Simple But Perfect

Simple But Perfect
Benar-Benar Kacau



...~ Happy Reading ~...


...___________________...


...*...


...*...


...*...


๐Ÿ“ฑ "Lo gila yah?! Pelan-pelan aja napa? Kup ...."


๐Ÿ“ฑ "Gue gak lagi bercanda, bodoh, brengsek! Di mana Lo? Share lock alamat abang Lo sekarang juga!"


๐Ÿ“ฑ "Eh, kena ...."


Panggilan itupun terputus begitu saja, dengan Kenn yang terlihat tidak sabaran, sementara Rossa dan Putri terlihat menahan dada mendengar nada membentak Kenn pada orang di seberang telepon.


"Tadi dia yang nganterin kalian kan? Di mana dia?" tanya Kenn pada keduanya.


"Siapa Kak? Reza?" Keduanya balik bertanya.


"Iyah, cepetan kasih tau di mana dia?"


"Dia emang nganterin kita, tapi setelah itu dia pergi gak sempet masuk. Katanya ada urusan," terang Rossa.


Kenn memicingkan matanya. Urusan? Ah, jangan sampai ....


Bunyi notifikasi ponselnya menghentikan dugaannya.


Tanpa berpamitan lagi pada kedua sahabat istrinya, Kenn segera berlalu dari sana menuju basemen. Ia mencari sopir keluarga Farel yang tadi mengantarkan dirinya dan Jenn.


Ia lalu meminta sopir itu untuk keluar dan memberikan kunci mobil padanya. Melihat Kenn yang tampak terburu-buru seperti ada masalah, tanpa bertanya sang sopir lalu memberikannya.


Kenn segera melesat dari sana menuju lokasi yang sudah ia dapatkan, meninggalkan Rossa dan Putri bersama sopir dalam kebingungan.


"Ada apa, Non? Sepertinya ada masalah yah?" tanya Pak sopir.


"Eh, Bapak." Keduanya kaget karena baru menyadari keberadaan orang tua itu. "Iyah nih, Pak. Jenn hilang, dibawa kabur, kita mesti gimana ini?" ucap Rossa membuat pak sopir terlonjak kaget.


"Waduh, bagaimana bisa, Non? Gawat ini, saya bisa kena marah Tuan nanti." Sopirnya mendadak panik.


"Ah." Putri menepuk dahinya. "Kita belum ngasih tau yang lainnya di dalam," ucap gadis tomboi itu dan hendak berlari masuk ke dalam, tapi di tahan Rossa.


"Jangan buat kacau acaranya, Bebs. Kali aja kak Kenn emang sengaja gak mau ngerusak hari bahagia Fio dan kak Farel, makanya dia gerak sendiri." Rossa berpendapat tapi Putri tak mau mendengarkannya.


"Trus kita ngapain bengong di sini? Seenggaknya kita mesti kasih tau Yuni dan Reta, kita mesti mikir cari cara sama-sama juga. Jangan cuman diam seperti orang bodoh di sini." Putri terbawa emosi. "Tenang aja, gue gak bakal bilang buat pengantinnya kok." Berbicara setengah teriak dengan langkah yang sudah bergerak menjauh dari Rossa.


Tidak ada pilihan, Rossa dan sang sopir pun mengikutinya masuk.


Tampak jauh beberapa meter dari sana, seseorang tengah mengawasi mereka dari dalam mobil sambil tertawa puas.


"Kocar-kacir gak tuh, ha-ha-ha. Sudah cukup bahagianya kalian, game-nya baru saja dimulai."


Ia lalu menjalankan mobilnya dan meninggalkan tempat itu.


Setelah kepergiannya, sebuah mobil lain baru saja memasuki area hotel itu. Pengemudi tampak memarkirkan mobilnya sembarangan dan tergesa-gesa keluar dari sana.


Ia berlari semakin cepat ketika melihat gadis yang dikenalinya.


"Sa, Rossa, tunggu!"


Mendengar namanya dipanggil, gadis itu berbalik dan melihat siapa di belakang. Ia sedikit kaget dan risih melihat orang yang memanggilnya. Pasalnya ada rasa canggung yang entah kenapa tiba-tiba seolah membatasi keduanya.


