Simple But Perfect

Simple But Perfect
Bukan Sekedar Pelarian



Lelaki tampan itu menatap Jenn dengan ragu.


"Katakan kak. Janji sama aku !" Jenn menarik-narik ujung jaket Kenn.


"Bagaimana dengan kekasihmu ?" inilah yang membuat Kenn ragu.


Seketika raut Jenn berubah. Antara marah, sedih, dan kecewa. Berat rasanya dia mengatakan ini. Namun ia harus melakukannya. "Dia udah punya yang lain. Dia gak peduli lagi sama aku. Dia ninggalin aku gitu aja" menunduk dan menangis lagi. Kenn kembali membawanya kedalam pelukannya. Ia memahami suasana hati gadis itu.


"Aku juga ingin ngelupain dia. Dan cuman kamu yang bisa buat aku lupain dia" ucap Jenn lirih.


"Kamu berniat jadiin aku pelarian kamu gitu ?" ucapan Kenn membuat Jenn tersentak dan langsung mendorong tubuhnya meski tak bergeser sedikit pun. Jelas saja dia tersinggung.


"Jadi itu yang ada dipikiran kamu ?" Jenn menghapus air matanya lalu terkekeh. "Nyesel tau gak, udah jujur dan ngungkapin semuanya" ucapan Jenn begitu menusuk. "Dan makasih buat malam ini" berbalik dan pergi.


Dengan cepat Kenn memeluknya dari belakang. Perlahan Kenn menunduk dan menenggelamkan wajahnya dibahu gadis cantik itu. "Maaf" lirih Kenn begitu lembut. "Aku hanya sedikit ragu. Aku hanya takut terlalu bahagia dan ujungnya akan terluka. Karena sungguh aku sangat mencintai kamu, Jenn. Yakinkan aku bahwa benar aku bukan sekedar pelarian" berucap sangat pelan hampir berbisik.


"Apa ? apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya ?" tanya Jenn.


"Jangan pernah sakiti aku. Karena ketika aku mencintaimu, aku sudah tidak tau cara untuk berhenti lagi. Dan aku tidak akan pernah melakukan hal itu. Jangan berpikir untuk pergi dan mencari yang lain. Karena saat aku memilih kamu, aku sudah tidak bisa lagi melihat yang lain. Hanya kamu, Jenn. Kamu yang pertama dan aku janji kamu juga yang terakhir. Kamu satu-satunya, Jenn" Kenn sungguh-sungguh meminta.


Masih dengan posisi Kenn yang memeluknya dari belakang. "Aku janji, kak. Aku akan belajar melupakan dia. Dan mulai belajar mencintai kamu. Aku gak akan pernah mencari yang lain lagi. Aku janji, kak" Jenn pun berucap dengan sungguh-sungguh.


Kenn perlahan membalikan tubuh Jenn untuk menghadapnya. Menatap wajah cantik itu dengan lembut. "Bagaimana dengan pacar kamu yang satunya ?"


"Hah ? pacar yang mana lagi ?" bingung.


"Yang pagi tadi di parkiran" Jenn berpikir sejenak. Mengingat-ingat kejadian pagi tadi.


Gadis cantik itu tersenyum kecil. Sepertinya ia sudah ingat, dan ia tahu siapa yang dimaksud Kenn.


"Oh, itu Reza," Kenn langsung memalingkan wajahnya ke samping. Menjatuhkan tangannya dari bahu gadis itu. Cemburu rupanya. Jenn tertawa kecil melihat ekspresi lelaki itu. Perlahan kedua tangannya terulur menangkup pipi Kenn untuk kembali menatapnya. "Dia bukan siapa-siapa. Emang sih, dia pernah jadi selingkuhan aku" Kenn melotot tak percaya dan Jenn kembali tertawa. "Aku belom selesai ngomong. Itu dulu dan udah gak lagi. Karena dia itu saudaranya ... " Jenn tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Dia bingung harus menyebut Alvino dengan sebutan apa. Sementara tidak ada kejelasan apapun dalam hubungan mereka. Dan Jenn sudah memutuskan bahwa tidak ada apapun lagi antara mereka sejak mendengar kata-kata wanita ditelepon siang tadi.


"Gak usah diterusin. Aku tau" Jenn tersenyum lega.


"Sekarang udah percaya kan ?" Kenn tersenyum dan mengangguk.


"Kalo sama aku jangan pernah selingkuh yah. Kamu ngerti kan yang aku bilang tadi ? kamu satu-satunya. Dan aku minta hal yang sama dari kamu" ucap Kenn meraih pinggang gadis itu, semakin merapatkan dengan tubuhnya.


Jenn memukul dada bidang didepannya. "Satu-satunya dari hongkong ? yang sering kamu nganterin ke kampus itu siapa hah ? jangan bilang bukan siapa-siapa lagi yah" ucap Jenn galak.


Giliran Kenn yang tertawa. "Emang bukan siapa-siapa. Dia itu adik dari temen baik aku. Udah ku anggap adik juga. Jangan mikir yang nggak-nggak yah" mengacak rambut gadisnya.


Eh, gadisnya ? apakah sudah pantas Kenn menyebut gadis itu gadisnya ? Ya, mulai saat ini Kenn ingin menegaskan bahwa gadis itu sudah menjadi miliknya. Gadisnya.


"Gimana gak mikir yang nggak-nggak, orang kalian mesra gitu" mengerucutkan bibirnya.


