Simple But Perfect

Simple But Perfect
Couple Goals



Jagat maya saat ini, khususnya dikalangan mahasiswa universitas xx. Dihebohkan dengan unggahan dari sebuah akun instagram pribadi seorang lelaki tampan. Yang menandai seorang mahasiswi cantik, yang termasuk dalam salah satu the most wanted di kampus tersebut. Menuai banyak komentar. Ada yang menyukai, ada pula yang tidak menyukai. Biasalah, netizen bebas berkomentar.


Ada pula yang dibuat kaget serta bingung, dengan unggahan itu. Pasalnya, melihat pose mesra gadis cantik yang dikagumi banyak lelaki dikampus, dengan seorang lelaki tampan yang asing. Rupanya mengundang kontroversi. Banyak kaum adam yang dibuat patah hati. Apalagi pacar koleksi gadis cantik itu. Banyak kaum hawa yang dibuat iri, dengan keberuntungan gadis cantik itu. Ya, Jenn gadis yang beruntung. Karena selalu dikelilingi lelaki tampan. Dan jangan lupa, para sahabat dan teman-temannya yang selalu ada disampingnya.


Bukan saja kehebohan yang datang dari sisi Jenn. Dari sisi Alvino sendiri, tak kalah hebohnya. Mahasiswa akhir jurusan akuntansi, dengan predikat playboy yang melekat padanya. Membuat patah hati wanita-wanita yang menggilainya.


Namun dari semua itu, ada seseorang yang dibuat geram dengan unggahan Alvino itu. Siapa lagi kalau bukan Verlita. Wanita cantik itu, tengah diliputi amarah dan dendam yang meluap. Apalagi melihat kondisi adiknya yang babak belur, karena ulah gadis kecil yang begitu dibencinya.


"Jadi, Lo sudah disini rupanya, sayang"


"Kurang ajar ! dia enak-enakan dengan Alvino, sedangkan adek gue menderita karena ulahnya"


"Lo liat aja, apa yang bakal gue lakuin. Jangan panggil gue Verlita, jika nggak bisa buat Alvino balik sama gue. Lo akan menyesal dan gilak, saat itu tiba"


"Tunggu pembalasan gue, gadis ingusan. Hari itu nggak akan lama lagi"


Wanita arogan itu tertawa sinis. Menyusun skenario jahat.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Couple goals" ucap Farel tersenyum miring, menatap layar ponselnya.


"Siapa" tanya Kenn.


"Siapa yang Lo liat tadi ?" balik bertanya.


"Oh" cuman ber-oh ria.


"Nggak penasaran ? mau liat nggak ?" menggoda temannya.


"Thank you ! ngebayangin aja dah sakit"


Farel terbahak menanggapi ucapan temannya. "Gila, lagi ramai dikomentarin. Followersnya banyak banget lagi. Dah kayak selebgram aja" melirik sebentar ke arah Kenn "Lo nggak nge-follow dia ?"


"Nggak sanggup" masih malas ngomong. Dan lagi Farel terbahak.


"Hei, lesu amat. Baru segitu aja udah nyerah, ck. Cewek bukan cuman dia, Kenn"


"Tau ah, nih hati. Milihnya yang udah punya. Nggak bisa diajak kompromi ni hati"


Kamu pencuri, pencuri hatiku


Kau bawa lari separuh jiwaku


Kamu pencuri, pencuri hatiku


Tak ada lagi yang sehebat dirimu


"Tenang bro. Gue bakal usahain, buat dia tahu perasaan Lo. Itu aja. Selanjutnya, urusan dia dan hati Lo"


Di mana harus kucari


Cinta selain dirimu


Yang mampu melemahkan aku


Sungguh 'ku tak berdaya


[ Pencuri hati - Armada ]


Oh hati, jangan kau menghianatiku. _Ken_


____


"Eh, siapa ini ? mama lupa" canda seorang wanita paruh baya. Yang baru saja masuk ke kamar putranya, karena mendengar suara berisik dari kamar bujangan itu.


"Nggak tahu juga, ma. Tadi dijalan nyasar. Makanya Farel bawa kesini"


Aku tersesat


Dan tak tahu arah jalan pulang


Aku tanpamu


Butiran debuh


"Nggak sekalian kamu ngilangin aja Rel ?"


"Abis ini, mau Farel tenggelamkan di laut aja, ma"


Aku terjatuh


Dan tak bisa bangkit lagi


Aku tenggelam


Dalam lautan luka dalam


Wanita paruh baya itu pun tertawa. Sedangkan yang menjadi objek sindiran, hanya tersenyum kecil. Sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Maaf tante, Kenn nggak bakal ngilang-ngilang lagi deh"


"Awas ya, kalau bohong. Kualat nanti"


Kenn terkekeh. "Beneran tan, Kenn janji" sambil mengacungkan jari tengah dan telunjuk, membentuk huruf V.


