
π Beberapa rasa memang harus dibiarkan menjadi rahasia. Bukan untuk di utarakan, tetapi di syukuri keberadaanya π _Jennifer Greecya_
Gadis cantik bertubuh mungil itu, akhir-akhir ini kerap dibuat nyaman dengan kehadiran seorang lelaki tampan yang baru saja dikenalnya beberapa waktu lalu.
Entahlah ! setiap kali bertemu dan menatap sosok itu, Jenn selalu saja tak mampu berkata-kata. Jangankan adanya perjumpaan. Mendengar atau hanya melihat sesuatu yang berhubungan dengannya saja, bagian dirongga dada Jenn sudah bergetar aneh.
Seperti pagi ini. Jenn ingin bersiap-siap ke kampus. Gadis itu membuka lemari pakaiannya hendak memilih baju apa yang akan cocok dipakainya untuk hari ini. Namun belum juga sempat memilih, gadis cantik itu sudah terpaku. Tatapan pertamanya jatuh tepat pada sebuah jacket taslan berwarna hitam, yang tergantung rapih didalam sana. Netra pekatnya menyoroti benda hangat itu dengan lembut. Seketika perasaan aneh menggelitik hatinya. Kemudian tangan kecilnya terulur dan menyentuh benda itu. Ujung bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman kecil. Sekali lagi getaran aneh mengusik jiwanya, dan sekelebat rasa nyaman merembes hingga ke hatinya.
Kejadian beberapa waktu lalu yang sudah terekam indah diingatannya, kambali berputar seperti tayangan ulang.
Walaupun kemarin gue kesel sama Lo, gak menutupi bahwa Lo baik selama ini. Dan ... Gue ... nyaman dengan semua sikap Lo ! sekali lagi makasih !
Gue gak bisa menjawab pertanyaan Putri semalam. Gue gak tau perasaan apa selama ini. Cinta ? yah, gue cinta sama Alvino. Lalu nyaman kah ? Sementara rasa itu didominasi oleh orang lain π
Jenn membatin. Dia akui, perlakuan lembut Kenn telah memberinya rasa nyaman. Mungkin kenyamanan inilah yang membuatnya kesal melihat lelaki tampan itu bersama gadis lain. Dan hal ini akan menjadi rahasia hatinya. Jenn tidak ingin menceritakan pada yang lain. Bagaimana tanggapan mereka tentangnya yang sudah memiliki Alvino ? Lalu bagaimana dengan Alvino sendiri. Tidak ! Jenn tidak ingin menyakitinya, dan tidak akan melakukannya.
Gadis cantik itu berhenti dari lamunannya. Menarik tangannya kembali dari jaket yang sejak tadi ia sentuh.
"Ah, sampai lupa waktu" menggeleng kepalanya lalu memilih baju yang ingin dikenakannya. Pilihannya jatuh pada serenity hoodie dress rajut selutut berwarna cokelat.
"Miniiii,,, ngapain aja dari tadi ? lama banget. Kita bisa telat ini" Rossa yang baru masuk mendapati Jenn baru selesai mengganti baju.
"Hehe, sorry mami. Wait, gue gak lama kok" karena sudah hampir telat, Jenn pun berdandan secepat kilat. Memoles bedak tipis dengan sedikit lip balm dibibir mungilnya. Diraihnya tas dan juga sneaker, dia pun berlari kecil menuju meja makan.
"Ckckck, heran deh ! ngapain aja dari tadi di dalam ?" Rossa geleng-geleng kepala sambil mengikuti Jenn dari belakang.
Dilihatnya gadis cantik itu tengah sibuk memakai sneaker disela-sela sarapannya.
"Selalu aja yang paling telat. Gak pernah berubah" seru Rossa dan bergabung menikmati sarapannya.
"Bukan power rangers, Sa" sahut Jenn yang sedikit kewalahan mengunyah sambil menunduk mengikat tali sneaker- nya.
Tidak membutuhkan waktu lama, keduanya sudah menyelesaikan sarapan dan hendak berangkat ke kampus. Lagi-lagi Jenn di jemput oleh Reza.
