Simple But Perfect

Simple But Perfect
See You tonight



...Hai Budies! Jumpa lagi πŸ€—...


...Jangan lupa like dan komen yah ☺️...


...Salam sehat dan jangan lupa bersyukur πŸ˜‡...


...~Happy Reading~...


...__________________...


"Bebs!"


Jenn dan Farel seketika langsung menoleh ke arah sumber suara. Cepat-cepat ia menghapus sisah-sisah basah yang berbekas di pipinya.


"Lo di sini juga, bebs? Kebetulan banget," seru Fio yang baru saja datang dan bergabung.


Jenn memaksakan sedikit senyum sambil menyahut seruan Fio, "Iyah nih. Tadinya mo liat kak Kenn, mo mastiin sesibuk apa sih dia? Kenyataan gak ada orangnya di sini. Entahlah, laki Lo tau atau pura-pura gak tau. Intinya dia sama jahatnya kayak kak Kenn. Nyebelin," sahut Jenn sambil manyun.


Farel terkekeh melihat ekspresi wanita cantik itu.


Begini nih, yang bikin Kenn gak bisa nahan.


"Ya ... emang dia gak tau. Udah jangan masem-masem mukanya, pengaruh negatif buat ponakan gue tau," ucap Fio sambil tertawa.


"Ck, auh ah, awas! Gue mau pulang aja," sungut Jenn dan hendak berlalu dari sana tapi Fio menahannya.


"Bentar dulu, gak usah buru-buru juga, bebs!" Fio sambil menahan tangan temannya.


"Lah, ngapain gue di sini? Jadi obat nyamuk buat kalian hah? Ogah banget." Jenn terlihat kesal dan melepaskan tangan Fio yang menahannya.


"Karena ada Lo, gue gak jadi nemenin Farel. Gue ... mau ngajak Lo jalan-jalan aja deh, gimana?" tanya Fio meminta pendapat Jenn.


Sebenarnya, kedatangan Fio saat itu karena ditelepon oleh Farel. Saat melihat Jenn yang datang di tempat kerjanya, dia tahu bahwa wanita itu ingin mencari kekasihnya. Karena tidak ingin diinterogasi si cantik itu, akhirnya Farel menelepon wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu untuk datang mengatasi temannya. Farel juga tidak mau melihat kesedihan di wajah Jenn, sebab itu dia menghubungi Fio untuk datang dan menghibur temannya.


"Mau kemana emang?" Jenn balik bertanya.


"Ya ... jalan-jalan, nge-mall, makan, intinya refreshing setelah capek KKN kemaren. Dan ... kita perlu sedikit quality time, sebelum sibuk lagi dengan penilitian untuk skripsi nantinya kan? Ayolah!" ajak Fio dengan paksa.


"Hmm," Jenn nampak berpikir. "Okhay! Not so bad. Let's go girl," putus Jenn dengan semangat.


Cepatlah kembali, nyuk! Dia benar-benar lucu, he-he-he. Menatapnya saja seperti ini, Lo pasti akan bunuh gue, ha-ha-ha. Emang sih, kalo tipe begini wajar diposesifin.


Batin Farel sambil menatap Jenn dengan senyum lucu. Ia tersenyum mengingat teman baiknya yang begitu sangat posesif terhadap wanita cantik di hadapannya. Apalagi wanita itu tengah berbadan dua sekarang, keimutannya menjadi berkali-kali lipat dan menggemaskan di mata orang lain.


"By! Ngapain senyum-senyum?" tanya Fio pada Farel.


"Eh, oh ... kalian berdua terlihat lucu jadi ... ya gitu lucu aja." Lagi Farel masih dengan senyumnya.


"Eh-oh, eh-oh, lucu. Maksudnya apa, hah? Kita sama kek badut gitu?" tanya Fio sambil berkacak pinggang.


"Ish, Kak Farel jahat!" tukas Jenn.


Astaga! Salah ngomong lagi yah. Ribet banget sih ngadepin bumil. Horor!


"Bukan begitu ...," ucap Farel yang tidak mengerti harus bagaimana menghadapi dua wanita di hadapannya.


"Ah, sudahlah! Gak perlu dijelasin. Aku tau maksud kamu. Kamu mau bilang kalo wanita hamil itu biasanya jelek kan? Iya kan?" seru Fio yang mulai emosi.


"Hei, buk ...."


