Simple But Perfect

Simple But Perfect
Kemenangan Putri



Giliran Putri bersama timnya bertanding. Rossa kembali dibuat gila, oleh kegilaan Jenn and the geng-nya. Bukan hanya sekedar bertepuk tangan untuk memberi support. Keenam gadis-gadis the most wanted itu, berteriak penuh semangat. Bahkan sampai melompat dan melambai-lambaikan tangan keatas, sebagai bentuk dukungan untuk Putri dan timnya.


Ya ampun, gak ada malu-malunya banget jadi cewek.


Rossa menutup mata dengan kedua telapak tangannya, sambil menggelengkan kepala. Tidak habis pikir dengan komplotan gadis-gadis gila disebelahnya.


"What's wrong, Sa ?" Jenn melihat sahabatnya itu seperti bermasalah.


"Sumpah ya Jenn, gue nggak kuat deket-deket mereka. Gue mau balik duluan aja" Rossa hendak meninggalkan tempat itu.


"Nggak bisa. Pokoknya, Lo harus tetap disini. Sampai si Putri selesai, baru kita balik sama-sama. Gue nggak mau denger alasan apapun.


Dan akhirnya nona jomblo terhormat itu, memilih tetap duduk bersama komplotan gadis-gadis pecicilan disana.


Putri dan timnya tampil memukau. Latihannya selama beberapa hari lalu, ternyata tak sia-sia. Jenn dan yang lainnya begitu senang, melihat permainan Putri dan timnya. Gadis tomboi itu terlihat begitu sexy siang itu. Dengan sportswear berwarna hitam sedikit longgar dan kontras dengan kulit putihnya. Dihiasi bulir-bulir keringat yang mengucur, membuat kesan sexy pada gadis trail itu.


"Ah mami, si Putri keren banget sih" Jenn gemas, sambil mengguncangkan bahu Rossa.


"Apa sih Lo. Cewek tomboi itu, dimana-mana emang selalu keren. Nggak kayak teman-teman Lo yang kek cacingan itu" sahut Rossa sedikit berbisik.


"Coba kalau gue bisa kek si Putri, pasti gue keren banget mamiiii" Jenn tidak mendengar ocehan sahabatnya. Malah semakin gemas, sampai mencubit Rossa.


"Auh Auh,,, sakit miniiii. Ih, mana Lo bisa ? Liat bola aja dah ngos-ngosan. Lo itu, bisanya cuman naklukin hati cowok doang" ucap Rossa sarkastis.


Jenn melotot marah pada Rossa. Gadis kalem itu tertawa renyah, karena telah berhasil membuat mini kesayangannya marah.


Dalam suasana hatinya yang baru saja senang, Rossa kembali dibuat shok. Karena tiba-tiba saja terjadi keributan antar pemain dalam pertandingan siang itu.


Jenn and the geng-nya yang melihat itu, langsung bergegas menuju area pertandingan. Disana Putri, si gadis tomboi itu sedang bertengkar dengan seorang gadis dari tim lawan.


"Put, put udah, udah" Jenn menghentikan aksi Putri yang hendak memberikan tinju pada gadis didepannya.


"Ada apa ini ? kenapa sih ?" tanya Jenn.


"Dia sengaja buat gue jatoh. Gue nggak terima bebs, curang dia. Yang sportif dong kalo main" Putri begitu emosi.


"Lah kalo begitu hajar aja Put" sambung Alena, yang sudah maju ingin menghajar gadis tadi.


"Eh eh, gak Al, nggak usah buat keributan disini. Biarkan pihak berwajib yang menyelesaikan ini. Oke ? dan Lo Put, jangan dulu pake emosi. Tenang dulu. Gue yakin, Lo dan tim Lo, pasti menang. Semua orang pada nonton. Dan gue yakin, mereka tahu siapa yang curang disini" ucap Jenn panjang lebar menenangkan Putri dan Alena yang sedang emosi.


Dan benar saja, Putri dan timnya yang memenangkan pertandingan volleyball kategori putri siang itu. Jenn selalu bangga dengan pencapaian sahabatnya.


Giliran Reza yang bertanding, dia sudah tidak melihat Jenn dan teman-temannya disana. Reza tersenyum getir. Mengharapkan kehadiran gadis itu disana untuk menyemangati dirinya, kini pupus.


Jenn, Rossa and the geng-nya sudah berada diluar gedung olahraga setelah Putri selesai bertanding.


"Gimana kalau kita merayakan kemenangan Putri, entar malam di cafe aja" usul Maureen.


"Boleh juga tuh. Gimana Sa, mau ikut nggak ?" tawar Jenn pada Rossa.


"Nggak deh, gue dirumah aja. Masih shok, dengan aksi brutal si Putri dan geng Lo. Ngeri gue deket-deket ma kalian terus" tolak Rossa sambil bergidik. Dia masih shok dengan insiden kecil tadi.


"Hadew, jaim banget sih. Terserah Lo deh" ucap Alena.


"Oke fix. Ntar malam kita kumpul-kumpul di cafe xx ya, dan sekarang, kita back to home" sambung Alena lagi.


"Sekali lagi congrats ya bebs. Lo tadi keren banget tau nggak, seneng banget gue punya sahabat seorang atlet keren" Jenn memuji sahabatnya, begitu sampai dirumah.


"Ck biasa aja, lebay banget sih sayangku yang satu ini" ucap Putri lalu memeluk Jenn.


"Lebay tingkat dewa. Lo nggak tau aja. Tadi disana pas liat Lo tanding, dah kayak orang gila aja tuh anak. Bisa sakit jiwa gue lama-lama sama dia dan geng edannya" Rossa ikut nimbrung.


"Put, bilang sama dia. Yang namanya anak gadis itu mesti banyak ceria, happy, banyak teman, menikmati masa-masa indah, yang tidak akan pernah terulang lagi. Nah, nanti kalau dah nikah baru deh jaim-jaimnya" Jenn pura-pura berbisik pada Putri, padahal bisa didengar oleh Rossa.


"Iyah, tapi jangan banyak pacar kayak Lo yah. Bisa hancur masa-masa indah ini haha" Rossa menanggapi dengan tertawa senang.


"Justru itu nilai plusnya mami sayang. Biar nggak buta urusan cinta kayak Lo, hahaha" Jenn membalas Rossa.


Mereka bertiga lalu beristirahat sebentar. Disela-sela waktu istirahatnya, Jenn melakukan panggilan video dengan kekasihnya, Alvino.


"Udah pulang yah ?"


"Iyah, bi. Nih udah dirumah. Aku boleh izin lagi nggak, bi ?"


"Kemana lagi sih?"


"Hmm, mau ke cafe entar malam, sama temen-temen. Ngerayain kemenangan si Putri. Boleh yah, bi yah"


"Nggak, nggak boleh. Apalagi malam. Nggak honey, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa. Nanti keluar malamnya, kalo sama aku"


"Bi, please yah ! ini nggak lama kok. Bentar aja di cafe. Aku janji nggak bakal kenapa-kenapa. Aku bakal jaga diri kok, please"


"Oke ! tapi, aku kasi batas waktu yah"


"Siap komendan, i love you so much"


Jenn begitu senang mendapat ijin dari kekasih tercintanya.


.


.


.


.


.


to be continued ...


.


.


.


Happy reading buddies 😊❤️