"Haish, udah nongol lagi tuh orang. Ya udah sana. Jangan telat lagi kek kemarin. Gue duluan, bye" ucap Rossa dan berlalu lebih dulu meninggalkan Jenn dan Reza.
Setelah menutup pintu pagar rumahnya, gadis cantik itu pun masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir menunggunya.
"Selamat pagi kakak ipar" sapa Reza, begitu Jenn duduk dikursi disebelahnya. Lalu ia pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju kampus.
Dengan refleks Jenn memukul punggung Reza yang sedikit berguncang karena cekikikan.
"Ih, masih pagi jangan bikin kesel dong, Za" Jenn cemberut.
"Iya, iya. Cantik banget sih kalo lagi ngambek" ucapnya menggoda Jenn.
"Ck, gak usah ngejek" Jenn menyadari sesuatu yang hampir ia lupakan. Dia lalu mengarahkan spion kearahnya untuk berkaca. Gadis cantik itu melepas ikatan rambutnya yang asal, yang belum sempat disisir. Jemari lentiknya mulai berkarya merapikan surai coklat nan indah itu.
"Belum sisiran emang ?" tanya Reza sembari terus fokus mengemudi.
"Hmm"
"Tetep cantik, gak keliatan kok. Malah lebih cantik deh kalo sedikit berantakan gitu" tutur Reza dengan senyuman.
"Gak usah modus Lo, nyetir yang bener" Jenn menyudahi kegiatan dandannya.
Reza tertawa menanggapinya. "Siap komendan. Btw gue pengen nanya ini. Siapa cowok kemarin ?" Reza diam-diam penasaran dengan sosok yang kemarin menyita perhatian Jenn.
"Cowok ? yang mana ?" bingung.
"Yang kemarin di parkiran" pertanyaan kecil dari Reza sudah membuat jantung Jenn berdebar.
Selalu seperti ini !
"Oh, bukan siapa-siapa kok" mencoba tenang. Tapi memang benar benar adanya. Dia bukan siapa-siapa untuk disembunyikan ataupun diperkenalkan. Hanya rasanya saja yang ditutupi.
"Tapi gue liat keknya kenal banget. Kalo gak, mana ada Lo natap orang asing segitunya. Mana sepertinya Lo kesel gitu" tutur Reza.
Gadis itu sedikit salah tingkah. "Apaan si. Lo salah liat kali, itu gue lagi ngelamun aja trus natapnya sembarang arah" Jenn berdalih.
"Oh, kirain" Reza memilih percaya. Padahal sebenarnya tidak sama sekali. Jelas dia melihat ada yang berbeda dari sikap Jenn. Ada hal yang disembunyikan dibalik senyuman manisnya.
Keduanya pun sampai di kampus.
Jenn buru-buru turun dari mobil dan berlari kecil dari parkiran menuju kelasnya yang berada di lantai dua.
"Yah, main kabur gitu aja. Gak pamit dulu kek, makasih dulu kek" sungut Reza. Lalu berjalan pelan mengikuti Jenn yang sudah lebih dulu.
Jelas saja Jenn terburu-buru. Yang pertama dia hampir telat. Dan yang kedua, dia ingin menghindari pertanyaan selanjutnya dari Reza.
Baru beberapa langkah melewati anak tangga, Jenn dibuat kaget saat berpapasan dengan dua gadis manis yang hendak turun dari tangga, yang kemarin membuatnya kesal.
"Pagi kak Jenn" sapa keduanya kompak dan sopan.
"Pagi" singkat Jenn disertai senyuman. Ciri khasnya yang ramah serta friendly tidak pernah hilang meskipun sempat dibuat kesal. Sekilas Jenn dan Fanya saling melempar pandangan saat ketiganya saling melewati. Jenn terus menaiki anakan tangga dan menuju kelasnya. Sebaliknya kedua gadis itupun terus menuruni tangga itu.
Ngapain dia dari atas ? anak mana sih ?
________________
Nayla mengedikan bahunya. "Mana gue tau. Orang barusan kenal juga. Maybe karena sifat cueknya kali yah" ucap Nayla dengan berpendapat.
"No ! Lo liat kak Jenn tadi ?" bertanya lagi.