"Ayo, Jenn! Gak usah lama-lama di sini." Fio menarik tangan Jenn dan segera berlalu dari sana. Tetapi baru beberapa langkah, ia berbalik lagi dan melihat ke arah Farel.


"Oh iya, jangan lupa! Pernikahan kita ditunda sampai aku selesai wisuda."


Setelah itu ia berbalik dan melangkah pergi bersama Jenn, tanpa menghiraukan Farel yang berteriak melayangkan protes.


"Hei! Apa-apaan kamu, by?"


"Gimana nasib aku, by! Fio!"


"Aku bisa-bisa dibunuh mama nanti, by!"


"Anak aku gimana? Dia anakku woe, jangan jahat kamu, misahin ayah sama anaknya!"


Saat hendak masuk ke dalam mobil, Fio menoleh sejenak pada kekasihnya.


"Dia anakku! Akan aku carikan papa baru buat dia." Fio tersenyum menyeringai. Tak lupa ia menjulurkan lidahnya pada sang kekasih, sesudah itu ia langsung masuk ke dalam mobil dengan gayanya yang gemulai dan duduk di belakang kemudi.


Kedua wanita itu pun segera berlalu dari sana, meninggalkan Farel yang menahan geram setengah mati mendengar kalimat terakhir sang kekasih.


"Shit!" Farel mengumpat kesal. "Gak bisa dibiarin! Gue harus ikut."


Farel pun melangkah meninggalkan tempat yang ia pijaki saat itu, dan bergegas mengendarai mobilnya menyusul dua wanita cantik tadi.


**********


Di dalam mobil.


"Ha-ha-ha, emang enak dikerjain." Fio menertawakan kekasihnya.


"Ya kan ... kebetulan pas mau jalan, jadi berani ngomong gitu. Kalo dekat mah, mana bisa kek tadi? Keburu dicekik. Ha-ha-ha," jawab Fio dengan masih saja tertawa membayangkan kesalnya sang kekasih.


Jenn hanya manggut-manggut menanggapi ucapan Fio. Si cantik itu terlihat seperti tengah memikirkan sesuatu, dan hal itu tidak luput dari pandangan Fio.


"Kenapa lagi, bebs? Semangat dong kek tadi. Mikir kak Kenn lagi yah?" tanya Fio.


Wanita itu menghembuskan nafasnya berat. "Hmm, seperti itu. Pura-pura lupa kan gak mungkin. Gue ... akh sudahlah. Lupakan!" sahut Jenn dengan malas. Ia kemudian membetulkan posisi duduknya, menghadap lurus ke depan.


"Lo percaya gak sih sama kak Kenn?" tanya Fio sekali lagi yang masih tetap fokus dengan kemudi.


Jenn memejamkan matanya. "Gak tau! Yang pastinya, gue takut apa yang pernah terjadi dulu terulang lagi. Dan kali ini gak mudah, ini jauh lebih sakit dengan keadaan gue kek sekarang. Gue mesti apa coba? Percaya aja dan tetap nungguin dia ngasih kabar gitu?' cecar Jenn yang emosinya mulai tidak stabil lagi.


Melihat itu, Fio menyesal karena telah membahas tentang lelaki yang menghilang seminggu lebih ini.


"Selain keadaan gue sekarang, yang lebih nyakitin itu Lo tau apa? Kita tinggal di satu kota tapi gak saling jumpa, gak saling tau, gak ada kabar. Mending kita jauhan atau LDR kaya gue sama ...." Jenn memutuskan untuk tidak melanjutkan kalimatnya. Ia lalu membuang pandangannya ke luar jendela.


Fio pun sudah tidak mau menanyakan apa-apa lagi. Sama halnya dengan Jenn, Fio memilih bungkam dari pada salah berbicara yang nantinya hanya akan memperburuk keadaan.


Tidak lama setelah itu, keduanya sampai di sebuah pusat perbelanjaan. Setelah memarkirkan mobilnya, keduanya turun dan berjalan memasuki tempat yang sarat dengan manusia, lalu mulai berpetualang di tengah keramaian.


"Lapar gak? Kita makan dulu yuk! Udah jam makan siang nih" ajak Fio.


"Hmm, boleh banget. Ayo!" seru Jenn yang sudah kembali bersemangat.


Sepertinya tempat ini cocok untuk mengembalikan mood-nya bahkan menstabilkan emosinya dengan cepat.


