Simple But Perfect

Simple But Perfect
Istana Kita



Dear Readers πŸ’Œ


Gaes, makasih banget yah udah mampir di karya receh ini πŸ™ Otor seneeeeenggg banget 😊 Tanpa kalian otor hanyalah butiran debuh 🀧 Jadi ... otor minta, kalo boleh tolong tinggalkan jejak kalian yah πŸ™ Gak mulukΒ² kok, cuman komen dan like aja πŸ˜” Terima kasih buat Readers setia STP πŸ™ Terima kasih atas dukungannya πŸ€— Sekian curhat dari otor 🀭 Love you all, guys! 😍


.......


.......


.......


...~ Happy Reading ~...


...___________________...


.......


.......


.......


Jenn membuka mata dan ia bingung melihat keadaan di sekelilingnya yang tampak begitu asing. Wanita cantik itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu berputar dan menyapu sekitarnya dengan pandangan penuh tanya. Kakinya ingin sekali melangkah menyusuri tempat itu, tapi hati kecilnya ragu.


Karena kebingungan, si cantik itu memilih diam di tempat dengan mata yang terus memperhatikan sekitarnya, hingga tatapannya terhenti pada satu objek yang seolah menjadi jawaban atas pertanyaan di dalam benaknya.


Wanita itu terbelalak, ia terlonjak senang dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan. Masih dengan keterkejutannya, ia menoleh ke arah sang suami yang hanya diam dan menatapnya dengan senyuman hangat penuh cinta.


"Ini ...." Jenn tak mampu untuk berkata-kata.


Ia melangkahkan kakinya mendekat pada objek yang mengejutkannya. Sebagian dinding yang dipenuhi foto-foto dirinya dan juga foto bersama sang suami semasa pacaran, semua terpampang di sana. Lengkap dengan sebaris kata-kata yang membentuk sebuah kalimat indah 'Selamat datang di istana baru kita, Ratuku!'


Benar, saat ini mereka tengah berada di sebuah rumah. Rumah sederhana yang merupakan kejutan dari Kenn untuk istrinya.


Rumah minimalis identik dengan furnitur sederhana dan posisi yang tersembunyi. Rumah minimalis satu lantai itu terdiri dari tiga kamar tidur yang dilengkapi dengan lemari minimalis built-in pada tiap-tiap kamar sehingga membuat kamar tidur akan terlihat lebih lapang dan rapi. Adapun dua kamar tidur dilengkapi dengan kamar mandi di dalamnya. Ada juga teras dan ruang tamu yang tidak begitu luas, sedangkan ruang keluarga dibuat menyatu dengan dapur dan ruang makan. Di bagian belakang rumah, ada area yang cukup besar untuk bersantai atau kumpul-kumpul. Di bagian depan ada garasi yang tidak terlalu luas.


Rumah minimalis dan sederhana itu didominasi oleh warna white and gray, serta telah diisi dengan sebagian perabotan sederhana dan home theater.


Jenn terharu membaca rangkaian kalimat sederhana yang terdapat pada dinding itu. Tangannya terulur menyentuh foto-foto dan setiap kata di sana. Ia tenggelam dalam luapan bahagia hingga ia bingung ingin mengekspresikan rasanya seperti apa. Tanpa sadar mata indahnya berembun dan sebulir air mata luruh dari sana. Tiba-tiba sepasang tangan kekar dari arah belakang melingkar di perutnya menyadarkan Jenn, dan cepat-cepat ia langsung menghapus jejak basah itu.


"Selamat datang di istana kita, Sayang!" bisik Kenn sambil memeluk erat tubuh mungil Jenn.


Wanita cantik itu berbalik menghadap suaminya, ia lalu menengadah menatap wajah tampan yang telah membawa warna-warni baru dalam hidupnya.


"Kenapa harus kejutan ini, Sayang?" tanya Jenn dengan suara lembutnya.


"Kenapa?" Kenn mengerutkan keningnya. "Gak suka?" sambungnya lagi.


"Bukan, Sayang! Tapi Ini ... bukannya mengeluarkan banyak biayanya? Ini ... ini berlebihan, Sayang! Aku ...."


Cup!


Ucapannya terhenti dengan satu kecupan di bibirnya dari Kenn.


"Senyum dan kebahagiaanmu terlalu berarti dan jauh lebih mahal dari semua ini. Karena itu, apapun akan aku korbankan untuk bahagiamu." Kenn mengusap pipi Jenn dengan sebelah tangannya. "Dan ... ya, aku memang orang yang kurang, gak punya apa-apa. Tapi untuk mencintai kamu tidak boleh kurang sedikit pun, aku akan selalu berlebihan dalam mencintai kamu." Menatap bola mata Jenn begitu intens dan dalam. "Jangan tanyakan lagi kenapa, karena semuanya aku lakukan hanya untuk kamu."


"Tapi kan sayang kontrakan yang lama, aku juga nyaman kok di sana, Yang!" Jenn masih saja mempermasalahkan kejutan dari sang suami yang dianggapnya berlebihan. "Kamu gak perlu membuang-buang uang untuk semua ini. Aku ... aku selalu bahagia sama kamu tanpa perlu kamu ngelakuin semua ini," ucap Jenn membalas tatapan suaminya tak kalah intens.


