
Ini sabtu. Ingin sekali rasanya tidur berlama-lama. Tapi, mengingat adanya rapat bersama para anggota dalam organisasi kampus, yang merangkum Jenn and the geng-nya, bersama mahasiswa yang lain. Membuat gadis cantik itu mau tak mau harus bangun dan bersiap-siap.
Hanya Jenn. Tidak dengan keduanya sahabatnya. Mungkin inilah yang membuatnya selalu malas, jika kemana-mana tanpa kedua orang itu. Meskipun disana masih ada geng-nya yang gesrek.
"Ck, males banget deh" ngantuknya masih on, maybe.
"Sudah sana mandi, ntar pulang bisa lanjut tidurnya" ucap Rossa.
"Maless mamii" rengek Jenn. "Apa lagi liat mukanya kak Dion, yang sok keren itu. Tambah males gue" sambungnya dengan raut cemberut.
"Lah, Lo kan pergi sama Alvino. Pasti dia nggak bakal sok ganteng lagi. Secara, saingannya berat. Pastinya dia insecure tuh" ucap Putri sambil tertawa kecil. Mengingat hari-hari lucu, dimana lelaki itu mengejar-ngejar sahabatnya yang playgirl.
"Oh iya, gue lupa ngasih tahu Alvino lagi. Bentar, gue telepon dulu"
Jenn mengambil ponselnya dan melakukan panggilan suara pada nomor kekasihnya. Belum ada yang menerima panggilannya. Gadis itu mencoba sekali lagi.Kali ini berhasil.
"Morning, bi"
"Hmm. Morning, hon" seseorang menjawab dengan suara serak dan berat.
"Masih ngantuk ?"
"Hmm"
"Bangun, bi. Temenin aku dong" ucap Jenn manja.
Ah, Alvino senang mendengar rengekan manja gadisnya seperti ini. Alvino tersenyum, meski matanya masih terpejam. "Mau kemana hmm ?" tanya Alvino lembut.
"Mau ke kampus, ada rapat bentar jam 10. Bangun dong, bi." paksa Jenn.
"Jam berapa ini ?"
"Jam 8.30, ayo bangun. Aku tungguin nih"
"Hm ! Baiklah, ratuku. Tunggu, beberapa saat lagi aku datang" Alvino terpaksa bangun memenuhi permintaan gadisnya.
"Thank you, bi. I love you" ucap Jenn senang.
"Hmm" sengaja menjawab malas.
"I love you, bi"
"Iya, aku mandi dulu yah" tersenyum, pura-pura tidak peduli.
"Aarrg, Alvino" mulai merengek
"Apa lagi honey ? Ini aku mau mandi nggak nih ? udah nggak jadi ?" setengah mati menahan tawa.
"Ih, tahu ah. Nyebelin, kamu pura-pura kan ? Sengaja kan ? aku nggak akan pernah lagi ngomong kayak tadi" mulai ngambek.
Dan pecahlah tawa Alvino dari balik telepon. Dia senang, berhasil mengerjai kekasihnya pagi-pagi.
"Coba saja ? Emang bisa nggak ngomong kayak tadi ? Aku jamin, kamu tidak akan pernah bisa berhenti mengucapkanya, honey" ucap Alvino dengan sisah-sisah tawanya.
"..."
"Yakin nggak mau ngomong lagi ?"
"..."
"Ya udah, aku mandi, tapi bukan ke situ ya. Aku balik sekarang. Bye"
"Jangan bi. Kamu jahat, mau ninggalin aku secepat itu ?"
"Ya, habis ... "
"I love you, Alvino nyebelin" Jenn berteriak, antara kesal dan gemas.
"I love you too more, more, and more, my Jenn" Alvino tersenyum dan berucap lembut. Selalu berhasil meluluhkan hati seorang Jennifer.
Clear ! Keduanya bersiap-siap.
Jenn sudah tampil cantik dengan kaos couple berwarna putih dengan tulisan 'Queen' dibagian depan. Yang kemarin dibelinya bersama Alvino. Dipadukannya dengan rok mini lipit tartan kotak-kotak berwarna navy. Tak lupa sneaker dan juga tote bag. Rambutnya diikat asal. Jenn tidak pernah menggunakan make-up. Dia cukup memakai bedak tipis dan sedikit lip balm berwarna natural. Gadis cantik itu selalu mempesona dengan aura naturalnya.
"Ciee, yang punya baju couple" goda Putri.
"Yoii, ntar kita pake yang punya bertiga juga yah" ucap Jenn tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.
Tak lama setelah itu, terdengar bunyi klakson di depan rumah.
"Bye, sayang-sayangku" Jenn berpamitan pada dua sahabatnya.
Jenn bergegas keluar dari rumah dan menemui sang kekasih yang sudah menunggu. Dia tersenyum melihat kekasihnya menggunakan baju yang sama dengan dirinya. Bertuliskan 'king' di bagian depannya. Padahal, mereka tidak janjian sebelumnya.
"Kontak batin yah, bi " ucap Jenn begitu masuk dalam mobil, duduk di kursi samping kemudi.
"Aku udah ngeramal sebelumnya" canda Alvino sambil kembali menjalankan mobilnya menuju kampus.
"Hm, kita akan menikah, punya lima anak, dan hidup bahagia selamanya" ucap Alvino yang sontak membuat Jenn terbahak.
"Hahaha, lima ? nggak kebanyakan itu, bi ?" tanya Jenn disela-sela tawanya.
