Simple But Perfect

Simple But Perfect
Memulai Tantangan



Tok, tok, tok ...


"Good morning, Sir ! sorry, i'm late."


"It's okay ! come in and sit down, please. But, don't be late tomorrow !"


"Yes sir ! thank you." hendak berjalan menuju tempat duduknya.


"Wait ! take this and finish it right now." mengambil lembar exercises dari meja dosennya.


Jenn yang terlambat masuk kelas pagi itu, berlari kecil menuju tempat duduknya yang berada di samping Fio.


Braakk !!!


Seisi kelas yang tadinya hening, dibuat kaget dengan ulah Jenn yang menghempaskan tas punggungnya secara kasar di atas meja. Dia sengaja.


"Uh, sorry everyone !" ucap Jenn sambil mengatupkan kedua tangannya di dada dan sedikit membungkuk, merasa bersalah.


Gil*k ! udah telat, buat ulah lagi.


Seperti itu yang ada dalam hati sebagian mahasiswa yang berada di kelas saat itu.


"Et dah ... woiii, kaget ini ! Lo sengaja mau buat gue jantungan hah ?" bisik Fio sambil memegang dadanya.


Gadis itu terperanjat ketika tas punggung Jenn mendarat di meja tepat di hadapannya.


"Rencananya mau gue timpuk tu kepala biar amnesia beneran" bisik Jenn dengan sinis lalu mendaratkan bokongnya diatas kursi.


Tangan Fio terangkat, lalu gadis itu menempelkan telapak tangannya pada dahi Jenn.


"Ck, apaan sih" Jenn menepis tangan Fio.


"Gak panas, baik-baik aja" Fio mengernyit. "Kenapa Lo ? marah-marah, udah gitu mukanya sinis bener lagi. Ada apa sama Lo hah ?" lanjut Fio dengan bertanya.


Jenn tidak menjawab. Gadis cantik yang sedang diliputi kekesalan yang tak berasas itu hanya diam saja.


"PMS yah ?" lagi tanya Fio.


Lagi-lagi tak ada jawaban. Jenn melirik Fio dengan sinis.


"Jennifer, Fiolita, stop wishpering ! and get your work done." tegur sang dosen.


Jenn melotot pada Fio, kemudian keduanya menunduk dan menyelesaikan tugas yang diberikan.


Teman-temannya yang lain (geng-nya : Alena, Maureen, Reta, Yuni) menggelengkan kepala melihat Jenn yang sedikit aneh dengan ulahnya. Begitupun Rossa.


Ada apa dengannya ? bukannya tadi dia datang lebih awal ? kok bisa-bisanya telat.


Rossa bingung melihat Jenn.


🌸🌸🌸🌸🌸


Di bengkel


"Selamat siang, Pak ! ada yang bisa saya bantu ?" sapa seorang lelaki tampan yang menggunakan seragam wearpack berwarna navy bercorak abu-abu.


"Ya, saya ingin memeriksakan mobil saya. Ini servis rutin" ucap seorang costumer.


"Baiklah. Dimana mobil anda, Pak ?" tanya lelaki tampan yang berkerja sebagai montir dibengkel itu.


"Itu mobil saya, yang warna putih. Ini kuncinya." menunjuk dan memberikan kuncinya.


"Ok, saya akan memasukan mobil anda ke bengkel."


"Ya, terimakasih."


Beberapa saat kemudian ...


"Silahkan isi formulir layanan, Pak" ucap lelaki tampan itu dengan membawa selembar kertas untuk di isi oleh costumer.


"Saya ingin mengganti oli dan periksa rem karena tidak bekerja dengan benar. Dan jangan lupa untuk servis rutin."


"Saya mengerti, Pak. Silahkan menunggu di ruang tunggu. Saya akan mengerjakannya." ucapnya dan berlalu memulai pekerjaannya.


Beberapa saat kemudian, lelaki tampan itu kembali dengan telah menyelesaikan pekerjaannya.


"Sudah selesai, Pak. Ini kunci mobil anda" mengembalikan kunci mobil milik costumer tadi.


"Apakah semuanya baik-baik saja ?" tanya sang costumer memastikan.


"Iya, Pak. Olinya sudah diganti, rem sudah diperbaiki, mesinnya sudah diservis. Mobil anda dalam kondisi baik, siap dipakai." menjawab sopan dan terperinci.


"Terimakasih"


"Sama-sama. Silahkan datang lagi setelah 3500 km bulan depan. Saya akan melakukan servis rutin"


"Tentu saja, pasti"


"Ini catatannya, Pak. Silahkan dibawa ke kasir"


"Ok, terimakasih"


"Sama-sama, Pak. Semoga hari anda menyenangkan."


Setelah costumer itu pergi, lelaki tampan yang tak lain adalah Kennand Wiratmaja itu pun tersenyum lega. Ia lalu beristirahat sejenak dan meneguk sebotol air mineral. Kenn terlihat begitu macho dengan tampilannya saat itu. Udara yang panas membuatnya gerah. Sehingga Kenn melepas dua kancing seragam bagian atas, menampakkan dadanya yang bidang. Tak lupa lengan panjangnya di gulung setengah sampai ke siku, memperlihatkan lengan kekarnya dengan otot-otot yang terpahat sempurna. Dan semua itu bertambah sempurna dengan gaya minumnya yang cool. Tetesan air mineral yang diteguknya bercampur keringat menetes turun ke jakunnya yang naik turun, membuat lelaki tampan itu terlihat begitu menggoda di mata kaum hawa. Perfect.


Benar saja. Seorang wanita cantik yang menempati posisi kasir pada bengkel itu, nyatanya tak lepas memandangi wajah tampan Kenn.