"Yups, liat. Kenapa emang?"
"Nah, menurut Lo kak Jenn orangnya gimana ?"
"Hm,,, cantik, baik, ramah, pinter, friendly apa lagi yah ? pokoknya gitu lah"
"Kayaknya Lo kurang dua poin deh, Nay"
"Maksudnya ? Lo dari tadi nanya-nanya gak jelas, apa si. Jangan main teka-teki dong" seru Nayla.
"Intinya, Lo kalo mau dapetin hatinya kak Kenn, Lo harus bisa kayak kak Jenn" seru Fanya dan berjalan meninggalkan sahabatnya.
"Maksud dia apa ? mana bisa gue sama kayak kak Jenn. Beda banget kita. Palingan sama cantiknya. Yang lain gak bisa aaaa,,, Fanyaaaaa" pekik Nayla lalu menyusul Fanya ke dalam kelas.
_________
"Lo udah bikin gue penasaran dengan teka-teki Lo. Jadi sekarang Lo harus ngasih tau, apa maksudnya" bisik Nayla pada Fanya.
"Ini nih yang harus Lo usahakan. Banyak belajar biar gak begok. Masak gak paham maksud gue, hadew" Fanya balas berbisik sambil geleng-geleng.
"Makanya Lo ngo,,,"
"Kalian berdua keluar ! silahkan lanjutkan ceritanya di luar. Jangan mengganggu proses belajar" seru dosen yang berdiri di depan kelas dan memergoki keduanya yang tengah berbisik-bisik.
Tanpa bantahan, keduanya langsung berdiri meninggalkan tempat duduk mereka dan keluar dari kelas.
"Gegara Lo sih" Nayla mendapat toyoran dari Fanya.
"Apaan si, makanya jangan suka bikin penasaran" sungut Nayla.
"Ini nih, begonya Lo itu yang gak akan bisa dapetin hati kak Kenn. Ditambah Lo itu gak ramah. Ramah dan baik ke orang itu jangan milih-milih. Mulai sekarang, Lo harus rajin belajar, dan rubah sikap Lo jadi lebih baik" ucap Fanya sok bijak.
"Ih ngapain juga susah-susah. Buat dapetin kak Kenn aja gue masih bisa, tanpa harus berubah" sahut Nayla dengan tenang.
"Ckckck, percaya diri banget yah, hahaha" Fanya tertawa sebentar. "Denger Nay, saingan Lo berat. So good luck aja" lanjutnya menyadarkan Fanya.
"Siapa emang ? katanya kak Kenn belom punya kekasih. Lah kok ada saingan ?" mengerutkan keningnya bingung.
"Belom punya kekasih tapi udah punya seseorang dihati. Lo mau tau siapa ?" lebih mendekat ke arah Nayla lalu berbisik. "Kak Jenn" beber Fanya yang spontan membuat Nayla terbelalak.
"What the f**k !!! serius Lo ? gak bohong kan ?" pekik Nayla rasanya tak percaya.
"Kapan gue bohongin Lo ?" balas Fanya dengan enteng.
"Astaga Fanyaaa ! ngomong kek dari awal. Mana bisa gue saingan sama the most wanted gitu ? emang berat et dah" Nayla mendadak lemas mengetahui saingannya.
"Tenang aja, kak Jenn punya kekasih. Dan dia gak ada rasa sama sekali buat kak Kenn. Jadi Lo punya peluang kok. Ada gue Nay, santuy. Yang penting itu tadi gue bilang. Belajar dan rubah sikap Lo. Satu lagi, kak Kenn gak suka sama yang pecicilan" tutur Fanya menyemangati.
_____________________
πΉ good luck Fanya dan Nayla π€
.
.
.
.
.
to be continued ...
______________
Halo semuanya π maaf telat update lagi π€
Thinkyuuuw yah buat yang setia nungguin STP ππ
Thinkyuuuw juga buat yang udah mampir ππ
Jangan lupa Jejak manisnya yah π₯°π₯°π₯°
plis, like, komen dan rate yah π makaciiiih ππ
Selamat membaca π€πβ€οΈ
follow Ig author : @ag_sweetie0425