Hummpph."


Jenn refleks berdiri dengan kedua tangan menutup mulutnya. Secepat kilat ia berlari menuju wastafel, dan memuntahkan isi perutnya yang baru saja terisi makanan itu.


"Jenn!"


Kedua sahabatnya berteriak berbarengan.


..._____πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦_____...


...To be continued ......


...__________________...


Terima kasih sudah mampir di karya receh ini πŸ™


Jangan pada bosen yah gaes πŸ€—


Jangan lupa tinggalkan jejak manisnya juga yah. Author sangan membutuhkan dukungan kalian semua πŸ™πŸ€—


Sampai jumpa di episode berikutnya 😘


Jangan lupa follow πŸ‘‡


Ig : @ag_sweetie0425