Ah, tampan sekali ! benar-benar pemandangan yang sangat indah.


Sepertinya bengkel ini akan semakin nyaman dan menyenangkan dari sebelumnya.


Batin wanita itu tersenyum dengan terus memandang karya Tuhan yang sempurna didepan matanya.


🌸🌸🌸🌸🌸


"Ini nomernya kak Kenn" Fanya memberikan nomor kontaknya Kenn pada temannya, Nayla. Keduanya sudah selesai mengikuti kelas.


"Iya Nay, tapi kak Kenn orangnya baik kok" ucap Fanya seolah menyemangati temannya untuk mendekati Kenn.


Nayla mengedikan bahu. "Apapun itu gue gak tau. Yang pastinya dia berbeda dari kebanyakan. Dan gue suka tantangan seperti ini" Nayla lagi-lagi berucap dengan tersenyum menyeringai.


"Gue suka gaya Lo, Nay" Fanya mengedipkan matanya. "Ayo mulai tantangannya !" Fanya hendak beranjak namun di tahan Nayla.


"Mau kemana ?" tanyanya.


"Lah, kan mau memulai tantangannya" jawab Fanya.


"Sekarang ?" memastikan.


"Of course. Kapan lagi ? nunggu sampai doi jadian ma cewek lain gitu ?"


Nayla tertawa melihat semangat temannya yg ingin mencomblangi dirinya dengan teman kakaknya.


"Gak dong. Ayo ! jalankan misi pertamanya"


"Yok, let's go"


Kedua gadis itu pun berlalu dari kelas dan berjalan menuju parkiran.


___________________


"Mini, Lo tadi kenapa sampai bisa telat gitu ? kemana aja sama cowok tadi ?" tanya Rossa menghampiri Jenn ketika kelas telah selesai.


"Gak kemana-mana. Cuman lama aja pas di parkiran" jawab Jenn dengan entengnya.


"Lah, ngapain lama-lama di parkiran ?" lagi tanya Rossa.


"Gak ngapa-ngapain." jawaban yang sama entengnya.


"Astaga Jenn ! ada apa dengan Lo hari ini ? perasaan tadi pagi di rumah Lo baik-baik aja. Kenapa sekarang jadi aneh kek gini ?" Rossa dibuat bingung oleh tingkah Jenn.


"Tau nih, dateng-dateng telat udah gitu banyak ulahnya tadi." Yuni ikut berkomentar.


"Dari muka Lo, gue liat keknya Lo lagi kesel gitu" Alena angkat bicara. Dan kali ini teman-teman geng-nya yang lain setuju dengan penilaian Alena.


Ah, keliatan banget yah ? lagian kenapa juga gue kesel gini sih ? emang agak aneh.


Jenn membatin sambil menggelengkan kepalanya.


"Perasaan Lo aja kali, Al." Jenn berucap malas. "Jalan-jalan yuk, gengz" sambungnya lagi.


"Mau kemana emang ?" tanya Maureen.


"Kemana aja, terserah kalian. Gue butuh refresh otak" ungkap Jenn.


Gue yakin pasti ada apa-apa dengan ni anak. Tadi pagi semangat banget, kok sekarang uring-uringan. _Rossa_


"Kalau gitu gue balik duluan ya, Jenn. Semuanya, gue duluan" ucap Rossa berpamitan pada Jenn dan yang lainnya. Dia tidak pernah mau bergabung dengan gengz the most wanted itu. Gadis kalem itu lebih senang menyendiri alias anti keramaian.


"Okay, see you at home, Sa" Jenn and the geng-nya melambaikan tangan pada gadis yang bersifat dewasa disana.


Rossa mengangguk. "Jangan lupa kabarin pacar posesif Lo tuh" gadis itu mengingatkan lalu berlalu dari sana.


Jenn menepuk jidatnya, "Thanks, mamiii" teriak Jenn sedikit kencang. "Gue kabarin dan izin dulu sama Alvino" merogoh ponselnya dari dalam tas lalu menghubungi sang kekasih yang sedang jauh.


🌸🌸🌸🌸🌸


Ciiiiiitttttt ...


Nayla menginjak remnya dan berhenti mendadak. Dia tercekat melihat pemandangan indah sekaligus mengesalkan.


"Bikin kaget aja Lo, parkir yang bener dong. Itu maju dikit lagi disebelah sana." tunjuk Fanya.


Nayla tak bereaksi. "Hei, ngelamun apa sih ?" akhirnya Fanya mengikuti arah pandang temannya.


Tampak disana, seorang lelaki tampan dengan gaya cool yang terlihat begitu keren dan menggoda netra. Sedang berbincang dengan seorang wanita yang juga staf di bengkel milik ayahnya itu.


"Oh, itu dia masalahnya yah" Fanya tidak lagi menunggu Nayla. Gadis itu turun dari mobil dan berjalan menghampiri Kenn.


"Selamat siang kak Kenn !" Fanya tersenyum senang. Berbanding dengan Kenn yang terlihat cuek, sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


Haduh, mau apa lagi gadis kecil pengacau ini kesini. Bakalan pusing ini kepala.


Batin Kenn.


.


.


.


.


.


to be continued ...


_________________


Hai semuanya πŸ‘‹ STP up lagi nih 😊


Jangan bosenΒ² buat mampir yah πŸ˜ŠπŸ™πŸ˜˜


Dan Jangan lupa tinggalkan jejaknya juga 🀭🀭


Dukung STP terus dengan like dan komen kalian yah gaesss πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Thinkyuuuw buat semuanya and ai lap yuuw oll 😘😍πŸ₯°


Happy reading 😊❀️😍