
° flashback tiga tahun lalu
Didepan sebuah rumah besar yang cukup mewah. Disana berdiri seorang lelaki tampan. Dengan menikmati udara pagi yang segar di dekat taman rumah itu.
"Selamat pagi den Vino" sapa seorang bapak-bapak yang adalah sopir pribadi keluarga Dharmawan.
Lelaki tampan itu hanya mengangguk dan tersenyum. Sambil terus menikmati udara segar, yang jarang dia dapatkan di kota besar tempatnya menimba ilmu.
Dalam kenikmatan memanjakan paru-parunya pagi itu. Tak sengaja, matanya melihat kesamping ada sebuah rumah sederhana disana. Terlihat seorang gadis cantik, yang sudah lengkap dengan seragam putih abu-abu. Baru saja keluar dari sana, tampak terburu-buru.
Lelaki tampan itu begitu penasaran dengan gadis cantik, yang sudah berjalan menjauh menuju sekolahnya. Diingatannya, tidak ada gadis secantik itu dulu dirumah sederhana itu. Dulu hanya ada seorang gadis kecil, tinggal bersama ayah dan ibunya disana.
"Pak, siapa gadis SMA yang tinggal disebelah itu ?" tanyanya pada pak sopir yang memberikan salam padanya tadi.
"Den Vino gak kenal ? itu Jenn, masa sudah lupa" ucap pak sopir.
"Benarkah itu Jenn ? gak percaya dia sudah sebesar itu" katanya tak percaya Dan kembali masuk kedalam, meninggalkan pak sopir sendiri disana.
Saat dirasanya sudah waktunya pulang bagi anak sekolahan, lelaki tampan itu sengaja menunggu didepan rumahnya. Hanya ingin melihat gadis cantik tadi.
Sesuai harapannya. Dari kejauhan dia melihat gadis cantik itu diantara beberapa orang yang menggunakan seragam yang sama. Berjalan sambil bercerita, dan tertawa dibawah teriknya matahari siang itu.
Sangat cantik, apakah dia masih mengenalku ?
Tidak ingin membuang waktu hanya untuk menatap dari kejauhan, lelaki tampan itu mendekati pagar rumahnya yang bersebelahan dengan rumah gadis cantik itu. Berdiri disana sambil memasukan tangan kedalam saku celananya. Begitu si gadis sampai didepan halaman rumahnya, lelaki tampan itu langsung menyapanya.
"Hai" sapanya singkat, disertai senyuman manis.
Gadis cantik itu terperanjat, langsung mendongak dan menoleh kesamping. Dia disuguhi pemandangan indah dari balik pagar besi itu. Disana berdiri seorang lelaki tampan dengan senyum manis. Gadis itu tidak membalas sapaan lelaki tadi.
Dia menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan. Mencari siapa orang yang disapa lelaki itu. Tidak seorang pun disana. Hanya siswa-siswi yang berlalu lalang di jalan, dan tatapan itu tertuju padanya. Gadis itu tak menggubris lelaki itu sama sekali. Dia berlalu masuk begitu saja.
What ? Apakah pesona seorang Alvino sudah tidak mempan ? bisa-bisanya dia tidak menggubris. Ah, gadis yang unik.
Kata lelaki yang tak lain adalah Alvino, dalam hati.
Sejak saat itu, setiap hari Alvino selalu berusaha bangun lebih awal hanya untuk menunggu dan melihat gadis itu ke sekolah. Dan akan menunggu saat jam pulang. Begitu terus yang dilakukannya hampir sebulan. Dan dia memutuskan untuk mendatangi gadis cantik, yang sudah membuatnya jatuh cinta dan menjadi incarannya itu.
"Hai, mau kesekolah kan ? ayo naik ?" tawar Alvino yang saat itu sengaja menggunakan motor kesayangannya.
"Eh, hai ! nggak usah, nggak papa. Sekolahnya deket kok kak" tolak gadis manis, yang lagi-lagi membuat Alvino semakin tertarik.
"Nggak usah sungkan Jenn, ayo naik" sifat bossy dan memaksanya dari dulu.
"Hah ? emang, kakak kenal sama aku ?" heran Jenn.
"Iyah, makanya naik dulu, ntar telat loh".
"Gue Alvino, masih ingat nggak ?"
Jenn berpikir sejenak ,,, "Ah iya, baru ingat sekarang. Maaf ya kak" kata Jenn.
"Nanti siang gue jemput lagi. Nggak boleh nolak".
Jenn tersenyum dan mengangguk. Beberapa hari kemudian, dalam kesengajaan mengantar jemput gadis itu kesekolah, Alvino mengungkapkan perasaannya. Awalnya dia ditolak. Tapi bukan Alvino namanya, kalau tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.
Dari perjuangan mengincar dan menatap dari jauh, sengaja mengantar jemput beberapa hari, dan kali ini pun masih berjuang untuk mendapatkan hatinya. Sampai beberapa kali Alvino terus mengatakan isi hatinya, akhirnya Jenn menerima perasaannya. Genap sebulan sudah, Alvino mendapatkan hati gadis kecil itu.
Sungguh, sebuah tantangan baru bagi Alvino, dalam petualangannya menaklukkan banyak wanita selama ini. Menaklukkan gadis kecil itu sangatlah sulit baginya. Dan dia menyukai tantangan itu.
Sejak hari itu, Alvino selalu mengantar jemput gadisnya kesekolah. Bahkan pernah menunggunya hingga jam pulang. Alvino sudah menunjukkan keposesifannya sejak waktu itu. Dan Jenn pun mulai membiasakan diri dengan semua itu. Mereka kerap menghabiskan waktu berdua dengan jalan-jalan, berboncengan ketempat-tempat romantis. Mengukir kenangan manis kala itu. Sampai tiba saat Alvino kembali ke kota. Mereka saling berjanji untuk selalu menjaga hati. Alvino sangat mencintai gadisnya itu, begitupun sebaliknya.
° flashback off
"Sepertinya aku harus menemuinya. Yah, aku akan memberinya kejutan. Tunggu aku, Jenn" Alvino bergumam sendiri dan tersenyum.
Ya, selama tiga tahun ini, Alvino sering bolak balik ke kota xx hanya untuk menemui gadisnya disana. Dia akan mendatangi Jenn, dan memberinya kejutan saat ulang tahun gadis itu. Tentu hal itu mudah bagi Alvino yang berasal dari keluarga berada.
Alvino lalu mengambil ponselnya dan menghubungi sahabatnya.
"Lex, beberapa hari kedepannya gue mau menemui Jenn. Lo tau kan ? gue butuh bantuan Lo. Gue tunggu Lo sekarang di apartemen" ucap Alvino to the point, begitu sambungannya terhubung.
Dalam setiap perjalanannya ke kota xx ketika ingin menemui gadisnya itu, Alvino selalu meminta bantuan Alex. Dalam rangka membuat kejutan untuk gadis pujaan hatinya. Bahkan kerap Alex akang berbohong pada Jenn, hanya untuk memperlancar rencana keduanya. Entah apa yang akan mereka berdua lakukan lagi kali ini. Kita tunggu dan lihat saja yah 😊
.
.
.
.
.
to be continued ....
.
.
.
Happy reading buddies 😊❤️