"Dengar, Sayang! Waktu itu aku masih sendiri jadi kontrakannya kecil. Sekarang udah ada kamu, bentar lagi malaikat kecil kita juga hadir." Sekarang tangan Kenn mengelus perut istrinya yang masih rata. "Gak mungkin aku biarkan kalian tinggal di tempat sekecil itu," jelas Kenn.


Meski hunian yang sekarang tidaklah begitu luas, tapi setidaknya lebih baik dan cukup besar dari kontrakannya, dan yang lebih penting bisa untuk di huni beberapa orang.


Gemas melihat tingkah istrinya, tangan nakal Kenn mencubit hidung bangir wanita itu sedikit kuat hingga meninggalkan tanda merah di sana.


"Auh, sakit, Yang!" sungut Jenn.


Kenn terkekeh. "Lucu banget sih, istriku. Udah mau jadi mama juga, masih aja kayak anak kecil." Kenn tertawa di akhir kalimatnya.


"Ck, tadinya iya masih anak-anak, tapi kamu ngajakin buat anak, jadi udh gak anak-anak lagi sekarang," ucap Jenn dengan wajah cemberut.


Kenn semakin tertawa renyah. "Jangan mancing-mancing dulu, Sayang. N'tar malam aja yah!" Kenn mengedipkan matanya genit, yang sukses membuat Jenn melayangkan pukulan di dadanya.


"Mesum!" seru Jenn.


"Biarin, sama istri sendiri. Lagian cuman sama kamu doang kek begini kok," ucap Kenn lalu merapatkan kembali tubuh istrinya dengan kedua tangan yang kini meraih pinggang wanita itu.


Jenn tersenyum lagi. "Iyah, aku tau! Btw ... aku bisa kan ngajakin ayah, kedua ibuku, sama Kay, sesekali nginap di sini?" tanya Jenn.


"Justru itu salah satu alasannya, Sayang! Aku tau kamu bakal merindukan mereka, juga teman-teman kamu kalo ingin main dan nginap, boleh! Karena itu aku nyiapin semua ini," jawan Kenn.


Jenn semakin melebarkan senyumnya. Ia begitu bahagia mendengar jawaban sang suami yang seolah selalu tau yang ia inginkan. "Aaaaa ... suami siapa sih ini? Baik banget sih ... makasih, Sayangku!" Jenn kegirangan dan memeluk suaminya begitu erat meluapkan rasa senangnya.


Kenn membalas pelukan sang istri tak kalah erat.


"Maafkan aku yang tak sempurna ini, Jenn! Hanya ini yang bisa aku kasih buat kamu," bisik begitu lirih di telinga istrinya.


Jenn melepaskan pelukannya lalu kembali menatap sang suami. "Hey, Ngomong apa sih? Kata siapa kamu tak sempurna?" tanya Jenn sambi menangkup wajah sang suami dengan kedua tangan mungilnya. "Listen! Kamu lelaki sempurna yang dikirim Tuhan buat aku. Kamu sempurna di mataku tanpa perlu pengakuan dari yang lain." Meski ucapannya lembut tapi tegas.


"Terima kasih sudah mencintaiku dan menerima kekuranganku! Aku gak mau janji banyak hal sama kamu, dan mungkin juga gak bisa janji apa-apa. Tapi satu hal yang bisa aku jaminkan, kamu akan selalu tersenyum bahagia. Aku akan selalu berusaha membahagiakan kamu dengan kekurangan aku, Jenn!"


Kenn lalu mengecup kening istrinya lama dan dalam.


"Kita akan memulai semua kisah perjalanan kita yang baru di tempat ini, di sini, di istana kita!"


Kenn lalu mengajak Jenn untuk kembali menyusuri setiap ruangan dan setiap sudut hunian baru mereka. Tampak wanita itu senang dengan semua yang sudah disiapkan suaminya.


Prangggg!!!


Dalam keseriusan dan keseruan sepasang suami-istri itu, tiba-tiba suara benda yang jatuh dari arah depan mengagetkan mereka. Kenn dan Jenn saling pandang dengan bingung.


"Siapa di sana?" tanya Kenn dengan nada sedikit keras. Ia merasa sepertinya ada orang lain selain mereka berdua di rumah itu. Ia cepat-cepat berlari keluar ingin mencari tahu, tapi tak ada seorangpun di sana.


"Siapa, Yang?" tanya Jenn yang baru saja ikut keluar ingin melihat apa yang terjadi.


Kenn mengedikan bahunya. "Gak ada siapa-siapa, Sayang! Masuk yuk!"


Kenn langsung menarik tangan Jenn dengan lembut dan membawanya kembali masuk, tetapi sesekali ia menengok ke belakang melihat ke luar.


Gue kok yakin banget yah, tadi ada orang di luar sana.


..._____☘️☘️☘️☘️☘️_____...


Segini dulu yah gaes πŸ€— Terima kasih buat yg sudah bersedi mampir.


Jangan lupa like dan komen yah 😍


Dukung STP terus yah πŸ™πŸ˜‡


Follow Ig author : @ag_sweetie0425