*********


Di sisi lain, tepatnya di rumah yang mana Rossa dan Putri berada saat ini. Kedua gadis itu sedang kalang kabut mencari Jenn yang telah menghilang dari pagi. Sampai sudah siang ini keduanya belum juga menemukan di mana keberadaan sahabat mereka. Keduanya sempat menghubungi nomernya, tetapi tidak bisa dihubungi. Rossa pun sudah mencoba menelepon Fio dan Reza, tetapi kedua manusia itu memiliki jawaban yang sama. "Gak tahu! Dia gak sama gue." Begitulah kira-kira jawaban kompak mereka.


"Ini anak kemana sih? Pergi gak bilang-bilang, gak tau apa orang lagi khawatir," gerutu Putri. "Mana nomernya gak aktif lagi," sambungnya lagi.


"Coba kita ke tempat kerja kak Kenn, yuk!" ajak Rossa yang mencoba tenang.


"Ayok!"


Keduanya lalu bergegas keluar dari rumah dan menuju bengkel tempat kerja Kenn, dengan menggunakan trail berisik milik si tomboi Putri.


***********


Di mall.


Jenn dan Fio sudah selesai dengan makan siang mereka. Kini Fio mengajak Jenn untuk berbelanja. Awalnya Jenn menolak. Wanita itu kini sedikit merubah pola hidupnya yang dulunya senang berfoya-foya bahkan terkesan glamor.


Kalau dulu segala sesuatu berupa materi yang dia inginkan akan dipenuhi oleh Alvino dan teman-temannya, maka hal itu sudah berubah semenjak ia menjalin hubungan dengan Kenn. Laki-laki baik yang mencintainya dengan sederhana tetapi indah, laki-laki yang telah banyak mengubah hidupnya. Dan laki-laki sama yang saat ini sedang menggelisahkan dunia kecilnya.


"Enggak bebs, gue gak mau buang-buang duit lagi kek dulu. Udah kita balik aja," ucap Jenn.


"Gak papa, bebs. Gue yang beliin buat Lo, " kata Fio yang terus memaksa.


"Enggak! Dia gak suka gue dibeliin barang sama siapapun lagi. Gak ah, gue ...."


"Udah, ikut aja Jenn. Gak papa. Kalo sama kakak, anggap aja suara dari dia, gimana?" seru sebuah suara yang mengagetkan keduanya.


"Hah, kenapa ada di sini sih? Ngintilin yah?" geram Fio.


"Iyalah, sengaja!" ucap Farel dengan senyum lebar.


"Ck, nyebelin." Fio mencebik kesal.


"Biar kalian gak macem-macem. Dan Lo, Jenn! Gak ada bantahan. Udah sana jalan," tegas Farel.


Ketiganya lalu menjelajah mall itu dengan Jenn dan Fio yang tidak lagi membantah, sedangkan Farel dengan setia mengawal kedua wanita itu dari belakang. Tidak ingin berlama-lama, Fio memilih dua gaun cantik untuk dirinya dan Jenn.


"Kenapa gaun sih? Kita mau ngapain?" tanya Jenn bingung.


"Sebenarnya, n'tar malam ada acara di rumah Farel, dan calon mertua gue ngundang teman-teman gue juga. Jadi Lo sama yang lain harus ikut. Kalo gak, gue sedih nanti. Dan Lo harus pakai gaun ini, gak boleh nolak!" cetus Fio tidak mau tahu.


Jenn menatap Fio dan Farel bergantian seolah mencari sesuatu. Farel mengangguk mengerti tatapan wanita cantik itu. "Benar, Jenn! Dateng yah. Nanti Reza yang jemput Lo sama dua sahabat Lo juga. Jangan lupa pakai ini, biar dia senang."


Fio tersenyum dengan ucapan ambigu Farel yang memang di mengerti olehnya, tetapi tidak dengan Jenn. Wanita cantik itu hanya mengiyakan saja. Setelah membayar belanjaannya, ketiganya pun bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Fio mengantar Jenn terlebih dahulu, dan Farel pun kembali ke bengkel. Tapi sebelum itu, ia mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.


πŸ“ž "Beres. See you tonight!"


..._____♣️♣️♣️♣️♣️_____...


...To be continued ......


..._________________...


Segini dulu yah gaes πŸ€—


Sampai jumpa di episode berikutnya 😘


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yah πŸ€—πŸ€—


Please follow Ig : @ag_sweetie_0425