Simple But Perfect

Simple But Perfect
Sebuket Mawar



Ketika terbangun dipagi hari, itu bukti kasih Tuhan yang besar dalam hidup kita. Tanda bahwa, Tuhan masih mempunyai rancangan dan skenario yang luar biasa dalam hidup kita kedepannya. Untuk itu, patutlah kita selalu bersyukur.


Begitu pula dengan Jenn. Setiap bangun pagi, si cantik bertubuh mungil itu selalu tersenyum. Seperti itu caranya menyambut hari. Selama sebulan ini yang membuatnya selalu bersemangat menjalani hari adalah Kenn. Satu nama dengan seraut wajah tampan yang pertama terlintas dibenaknya setiap awali hari.


Seperti pagi ini. Gadis cantik itu terbangun dengan senyuman manis kala teringat adegan first kiss mereka kemarin.


"Hoam" Putri terbangun sambil menepuk-nepuk mulutnya yang sedang terbuka. Sedetik kemudian dengan masih menganga, ia mengernyit melihat Jenn.


Gadis cantik itu baru saja keluar dari kamar mandi. Masih dengan muka bantal, lengkap dengan piyama set tanpa lengan dan bawahan celana pendek berenda serta berbahan tipis. Namun tetap saja terlihat cantik. Apalagi senyuman manis yang selalu tersungging di bibirnya. Menambah pesona natural seorang Jennifer.


"Tiap pagi selalu tersenyum. Tapi pagi ini senyumnya kok beda yah?" memicingkan matanya sedikit curiga.


"Siapa?" tanya Rossa bingung.


"Si mini lah. Siapa lagi emang. Ada yang beda kan?" meminta pendapat Rossa. Gadis itu lalu memalingkan wajahnya ke arah Jenn.


"Apa sih. Curigaan Mulu deh" masih tetap tersenyum. "Sana bangun, bersih-bersih, terus siap-siap ke kampus" hendak berjalan keluar dari kamar, namun suara Rossa menghentikannya.


"Mau kemana, mini? gak inget pesan pacar Lo yah?" ucap Rossa setengah teriak.


"Ini didalem doang kok, bebs. Tenang aja" tertawa kecil dan melanjutkan langkahnya.


Rossa sengaja mengingatkan Jenn tentang salah satu rules yang harus dipatuhinya. Tidak boleh keluar rumah dengan pakaian minim dan sebagainya yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Permintaan Kenn yang sebulan ini telah dipatuhi oleh gadisnya dengan sangat baik.


"Kak Kenn apa kabar? udah berapa hari gak liat. Semalam pas nganterin Lo juga gak liat, gue" tanya Rossa sambil mencuci piring dan gelas bekas makan mereka berdua. Sedangkan Putri sedang di kamar mandi.


"Baik kok. Dia emang lagi sibuk kerja aja. Gue juga gak mau maksain buat selalu dianter jemput. Biar gue aja yang ke bengkel merecoki kerjaannya. Hahaha" terbahak mengingat wajah tak berdaya sang kekasih kala diganggu olehnya.


"Dasar. Kalo gue yang jadi kak Kenn, Lo udah gue masukin dalam bagasi mobil. Biar gak gangguin terus" mencebik.


Jenn terbahak. "Mana bisa dia? yang ada dia seneng tau. Nambah semangat malah" tersenyum senang.


"Pasti kak Kenn ngomong gini, untung cinta. Ya kan?" terkikik.


"Nah itu tau" tertawa kecil.


Ditengah obrolan dua gadis cantik itu, tiba-tiba terdengar seperti ada yang mengetuk pintu depan. Karena Rossa yang sedang sibuk beres-beres di dapur, dan Putri yang masih di kamar mandi. Akhirnya Jenn yang berinisiatif untuk membukakan pintu.


Saat pintu itu telah dibukanya, ia tak menemukan siapapun disana. Gadis cantik itu mengernyit dan tanpa sadar ia melangkahkan kakinya keluar. Ia berjalan ke teras lalu celingak-celinguk mencari seseorang. Namun nihil. Saat si cantik itu berbalik ingin kembali masuk kedalam, ia mendapati sebuket mawar merah tergeletak dilantai disamping pintu.


Dengan bingung, gadis cantik bertubuh mungil itu menunduk dan mengambilnya. Ia mengamati buket bunga itu dengan penasaran.


"Untuk siapa ini?" bertanya pada diri sendiri.


"Eh, bunga dari siapa, Jenn?" tanya Rossa yang baru muncul dari dalam. Saat dirasanya Jenn begitu lama, ia pun penasaran dan menyusul sahabatnya keluar.


Jenn mengedikkan bahunya. "Gak tau juga. Pas gue bukain pintunya, gak ada siapa-siapa. Terus pas gue masuk, gue nemuin bunga ini disitu" menunjuk tempat tadi dimana buket bunga itu diletakkan.


"Gak ada siapa-siapa, tapi ada bunga" Rossa sedikit berpikir. Gadis itu melakukan yang sama seperti Jenn tadi. Menengok ke kanan dan ke kiri mencari seseorang. Namun tetap tak ada siapapun.


Kedua gadis cantik itu kembali melangkah masuk dan tak lupa menutup pintu.


"Mana, mana? ayo dibaca" penasaran.


Jenn mengernyit begitu membaca rangkaian kata pada kartu ucapan itu. Disana terukir namanya dengan sangat jelas.


Selamat pagi, Jenn!


Bunga yang cantik ini, khusus untuk dirimu yang sangat cantik.


Semoga harimu menyenangkan.


"Ini untuk Lo, bebs. Tapi gak ada nama pengirimnya" ucap Rossa yang turut membaca tulisan itu.


"Kok gue berasa aneh yah. Gak pernah ada kek gini sebelum-sebelumnya" ucap Jenn sedikit gelisah. Ia lalu meletakkan buket mawar itu begitu saja diruang tamu. Dan bersiap-siap untuk ke kampus.


___________________________


.


.


.


.


.


.


to be continued ...


_________________


Hai semuanya πŸ‘‹ maaf 2 hari gak up 🀭


otornya sedikit sibuk dan berhalangan πŸ™


Terimakasih yah buat yang selalu mampir 😘


Jangan lupa bersedekah dengan memberi like, komen, rate, dan tambahkan ke favorit yah ❀️


Biar otornya tambah semangat 😍😍


Sekali lagi makasih dan Selamat membaca πŸ˜˜πŸ€—


Jangan lupa follow akun author


πŸ‘‡


Ig : @ag_sweetie0425