
Malam berganti pagi. Matahari bersinar dengan cerah dan hangat. Kicauan burung turut meramaikan suasana pagi di hunian tiga gadis cantik.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.40. Semua orang sudah bangun dan beraktivitas. Namun seorang gadis cantik masih saja terlelap dalam tidurnya. Tidak terusik sedikit pun dengan keributan yang sengaja dibuat dua sahabatnya.
"Ckckck, ini anak kecapean, apa mabuk, apa gimana sih ? jam segini belum bangun juga" Putri menggeleng karena sengaja menjatuhkan barang-barang dalam kamar itu, namun gadis itu tidak terganggu sedikit pun.
"Biarin aja, Put. Mungkin dia emang lelah. Tuh, sampai gak sempet ganti baju pulak" keduanya keluar dari kamar menuju dapur. "Tapi Lo tau gak ? gue seneng liat dia semalam keliatan bahagia banget sama cowok itu. Kak Kenn yah ?" sambung Rossa.
"Iya, itu namanya" angguk Putri. "Gue udah ngerasa hal ini sejak lama. Mereka kek punya perasaan masing-masing deh" lanjut Putri sambil mengaduk teh hangat pada cangkirnya.
"Sejak lama kapan ?" tanya Rossa penasaran.
"Lo inget waktu dia masuk rumah sakit ?" Rossa mengangguk. "Inget waktu dia pulang dari club dianter kak Kenn ?" lagi Rossa mengangguk. "Nah sejak itu tu. Walaupun dia selalu menyangkali, gue tau dia berbohong" lanjut gadis tomboi itu.
Rossa manggut-manggut. "Lo liat tadi malam dia dicium cowok itu ? apa mereka Jadian ?" menggigit sepotong roti.
Semalam keduanya menunggu Jenn pulang. Meski sudah hampir larut, keduanya tetap menunggu. Sampai terdengar bunyi motor didepan rumah, kedua gadis itu lalu mengintip dari balik tirai. Menyaksikan semua yang terjadi sampai Jenn berjalan hendak masuk, keduanya buru-buru masuk ke kamar dan pura-pura tertidur.
"Maybe. Gue seneng kalo untuk itu. Kak Kenn orangnya baik" melakukan hal yang sama seperti Rossa. Menggigit sepotong roti.
"Gue juga. Apa aja yang buat dia seneng, gue ikut seneng" keduanya lalu menyelesaikan sarapan masing-masing.
Sesudah itu, Rossa kembali ke kamar lebih dulu untuk membangunkan Jenn. Karena sudah hampir jam kuliah.
"Mini, bangun ! waktunya ngampus ini" belum ada respon. "Miniii, aku tinggalin yah" mengguncang tubuh gadis itu pelan.
"Hmm, emm" terdengar gumaman kecil tak jelas.
"Ampun deh, ini anak bikin geret aja deh" menarik selimut yang dipakai gadis itu dan mengguncang tubuhnya lebih kencang. "Miniiiiiii" panggil Rossa sedikit keras.
Tubuh mungil itu mulai menggeliat. "Hmm" bergumam dan kembali tertidur.
"Astaga" menepuk jidatnya. "Bangun, Jenn. Kita bisa telat nanti" berbicara dengan sedikit teriak.
"Ish, iya mami. Bentar lagi" berucap malas dengan suara serak khas baru bangun tidur. Matanya tetap terpejam.
"Gak bisa, Jenn. Udah Jam 8 ini. Kuliah, k u l i a h !" memberi penekanan di akhir kalimatnya.
"Haaa ? jam 8 ?" langsung bangun dan terduduk. "Auh" sedikit meringis memegangi kepalanya.
"Kenapa ? sakit ?" tanya Rossa khawatir.
"Hmm, sedikit" memijit pelipisnya dengan posisi sedikit menunduk. "Eh, baju siapa ini ?" bingung dengan baju kaos yang kebesaran ditubuhnya. Memegang dan mengamati benda yang menelan tubuh kecilnya. Mengingat pakaian yang tadi malam dipakainya. Sampai ingatannya berputar pada kejadian di club. Seketika matanya membulat sempurna.
"Ahk, mamiiiii" berteriak dan langsung memeluk sahabatnya. Menyembunyikan wajahnya diperut Rossa yang sedang berdiri di bibir ranjang.
Rossa menertawakan tingkah lucu sahabatnya. "Udah inget ? makanya jangan mabuk" menimpuk pelan punggung gadis itu menggunakan bantal.
"Aaaa,,, jangan ditertawain dong. Kan malu" melepas pelukannya dan kembali menenggelamkan wajahnya pada bantal.
Putri yang baru masuk dalam kamar melihat itu pun bingung. "Ada apa lagi ini ?" berjalan mendekati Jenn yang masih menyembunyikan wajah malunya.
"Baru nyadar dia dengan kejadian semalam" ucap Rossa menarik selimut lalu melipatnya. "Malu katanya" tersenyum mengejek.
Putri pun tersenyum melihat tingkah sahabatnya. "Cie,,, yang peluk-pelukan semalam" sengaja menggoda Jenn.
"Aaaa,,, gak usah diingetin juga" langsung membungkam mulut Putri dengan tangan kecilnya.
Putri terus tertawa sambil berusaha menurunkan tangan kecil Jenn. "Cie yang ngambek-ngambekan" masih terus menggoda. Kali ini berdiri agak menjauh agar bisa terus menjahili sahabatnya yang sedang kasmaran. "Cie yang pelukan di motor" barlari sampai di ambang pintu kamar. "Mau dong dicium juga" terbahak dan langsung meninggalkan kamar.