Meskipun pada kenyataannya tadi orang itulah yang sudah mengantarkan dirinya dan Putri ke tempat acara itu. Namun, sejujurnya kedua orang itu sedang berupaya saling menghindar dan menjaga jarak.


"Sa, kamu ngapain di luar gini? Liat si Kenn gak?" tanya Reza dengan sedikit ngos-ngosan.


"Hm, kak Kenn? Udah pergi. Tadi bukannya dia nelfon Lo kan? Pergi ke mana sih dia?" Meskipun canggung, tapi sejujurnya rasa penasaran kemana perginya Kenn jauh lebih besar saat itu.


"Kayaknya ke tempat abang gue. Ada apa memangnya?" Pertanyaan balik dari Reza membuat tubuh Rossa menegang seketika.


"Kita mesti susul kak Kenn ke sana, Reza. Gue takut mereka ...."


"Apa yang terjadi, bilang sama gue!" teriak Reza tak sabar melihat tingkah aneh Rossa.


"Jenn hilang, dia dibawa kabur orang gak dikenal!!" jawab Rossa dengan nada yang ikutan tidak terkontrol lagi.


Gadis itu menggeleng kuat membuat Reza panik. "Bag ...."


"Non, jadi masuk gak?" Suara pak supir menginterupsi keduanya.


"Ah, iya Za. Bentar kita masuk dulu ngasih tau Yuni sama Reta. Gue juga mau mastiin Putri gak ngancurin acaranya Fio. Jangan sampai dia dan kak Farel tau ini, bisa hancur hari bahagia mereka." Gadis itu berucap dengan kaki yang sudah melangkah, terburu-buru diikuti Reza dan pak sopir.


Ketiganya setengah berlari, menuju ballroom yang masih berada di lantai dasar gedung mewah tersebut. Ketika hampir sampai tapi belum juga masuk, ketiganya kaget dan berhenti begitu melihat gerombolan manusia yang berlari keluar dari dalam ruangan.


Rossa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.


Ya, Tuhan! Apa yang sudah dilakukannya? Benar-benar ini anak.


Gadis kalem itu bertambah kaget melihat Farel, Fio dan kedua orang tua mereka yang juga sedang berlari ke arahnya.


Kacau! Benar-benar kacau.


"Di mana Kenn?" tanya Farel dengan cepat. "Kenapa dia diam gak ngasih tau sih? Kalian pikir ini hal sepeleh?"


"Sa, Jenn mana? Kok bisa dibawa pergi sih, kalian iih." Fio sudah hampir menangis karena khawatir.


"Gue juga gak tau." Ia beralih pada mamanya Farel. "Tan, maaf banget, udah buat kacau acaranya." Lagi ia beralih pada ayahnya Farel. "Om, maaf yah. Tadi kak Kenn gak mau sampai kacau begini." Rossa tak enak hati.


"Tidak apa-apa, Nak. Kenn memang begitu orangnya. Tenang saja, papanya Farel sudah menghubungi polisi," jelas mertuanya Fio menenangkan gadis-gadis itu.


Sementara itu Farel memaksakan Reza lalu keduanya menyusul Kenn ke tempatnya Alvino.


"By, aku pergi bentar yah. "Kamu di sini dulu sama mamah." Mengelus kepalanya istrinya. "Ma, titip Fio yah." Ia pun bergegas pergi dari sana bersama Reza.


"Jangan lupa kabarin papa, Rel," ucap ayahnya Farel setengah teriak sebelum keduanya menghilang dari sana.


.


.


.


.


.


..._____๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ_____...


.


.


.


.


.


...To be continued ......


...__________________...


...*...


...*...


...*...


Selamat sore semuanya ๐Ÿ‘‹ Ketemu lagi ๐Ÿค—


Tinkyuw banget buat kalian yang selalu setia menunggu cerita receh ini ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


Maaf yah udah buat nunggu lamaยฒ ๐Ÿคญ๐Ÿคญ


Nih up 2 bab sebagai bonus ๐Ÿคญ Semoga suka yah zeyengยฒ akoh ๐Ÿค—


Sampai jumpa di episode berikutnya ๐Ÿค—


Ig author : @ag_sweetie0425