"Mukanya jangan kayak gitu. Bisa khilaf aku" mencubit gemas hidung gadis itu. "Intinya aku cinta sama kamu dan gak ada orang lain lagi. Sekarang pulang yah, udah hampir larut ini" mengusap pipi Jenn dengan lembut.


Jenn tersenyum dan mengangguk. "Ayo" Kenn naik dan menghidupkan motornya. Sebelah tangannya terulur dan menarik Jenn naik dan duduk dibelakang.


"Ayo jalan. Tunggu apa lagi" bingung karena Kenn belum juga menjankan motornya. Masih diam saja ditempat.


Sedikit melihat ke belakang. "Kita ... kita ... " ragu untuk mengatakan.


"Apa sih ? kalo mau ngomong, ya ngomong aja, kak" seru Jenn.


"Kita ... beneran sudah pacaran kan ?" tanya Kenn dengan nada pelan.


"Astaga, kak Kenn !" pekik Jenn. "Pikir dari tadi itu apa hah ? lagi ngelawak ? ckckck bener-bener nyebelin emang nih orang" berdecak kesal.


"Terimakasih, Jenn" lagi mengecup tangan mungil yang masih di genggamnya. "Nah, orang pacaran itu harusnya kek gini. Ini baru bener" melingkarkan tangan Jenn di pinggangnya. Gadis cantik itu tersenyum langsung bersandar dipunggung Kenn dan mengeratkan pelukannya. Laki-laki itu lalu menjalankan motornya menerobos malam yang makin larut itu. Melaju menuju rumah gadisnya.


"Aaaa mereka so sweet bangeeeettttt !" pekik Fio.


"Jadi aku gak sweet gitu ?" kesal Farel.


"Ish, kamu itu udah biasa. Raja gombal. Kalo kak Kenn beda lagi. Gak pernah gombalin cewek, gak pernah dekat ma cewek, tapi kok bisa romantis gitu yah ? Jenn-nya keliatan bahagia banget lagi" ucap Fio kagum dengan pasangan baru itu. "Sumpah aku masih gak percaya mereka udah jadian aja" lanjut Fio tersenyum sambil geleng-geleng.


"Iyah, aku juga gak percaya Kenn bisa kek gitu. Ternyata mereka sama-sama nyimpen perasaan selama ini. Aku salut sama Kenn yang bisa mendapatkan hati Jenn semudah itu. Ini lebih dari ekspektasi kita, baby" ucap Farel yang juga bahagia untuk temannya.


"TOS dulu dong kita" kedua sejoli itu lalu ber-tos ria.


"Tadi kan aku bilang ini gak gratis, baby" bisik Farel ditelinga Fio.


"Ck, ujung-ujungnya cuman itu yang di kepalanya" Fio menyikut perut kekasihnya dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


Sementara pasangan yang baru saja jadian malam itu, masih diliputi bahagia. Sepanjang perjalanan, Kenn terus saja tersenyum. Sebelah tangannya ia tautkan dengan jemari mungil Jenn. Selain bahagia, ia takut Jenn tertidur dibelakang. Karena gadis itu dari tadi diam dengan tetap bersandar memeluknya.


Benar saja. Sesampainya didepan rumah, gadis itu tak juga bergegas turun. Kenn ingin menoleh tapi sulit. Ingin melihat dengan spion, dia tersembunyi dibalik punggungnya.


"Jenn" Kenn memanggilnya pelan. "Sudah sampai, Jenn" sambil memainkan jemarinya dan mengelus-elus telapak tangan kecil itu. Kenn memaksa untuk melihat sebentar kebelakang. Diraihnya hidung gadis itu lalu di jepitnya kuat dengan jempol dan telunjuknya. Jenn yang merasa kesusahan bernafas pun langsung terbangun lalu menepis tangan Kenn.


"Hmm, udah sampai yah" tanya Jenn dengan suara serak.


"Iya, turun gih. Lanjut tidurnya di dalem yah" Kenn memegang sebelah tangannya dan membantunya turun. Karena menggunakan rok mini membuat gadis itu kesusahan.


"Masuklah" Kenn mengusap kepala gadis itu sebentar.


"Hati-hati dijalan, kak" Kenn tersenyum dan mengangguk. Jenn berbalik membuka pintu pagar. Setelah masuk dan kembali menutup pintu pagar itu, ia masih juga berdiri disana.


Perlahan Kenn turun dari motornya dan menghampiri Jenn. Tanpa sepatah katapun, Kenn memberikan ciuman di dahi gadis cantik itu lama.


"Sebelum kamu masuk, aku akan tetap disini" saat itu juga Jenn langsung melangkah masuk kerumahnya. Tidak ingin membuat lelaki tampan itu kedinginan disana.


"Selamat tidur, sayangku" gumam Kenn melihat gadis cantik yang sudah menghilang dibalik pintu rumahnya. Ia pun kembali menaiki motornya dan melaju menuju kontrakannya dengan suasana hati yang berbunga-bunga.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


.


.


.


.


.


bersambung dulu yah 😁🤭 authornya ngantuk 🤭🤭


terimakasih buat yang selalu mampir 🙏🙏🙏


jangan lupa like, komen, dan rate, juga tambahkan ke favorit yah ❤️😘


dukungan dari kalian sangatlah penting guys 😍🤗


Selamat bobo juga buat kalian dari Kenn 😁🤭