"Malah masih kurang, honey. Itu di korting dikit aja" jawab Alvino. Menoleh dan mengedipkan matanya. "Aku sayang sama kamu, terlalu kecil soalnya" sebelah tangannya terangkat dan mengusap kepala Jenn.
"Kalo sayang ya, di korting banyak dong. Jangan sedikit. Dua juga udah lebih dari cukup" Jenn merasa kikuk dengan ucapannya sendiri. "Ih, ngapain juga bahasnya kesini sih ? bahas yang lain, akh" sambung Jenn.
"Tadi kan mau ramalan. Aku harap, ramalanku tepat dan nggak meleset" Alvino tersenyum, membayangkan masa depannya bersama sang kekasih. Ya, Jenn adalah salah satu tujuan hidupnya. Salah satu impian terbesar dalam hidupnya.
"Stop it, bi. Kita fokus dulu untuk nyelesain study, baru kita mikir kesana, ok ?"
"Siap ! tapi aku ikut masuk ya, hon" ucap Alvino ketika membelokkan mobilnya masuk ke area parkiran kampus.
"Masuk kemana ? di depan ruangan aja, tapi"
"Baiklah, aku jadi bodyguard nya hari ini" Alvino terkekeh.
Lelaki tampan itu keluar dari mobilnya, berjalan memutar kesamping dan membuka pintu untuk sang kekasih.
"Silahkan ratu" Alvino sedikit membungkuk dengan sebelah tangan didadanya.
Jenn tertawa melihat tingkah lelakinya. "Apaan sih, bi. Lebay banget deh" Jenn pun keluar dari mobil dan berjalan menuju ruang rapat dengan Alvino yang menggandeng tangannya mesra.
Kedatangan pasangan itu, sedikit banyak menyita perhatian penghuni kampus. Kebetulan hari sabtu, kampus itu tidak begitu ramai. Jadi, pasangan itu terlihat sangat mencolok disana.
Jenn yang memang seorang primadona dikampusnya, tak lagi heran jika kehadirannya selalu mengundang perhatian. Apalagi saat ini, dia digandeng seorang lelaki tampan yang kemarin wajahnya sempat viral dikalangan mahasiswa universitas xx itu.
"Gini amat ya, jalan sama bintang kampus" Alvino menggoda kekasih.
"Ck, kalo bintang dihati kamu sih, iya" keduanya tertawa, membuat banyak orang disana iri melihat mereka.
Keduanya tidak peduli dengan tatapan serta bisik-bisik yang terdengar, mengantar perjalanan mereka saat itu. Begitu tiba didepan ruangan, seorang pria dengan gaya sok keren ingin menghampiri Jenn dan menyambutnya. Namun kemudian di urungkan, ketika melihat sosok lelaki tampan yang menggandeng tangan Jenn.
"Eh, selamat pagi Jenn" sapa Dion kikuk begitu melihat Alvino. Benar kata Putri. Laki-laki itu merasa malu dan tidak bertingkah sok-sokan lagi kali ini.
"Pagi juga, kak" Jenn membalas sapaannya sekilas dan beralih manatap Alvino. "Tungguin disini yah, nggak bakal lama kok.
Alvino mengangguk, kemudian sedikit menunduk menatap kekasihnya "Jangan macem-macem didalam. Banyak yang liatin kamu dari tadi" lantas secepat kilat memberikan kecupan dipipi gadis itu. Sengaja mempertegas bahwa Jenn adalah miliknya. Tentu saja pemandangan itu ibarat tamparan bagi kaum adam disana yang memuja gadis cantik itu.
"Aaaakkkh, OMG !!! keuwuan macam apa ini Jenn ?" Maureen dan yang lainnya dibuat histeris melihat adegan itu.
Jenn yang malu pun langsung memukul pundak Alvino sedikit keras. Lelaki tidak tahu malu itu hanya terkikik melihat raut cemberut sang kekasih.
"Aku malu, bi" ucap Jenn menyembunyikan wajahnya dibalik lengan besar Alvino.
"Kenapa ? biarin. Biar mereka tahu. Kamu cuman milik aku" jawab Alvino santai.
"Haduh, jiwa jomblo gue meronta-ronta. Tanggung jawab kalian berdua" celetuk Reta yang sudah berdiri didepan keduanya.
"Iya. Ih, nggak kasihan apa liat kita yang jomblo ini ? Pasangan nggak ada akhlak memang" Yuni ikutan nimbrung.
Keduanya hanya tertawa kecil menanggapi ucapan-ucapan itu. Sesudah itu, Alena mengajak semuanya masuk.
Namun langkah Jenn tertahan begitu melihat seorang gadis berdiri sedikit jauh dibelakang teman-temannya. Gadis itu menatap Jenn dengan tatapan datar.
Tadi masih sempat-sempatnya nanyain dia juga, kak ! Berhentilah sebelum kakak semakin terluka.
Jenn yang melihat gadis itu, membuatnya teringat seseorang yang sudah menolongnya malam itu.
Maaf, belum sempat mengucapkan terimakasih untuk kakakmu. Semoga dipertemukan lagi dengannya, ketika tak ada Alvino disamping.
Jenn tidak tahu, bahwa suara batinnya itu akan menjadi doa yang sama, yang mungkin juga di semogakan oleh seseorang.
.
.
.
to be continued...
Happy reading buddies πβ€οΈ
________
Maaf readers Terβ€οΈ atas slow update-nya π€ biar selow tapi tiap hari pasti up kok π
Oh ya, jangan lupa follow Ig authtor di bawah ini yah π
@ag_sweetie0425
Thinkyuuuw semuanya yang udah mampir πππ