Simple But Perfect

Simple But Perfect
Teman Yang Support



Putri yang melihat sahabatnya berteriak sambil memukul sendiri kepalanya, mengernyit bingung.


"Kenapa ? ada apa ? siapa yang nelpon ?" pertanyaan beruntun dari gadis tomboi.


Jenn yang masih menjauhkan ponselnya saat itu, hanya bisa menggigit bibirnya. Gadis itu bingung harus seperti apa dan bagaimana mengawali percakapan pertama mereka via telepon, dengan status yang baru saja dideklarasikan sendiri olehnya semalam tadi. Sementara ia pun masih sangat malu dengan kejadian semalam.


"Hei, siapa yang nelpon ? ngomong dong. Jangan kek orang linglung" ucap Putri sedikit keras.


"Ini ... ini dia, bebs ! ahk aku maluuuu" pekiknya dengan suara tertahan.


"Dia siapa ? Kak Kenn ?" Jenn mengangguk.


Putri pun langsung merebut ponsel dari tangan gadis itu.


"Halo, kak Kenn ! ini Putri, sahabatnya Jenn"


"Oh, maaf udah ganggu. Jenn-nya gak mau ngomong yah ?"


"Eh bukan kok, kak. Siapa bilang ? Katanya malu aja, dia. Saking senengnya sampai grogi, hihihi"


Jenn langsung mencubit lengan si Putri dan merebut kembali ponselnya. Putri meringis.


"Dianya malu-malu mau tuh, kak" pekik Putri dan langsung berlari menjauh.


Di seberang sana seorang pria terkekeh mendengar hal itu.


"Ck, ini lagi ketawa-ketawa ih"


"Kamu lucu sih. Sama pacar kok malu"


Blusshh ! wajah Jenn seketika merona.


Aih, ditelepon aja udah begini. Gimana mau tatap muka ? ahk bisa jadi lilin gue.


"Halo, Jenn ! kamu denger kan ?"


"Iyah denger kok"


Tiba-tiba Rossa muncul. "Ayo, bebs. Jalan !"


Jenn menoleh dan mengangguk. "Bentar ya, Sa. Tunggu aja di depan" ucap Jenn pada Rossa.


"Mau ke kampus, ya ?"


"Ah, iya kak. Udah dulu yah"


"Aku anterin"


"Gak usah, kak !"


"Kenapa ? malu lagi ?"


"Enggak gitu, cuman gak mau ngerepotin aja"


"Gak repot sama sekali kok"


"Hmm, ini udah mau telat juga, kak. Kalo gitu pulang kampus aja yah. Ntar aku kabarin"


"Baiklah tuan Putri"


"Ck, gak usah lebay"


"Haha ya udah. Hati-hati, Jenn"


"Iya kak, bye"


Jenn mengakhiri panggilan telepon dan bergegas mengikuti Rossa yang sudah menunggunya di depan.


"Cie, yang dapet telepon dari pacar baru" goda Rossa yang mendapat bocoran dari si gadis tomboi.


"Apa sih. Siapa yang pacaran ? emang gue bilang gitu yah ?" sangkal Jenn.


"Gak perlu Lo bilang pun, kita tau lah" ucap Rossa disertai satu kedipan mata.


"Ih, sotoy" Jenn mencebik.


"Mulut Lo bisa berbohong. Tapi mata Lo gak, bebs" Rossa naik ke motor dan di ikuti Jenn.


"Udah ngaku aja" teriak Putri saat kedua sahabatnya mulai meninggalkan halaman rumah. Jenn menoleh dan menjulurkan lidahnya pada si gadis tomboi.


"Syukurlah, sedihnya hanya sehari. Semoga bahagia selalu, bebs. Gue mesti ngucapin terimakasih nih buat kak Kenn nanti" Putri bermonolog.


Tak berselang lama, keduanya tiba di parkiran kampus. Baru saja turun dari motor, seseorang menyapa mereka.


"Hai, selamat pagi" seorang lelaki menghampiri keduanya.


"Eh, Pagi juga, Za" Jenn membalas sapaan Reza. Sedangkan Rossa hanya tersenyum.


Ketiganya lalu berjalan beriringan meninggalkan parkiran menuju kelas masing-masing.


"Kayaknya gue ketinggalan info baru nih" ucap Reza penuh arti.


"Eh, info apa emang ?" Jenn bingung.


"Kayaknya ada yang beda ya, Sa. Kek lagi bahagia banget gitu loh. Gue bener gak sih ?" pura-pura bertanya pada Rossa.


Rossa tertawa kecil memahami maksud Reza. "Yaps, Lo bener ko, Za. Emang keliatan kan ?" mulai nyambung mereka. Pasca Jenn yang sakit waktu itu, kedua manusia itu jadi akrab.


"Ih, kalian apaan sih ? ada-ada aja deh" gadis cantik itu pura-pura tidak mengerti.


"Gak usah malu-malu gitu. Gue ikut seneng buat Lo, Jenn" Reza mengacak rambut gadis itu membuatnya cemberut.


"Ih, Jangan diberantikin lagi dong. Sok tau banget jadi orang" gerutu Jenn.


"Emang gue tau. Gue tau yang terjadi semalam. S e m u a ny a !" ucap Reza penuh penekanan.


"Hah ???" Jenn dan Rossa pun kaget dan spontan berhenti.


"Hahaha,,, gue ke kelas dulu yah, bye" Reza langsung berlalu pergi ke kelasnya meninggalkan dua gadis yang tercengang dengan ucapannya.