Rossa pun ikut menertawakan kelakuan dua sahabatnya. Satunya yang jahil, dan satunya sedang falling love.
"Aaaaaa reseeeeekkkk" mencebik. "Ini juga, ketawa mulu dari tadi" turun dari ranjang langsung menuju kamar mandi.
Di dalam kamar mandi gadis itu berdiri di depan cermin dan melihat pantulan dirinya disana. Ada rona bahagia wajah cantiknya.
"Gak nyangka udah jadian aja" tertawa kecil. Beralih melihat baju besar yang masih membungkusi tubuhnya. "Kenapa sih, selalu ada buat aku ? selalu aja bikin nyaman" tersenyum manis sambil mengangkat sedikit ujung baju yang dipakainya lalu diciumnya benda itu.
"Ah, rasanya malu banget kalo inget diem-diem sering kesel dan cemburu yang nggak-nggak" menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Gak nyangka sebahagia ini" mulai membuka dan melepas baju yang dipakainya. Dipeluknya benda itu sebentar, menempelkan pada pipinya dengan mata terpejam. Tiba-tiba ingatannya tentang kata-kata Kenn pada para penjaga malam tadi membuatnya tersentak dan histeris.
"Aaaaaaaaakkkkhhhhh"
"Jenn"
Tok, tok, tok !
"Are you okay ?"
"What's going on, Jenn ?"
"Bukain dong pintunya"
Rossa dan Putri yang mendengar teriakkan Jenn dari dalam kamar mandi, langsung berlari dan hendak membuka pintu namun terkunci dari dalam. Keduanya bergantian mengetuk pintu dan memanggil-manggil gadis didalam sana.
Krekk !
"Gak ada apa-apa kok, hehehe"
Braakk !
Kembali pintunya tertutup dengan keras. Kedua gadis itu terlonjak kaget memegangi dada masing-masing.
"Astaga, pengen buat kita jantungan kali yah"
"Udah gak beres tuh anak"
"Ckckck, dia selalu aneh akhir-akhir ini"
"Gak usah khawatir. Orang kalo lagi jatuh cinta emang suka aneh"
Kedua sahabatnya menggerutu kesal dan meninggalkan tempat itu.
Tak berselang lama, Jenn sudah keluar dari kamar mandi dengan segar. Menuju lemari dan memilih pakaian yang akan digunakan untuk ke kampus.
Jenn mulai bersiap-siap. Gadis cantik itu tak perlu berdandan berlama-lama. Karena yang selalu ia gunakan hanyalah bedak tipis dan lip balm. Rambutnya pun kadang tidak disisir. Dia akan merapikannya dengan jemari tangannya ketika dalam perjalanan atau setelah tiba di parkiran.
Jenn keluar dari kamar dan menuju dapur yang sekaligus ruang makan.
"Eh yang lagi kas ... " ucapan Putri terputus.
"Stop ! gue gak lagi mau bercanda, bebs" duduk dan langsung menyambar roti yang sudah diolesi selai strawberry oleh Rossa. "Sana mandi, udah hampir telat ini" ucap Jenn disela-sela mengunyah.
"Iya bentar, aku siap-siap dulu. Gak lama kok" Rossa pun beranjak dari sana menuju ke kamar dan mulai bersiap.
Sedangkan Putri, dia punya jadwal agak kesiangan hari ini. Jadi dia masih punya waktu untuk bersantai.
"Cerita dong, bebs !" ucap Putri mulai kepo. "Gue sama Rossa perlu tau loh. Dan Lo harus cerita. Gak boleh gak kali ini. Titik !" memaksa.
Jenn tersenyum mengejek. "Mau tau aja ... atau mau tau banget ?" cekikikan.
"Ayolah, bebs. Mau tau banget dong. Masa mau tau aja, itu artinya gak terlalu peduli. Nah, gue sama Rossa peduli, makanya mau tau pake bangeeeettttt" seru gadis si tomboi.
Jenn tertawa. "Okay. Setelah pulang kampus tapi. Biar sekalian sama mami" meneguk susu hangat yang disediakan sahabatnya.
"Ck, gak sabar. Udah penasaran banget dari semalam. Tapi gak papah deh. Ntar aja" mengalah.
Ditengah-tengah percakapan mereka sambil menunggu Rossa, dering ponsel Jenn berbunyi. Dilihatnya nomor tak dikenal.
Jenn mengernyit. "Sepertinya gak asing ini nomer" gumam Jenn yang masih sempat didengar Putri.
"Siapa bebs ?" Jenn mengedikkan bahunya. "Lah katanya gak asing. Diangkat dong" usul Rossa.
Mengikuti yang dikatakan Putri, Jenn menggeser ikon berwarna hijau dan menerima panggilan itu.
"Halo"
"Selamat pagi, cantikku"
Seketika Jenn menjauhkan ponselnya. "Aaaaaaahhk begok" memukul kepalanya sendiri berulang kali. "Gimana ini ? gue mesti ngomong apa sih ? aaaaaaahhk, maluuuu"
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
.
.
.
.
.
to be continued ...
____________________
Segitu aja dulu yah 😁🤭
Makasih banget buat yang selalu nungguin dan mau mampir di karya receh ini 🙏😍😍😍
Jangan lupa like, komen, rete, dan tambahkan ke favorit yah ❤️
Love you all guys 😘🤗🤗🥰🥰
👇👇
Ig : @ag_sweetie0425