"Tan, Kenn boleh minta, dimasakin tiap hari nggak ?"


"Boleh aja Kenn. Asal, kamu nggak pernah absen datang kesini"


"Lo pikir disini warung makan apa ?"


"Lah, emang gue mintanya sama Lo ? nggak penting Lo"


"Nah, begini nih. Kalo udah ketemu sama mama, gue dilupain. Lain kali, kalo lagi galau, noh sama mama aja yah, curhat-curhatnya. Gue ogah"


Kenn dan mamanya, kompak menertawakan dirinya.


"Emang siapa sih, yang sudah galauin anak mama yang satu ini ?"


"Farelnya nggak usah didengerin, tan. Suka ngaco dia"


"Bener loh, mah. Digalauin sama pacar orang, dia"


"Ck, jangan diumbar juga aibnya, nyuk" Kenn mencebik.


"Lah, jangan sama pacar orang dong. Ganteng gini kok, jatuhnya sama yang udah punya"


"Selamat siang"


Ditengah obrolan-obrolan ringan dimeja makan saat itu, tiba-tiba seorang gadis muda datang dan menginterupsi. Dia adiknya Farel, yang barusan pulang dari kampus.


"Eh, ada kak Kenn"


Gadis itu lalu bergabung dimeja makan, duduk disebelah mamanya.


"Masih ingat jalan juga ya, kak ? baguslah, nggak nyasar"


"Hedew, satu lagi" ucap Kenn dengan malas.


"By the way, tadi Fanya dengar, ada yang jatuh cinta sama pacar orang. Siapa sih ?"


"Makan sana kamu, nggak usah cerewet. Kalian lanjutin aja yah. Mama tinggal sebentar" wanita paruh baya itu, berdiri dan berlalu dari ruang makan.


"Fan, kenal sama Jenn nggak ?" tanya Farel pada adiknya.


"Siapa sih, yang nggak kenal kating cantik, pinter dan populer itu. Sekarang aja, dikampus lagi ramai ngebahas foto kak Jenn sama pacarnya di ig"


"Tahu, tadi Kakak juga dah liat postingan pacarnya"


"Perfect kan, kak ? cowoknya cakep banget lagi. Duh lesung pipinya itu loh, bikin meleleh. Gilak, kak Jenn keren banget, pacarin cowok seganteng itu" ucap Fanya tersenyum, dengan wajah yang bertumpu pada dua tangannya. Sambil geleng-geleng pula.


"Emang yang disebalah kakak, nggak ganteng ?"


Fanya melirik pada seseorang yang duduk disebelah kakaknya.


"Kak Kenn ganteng. Tapi, kalo nggak punya pasangan, sama aja. Tapi apa hubungannya ?" Fanya mengernyit.


"Bahas yang lain kenapa ? nggak bosen apa, jadiin gue topik terus dari tadi ?" kesal Kenn.


"Oh, jadi yang dari tadi dibahas jatuh cinta sama pacar orang itu, Kak Kenn ? beneran kak ? sama siapa ?" Fanya memberondong Kenn dengan pertanyaan. "Atau jangan-jangan ... hah ?" sedikit kemudian, gadis itu membulatkan mata dan menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Kamu nyambungnya cepat juga. Emang nggak salah lagi, adek gue" Farel terkekeh.


"Jadi, menurut kakak, Fanya anak angkat gitu ? awas, Fanya laporin sama mamah" ucap Fanya cemberut.


"Bercanda Fan. Gitu aja ngambek. Nanti cantiknya ilang loh" Farel menggoda adiknya. "Liat tuh, yang lagi galau, kamu hibur gih" sambung Farel meledek Kenn.


"Tapi beneran ? kak Kenn jatuh cinta sama kak Jenn ?"


"Menurut Lo Fan, cocok nggak, Kenn sama Jenn ? Nah, nama aja hampir mirip-mirip gitu"


"Gue udah selesai. Mau balik, bye" Kenn berdiri meninggalkan meja makan, dan diikuti Farel. Meninggalkan Fanya sendirian disana.


"Hei, kenapa gue ditinggalin ? nemenin makan dulu napa ?" teriak Fanya, yang tidak di hiraukan dua lelaki itu. "Eh, tapi kak Kenn, kenal sama kak Jenn-nya diamana ?" gadis itu berbicara sendiri.


"Padahal kan gue mau bilang, kalo mereka cocok. Ya, walaupun kak Kenn bukan horang kaya. Tapi kak Kenn ganteng dan baik. Cocoklah sama kak Jenn. Mereka bakal jadi couple goals yang unik. Simple but perfect" Gadis itu masih terus saja bermonolog.


.


.


.


.


.


to be continued ...


.


.


.


Happy reading buddies ๐Ÿ˜Šโค๏ธ