"Tau dari mana dia ? kita kan barusan ketemu" ucap Rossa keheranan. Sedangkan Jenn hanya terdiam.


Apa yang dia pikirkan tentang gue sekarang ? Aish jadi ngerasa gak enak kan.


Keduanya lalu kembali berjalan menuju kelas.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Ngapain Lo kesini ?" tanya Kenn dengan cueknya.


"Buat gangguin Lo lah, bebs" seru Farel dengan suara kemayu yang dibuat-buat.


"Jijay gue ma Lo. Hush, sana jangan deket-deket" kembali fokus dengan pekerjaannya.


"Wah, wah" Farel menggelengkan kepalanya. "Jadi gini ni ucapan makasih Lo hah ?" berkacak pinggang. "Udah dapet pacar terus ngusir temen yang dengan susah payah nge-support dan nge-bantuin Lo buat dapetin dia ? nyesel gue udah gak dibutuhkan" gerutu Farel pura-pura ngambek.


Seketika Kenn menghentikan pekerjaannya dan terbahak. "Hahaha, gak usah sok ngambek kek cewek, Lo. Gue eneg" terbahak lagi. "Iya deh iyah, temen yang udah support, pppfffftttt" merasa lucu melihat tampang Farel yang sedang kesal. "Makasih bro. Lo emang temen gue" meninju bahu Farel dengan gaya macho lalu merangkulnya.


"Gimana ? cinta udah menemukan jalannya sendiri kan ?" tanya Farel menaik turunkan alisnya.


Kenn tertawa kecil dan mengangguk. "Gue kira ini bakalan sulit. Gak mudah buat dapetin dia" keduanya duduk pada sebuah kursi panjang yang tersedia di bengkel milik papanya Farel. "Gue gak pernah nyangka dia bisa senyaman itu ma gue" tersenyum mengingat tingkah manja gadisnya semalam. Imut banget ! menggeleng pelan.


"Gimana gak nyaman coba ? Lo-nya bersikap manis terus gitu ke dia" Kenn terkekeh mendengar itu. "Untungnya udah jadian. Kalo gak, kasian anak orang dibuat baper gak jelas" ucap Farel tersenyum kecil.


"Sekarang udah jelas kan ? hahaha" Kenn tertawa renyah. "Berarti bisa tambahin dosisnya dong, biar makin baper. Kan sekarang udah bisa tanggung jawab" lelaki tampan dengan tubuh sexy penuh keringat itu tersenyum bahagia.


"Gue dan Fio seneng banget untuk kalian" ucap Farel tulus.


Kenn menoleh sebentar pada temannya. "Ngomong-ngomong, tau dari mana Lo kalo kita udah jadian ? kan tadi malam Lo sama Fio balik duluan kan ?" memicingkan matanya.


Ferel terbahak. "Sorry bro ! karena kepo, kita berdua gak jadi pulang. Milih buat nguping, hahaha" terbahak lagi dan lagi.


"Ck, dasar yah. Udah kek emak-emak aja Lo. Pasangan somplak emang" mendorong tubuh Farel dan bangkit berdiri. "Sana pulang, gue mau lanjut kerja. Gangguin aja" kembali ingin menyelesaikan pekerjaannya.


"Orang gue mau nemenin kok, gak makasih malah ngusir" ikut berdiri dan mengikuti Kenn.


"Gue gak butuh Lo temenin. Kalo Jenn sih iya, tambah semangat gue. Hahaha" Farel berdecak kesal melihat tingkah menyebalkan Kenn hari ini.


"Ngomong-ngomong dari semalam gue heran sama Lo, Kenn. Belajar gombal dari mana hah ? bisa-bisanya gombalin Jenn semalam. Udah gitu sukses pulak ngedapetin dia. Gak kayak Lo yang biasanya" heran Farel.


"Berguru sama Lo lah, nyuk. Selama ini gue denger doang teorinya, nah sekarang baru prakteknya" mengedipkan sebelah matanya lalu memulai lagi pekerjaannya.


"Sukses selalu, bro" tiba-tiba teringat sesuatu. "Tapi gimana sama pacarnya ? mereka udah putus emang ?" tanya Farel.


Ken pun kembali menghentikan pekerjaannya. Emang dasar si Farel pengganggu.


"Gak ada statement itu sih. Cuman tiba-tiba lost contact, dan katanya dia udah punya yang lain. Jenn ditinggal gitu aja" Kali ini Kenn menatap Farel dengan wajah serius. "Apapun alasannya, gue gak akan ngelepasin dia lagi. Gak akan pernah. Apapun akan gue lakuin buat dia selalu nyaman, bahagia, dan tetap tinggal disisi gue" ucap Kenn bersungguh-sungguh.


"Keep fighting and good luck, Kenn" Farel menyemangati temannya.


"Thanks" Kenn tersenyum kecil.


Maafkan aku, Jenn. Aku hanya ingin memilikimu seorang diri. Dan aku berjanji, kamu akan selalu bahagia disisiku.


❀️❀️❀️❀️❀️❀️


.


.


.


.


.


to be continued ...


___________________


Hai semuanya πŸ‘‹


jangan lupa tinggalkan jejaknya yah πŸ™πŸ˜Š


plissss ! like, komen, rate, dan tambahkan ke favorit ❀️


terimakasih buat yang selalu mampir 😘πŸ₯°πŸ€—πŸ€—


selamat membaca πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


πŸ‘‡


Ig author : @ag_sweetie0425