
...Hay'yoo guys π...
...Jumpa lagi π€...
...Jangan lupa like dan komen yah π...
...~ Happy Reading ~...
...___________________...
...*...
...*...
...*...
Atmosfer di sekitar sana berubah panas dan menyelubungi Jenn. Nafasnya seolah tercekat, bibirnya terasa kelu, seluruh tubuhnya bergetar, kala menatap sosok yang berdiri di depannya.
Rossa yang mendengar suara benda jatuh, segera berlari ke depan setelah mematikan kompor. Begitu tiba di sana, ia pun mengalami hal yang serupa dengan Jenn. Gadis itu mematung di tempatnya.
Di samping itu, dia yang sedang berdiri di depan Jenn, yang telah datang membawa kejutan besar untuk wanita itu, tersenyum lembut tanpa dosa. Ia memandangi wajah cantik Jenn dengan sorot mata yang masih sama seperti dulu, tak berubah sedikitpun.
Keningnya berkerut melihat reaksi perempuan cantik yang menjadi alasannya untuk kembali ke kota itu.
What's wrong? Tidakkah dia merindukanku?
"Honey!"
...
Hening. Hanya terdengar bunyi jam dinding yang berdenting begitu nyaring, memekik keras di telinga Jenn, seolah dengan tegas menyadarkannya bahwa, itu hanyalah suara yang datang dari masa lalu.
Jenn masih membisu, begitu pun juga dengan Rossa. Bungkamnya wanita cantik itu menghadirkan tanya berlabel ragu di benak seseorang yang kini berdiri di hadapannya.
Suara yang hampir empat bulan lalu sangat ia rindukan. Suara yang hampir empat bulan lalu menghadirkan kecewa dalam hatinya. Suara yang bertahun-tahun lalu selalu mengisi hari-harinya, kini hambar tak berdampak.
"Honey?!"
Sekali lagi suara itu memanggilnya begitu lirih, mengharapkan respons seperti yang telah terbayang sebelumnya. Ia tak lagi dapat menahan, melihat makhluk kecil itu berdiam diri. Berbulan-bulan sudah ia menahan rindu yang setinggi selangit, rindu yang seluas samudera. Menyiksanya, mencelupkannya setiap saat, hingga rasa itu kini berada di ujung hidung.
Namun, lagi-lagi Jenn masih membisu. Suara itu sudah tak lagi memiliki magnet sekuat dulu untuk menjaring semua perhatiannya. Bahkan suara itu tak lagi mampu mendebarkan. Hati kecilnya pun, tidak.
"I'm coming, Honey! I miss you so much!"
Ucapan itu terdengar jelas di telinga Rossa, tapi tidak di telinga Jenn. Suara itu seakan hilang diterbangkan angin, angin yang malah datang membawa kilasan kenangan beberapa bulan lalu.
Di pikirannya saat itu hanyalah tentang hari di mana ia menangis seharian untuk dia. Ya dia, Alvino. Sosok yang sekarang berdiri tegak di hadapannya.
Berhenti mengharapkan Alvino. Dia sekarang sudah berubah, bukan Alvino milikmu lagi. Sekarang dia milikku. Jadi mulai sekarang, berhentilah menghubungi nomor ini!
Kata-kata itu, kata-kata seorang wanita di telepon beberapa bulan lalu, yang justru terdengar nyaring di telinganya. Menggema berulang kali memekikkan kenangan pahit yang secara langsung menyentaknya.
"Aku rindu, Honey!"
Bersamaan dengan sadarnya ia dari jerat kenangan, saat itu juga kalimat keramat terucap sekali lagi dari dia yang berdiri di depannya. Kalimat yang mungkin dulu memiliki arti besar untuk Jenn, tapi tidak lagi untuk sekarang.
Perih di netra cantik wanita itu, meluruhkan setetes embun dari pelupuk matanya. Why? Jika ucapannya tak lagi berarti, seharusnya ia tak perlu menangis bukan? Lalu kenapa? Kenapa air mata berharga itu tetap menetes?
Melihat sesuatu yang mengalir dari mata indah yang dipujanya sejak dulu, mendorong Alvino untuk maju dan hendak mendekap tubuh mungil itu.
"Hon ...."
Kata dan gerakannya tertahan, bersamaan dengan telapak tangan Jenn yang terangkat tuk menghentikannya.
Mungkin ia memang sengaja ataukah hanya kebetulan? Entahlah, tapi gerakan refleks tadi mendorongnya melakukan hal yang benar, di waktu yang tepat.
"Why?" tanya lelaki itu lirih.
Tangan yang masih terangkat tepat di depan wajah Alvino saat itu, perlahan ia membalikkannya dengan pasti. Menyusul tangan sebelah pun ia naikkan dengan telunjuk yang mengarah tepat di jari manisnya. Memperlihatkan dengan jelas benda kecil sederhana yang bertakhta di jemari lentik itu.
Deg!
Giliran Alvino yang dibuat tersentak dan terpaku. Ia terpaku dengan satu pandangan yang kini hanya berpusat pada jari manis Jenn.
Jika tadi jantung Jenn dibuat seolah berhenti berdetak, kini jantung Alvino dibuat berdegup kencang tak beraturan. Gemuruh di dadanya mulai bergejolak.
"Are you kidding me?" Memilih untuk tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Laki-laki tampan berlesung pipi itu terkekeh, meski sejujurnya jantungnya sedang tidak baik-baik saja. Ia menepis semua pemikiran-pemikiran buruk yang perlahan datang mengusiknya. "Okay, kamu berhasil, Honey! Aku ter ...," ucapnya terhenti.
Tanpa sepatah kata pun, Jenn menurunkan tangannya dan berbalik menuju ruang tengah dengan langkah yang terburu-buru. Ditepisnya basah yang menetes dan berbekas di pipi mulusnya. Ia menyambar tasnya dan langsung berbalik, berjalan kembali ke depan, melewati Rossa dan Alvino yang masih mematung di sana.
Alvino tersentak dari kekecewaan yang membungkamnya. Ia kecewa karena mendapat respons yang sungguh jauh dari ekspektasinya. Saat ingin berbalik dan mengejar Jenn, sudah terlambat. Wanita cantik itu telah lebih dulu menghilang dari sana.
"Jenn!" Berlari cepat menuju pagar, tapi usahanya sia-sia. Sosok itu tiba-tiba saja menghilang dari pandangannya. Bahkan jejak pun tak ia temui.
"****!" Menendang udara dan mengumpat kesal. Kembali ia berlari ke dalam menemui Rossa yang masih saja mematung di tempatnya.
"Apa semua ini benar? Yang gue liat tadi salah kan? Katakan! Jawab pertanyaan gue!" cecar Alvino dengan tak sabar. Suaranya pun tak selembut tadi. Nafasnya naik turun tak beraturan. Ia bahkan mengguncang bahu gadis yang masih betah dalam diamnya.
Bertepatan dengan aksi Alvino, saat itu juga Putri keluar dari kamar mandi dan menyaksikan perbuatannya. Sejujurnya ia pun kaget dengan kehadiran laki-laki itu.
Namun, ia lebih terkejut lagi dengan apa yang dilakukan Alvino terhadap sahabatnya.
"Lo? Apa yang Lo lakuin, hah? Ngapain Lo di sini?"
Hardik Putri dengan keras.
..._____πππππ_____...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...To be continued ......
...__________________...
...###...
Segini dulu yah gaes π€
Jangan lupa like dan komen π
Terima kasih buat yang selalu mampir π
Sampai jumpa di episode berikutnya yah π€
Follow Ig author : @ag_sweetie0425