
Lubang yang menciptakan lubang ratusan meter ke dalam Lunar, aku menenggelamkannya ke bawah sana bersama debu-debu dan pasir yang menuju ke atas lubang.
Aku berjalan mendekat perlahan dan menyaksikan asap yang begitu tebal dari kedalaman lubang ini, begitu kacau hingga aku tidak bisa melihat dasarnya. Namun, aku meningkatkan penglihatan mataku untuk menembus semua asap tebal ini.
Hingga aku melihat dengan jelas, bahwa dia tidak tersungkur dan sekarat untuk ketiga kalinya, di balik asap tebal setinggi ratusan meter, dia mengarahkan tangannya ke langit, aku tidak tahu apa yang dia lakukan.
Tapi dia berdiri dengan kokok di bawah sana, seperti tangan itu mungkin menuju ke atas sini, namun bukan mengarah padaku.
Hingga cahaya besar yang menyelimuti seluruh angkasa datang dengan sangat cepat. Kecepatannya bahkan tidak dapat kurasakan, cahaya itu datang begitu saja masuk ke dalam lubang ini, energi cahaya yang benar-benar kuat.
Entah darimana asal dan ujung nya, tapi ini seperti suatu energi yang di tarik dengan kekuatan besar.
Seluruh cahaya Lunar sepertinya kalah dengan cahaya energi ini. Cahaya yang lebih bersinar terang daripada pijakan bulan yang ku pijak saat ini.
Sebuah daratan kemudian terangkat ke atas perlahan, permukaan bulan yang awalnya ku lubangi begitu dalam, tiba-tiba naik begitu saja ke permukaan.
Dia tepat berdiri di balik aura hitam yang membuat suasana di sekitar mulai kacau.
Bahkan ini sudah menjadi wujud transformasi ketiga, berapa banyak wujud transformasi yang di miliknya?
"Luar biasa! Luar biasa!"
"Aku sudah bertransformasi sebanyak tiga kali, dan kamu bahkan belum berubah sedikit pun, aku mengakui mu, lho."
Ucapnya sambil berjalan melewati lingkaran kehancuran yang menghubungkan kembali permukaan yang hancur
"Omong-omong ... kamu belum tahu siapa namaku bukan, namaku adalah Dyland Alzun, iblis rahasia yang berhasil menempuh dunia iblis pada lapisan ke sembilan puluh sembilan tanpa sepengetahuan siapapun." Ucapnya sambil berjalan ke arahku dengan pelan.
Dyland : "Dan satu lagi. Kupikir kamu belum melihat kemampuan sejati dari transformasi ketiga ku."
Dia kemudian merujuk dengan cepat, mengulurkan jari telunjuknya ke arah lurus padaku. Sebuah tebasan angin yang begitu cepat, namun terasa berbahaya, aku berhasil menghindari serangan seperti itu.
Rasanya seluruh udara di belakang ku terbelah, gemuruh kecil yang menghasilkan gemuruh besar mulai terasa dari kedalaman Lunar ini. Retakan-retakan bercabang tak hingga yang terus menerus berakar dan menciptakan retakan yang lebih besar.
Retakan sejauh mata memandang yang melesat tanpa akhir, tanah mulai terbelah begitu jauh, aku berpindah ke sisi kiri, dan orang ini berpindah ke sisi kanan daratan.
Daratan mulai terbelah begitu besar, menjadi seperti dua daratan yang berpisah sejauh puluhan meter. Tanah dan bebatuan bulan ini mulai runtuh dan berjatuhan tak karuan.
Hingga aku sadar, serangan kecil itu sebenarnya sudah memutari seluruh bulan, membelah bulan ini tepat menjadi dua bagian.
Semakin menjauh dan menjauh, seperti bagaimana padang pasir yang di lalui oleh pasukan berkuda di belah oleh Gilgamesh. Seluruh area ini luluh lantah. Bulan akan terbelah menjadi dua dan hancur secara perlahan.
Dari kejauhan, aku hanya melihatnya tepat seperti sebuah titik, ketika permukaan bulan semakin lama memisah ke angkasa lepas, menjadi sampah angkasa.
Dia bahkan seperti menggambarkan sebuah lingkaran sihir berlapis yang begitu besar, melingkari area nya dengan kekuatan yang lumayan besar. Semakin banyak lingkaran sihir nya, semakin terasa kuat kekuatannya mengalir ke dalam, menciptakan energi yang bertujuan untuk sesuatu yang mungkin lebih besar dari ini.
Seluruh bagian aneh pada wajahnya mulai lepas seperti bagian tubuh yang masuk kembali menyatu dengan kulitnya, wajah aslinya mulai terlihat kembali. Terkecuali tanduk panjang nya yang melebar ke kanan dan kiri.
Dia terlihat tersenyum jahat padaku, ketika angin kencang menyapu sekitarnya, mulutnya terbuka dan mengatakan sebuah kalimat.
Bahkan jika bulan ini sudah terpisah sejauh ratusan kilometer, aku masih bisa melihat seberapa besar lingkaran sihir itu, menajamkan kemampuan mataku untuk melihat lebih jauh. Mulutnya memang mengucapkan kalimat tadi, aku terus mengulangi film itu di dalam ingatanku, mengingat setiap gerak-gerik dari pergerakan mulutnya.
Sampai akhirnya aku tahu, bahwa dia mengucapkan "Sudah terlambat" aku tidak tahu apa maksudnya dengan kata sudah terlambat, namun itu bisa saja mengakibatkan hal buruk yang akan segera terjadi.
Orang-orang akan berada dalam bahaya, tapi ... aku tidak tahu pasti, maka dari itu, sekali lagi aku berlari melewati sisi lain bulan ini, melompati ruang secepat seratus ribu kali lipat kecepatan cahaya untuk menembus ke daratan lain bulan yang terbelah ini.
Aku sampai...
Aku sampai...
"Bajingan, apa yang akan kau lakukan?"
Aku bergerak ke arahnya untuk melayangkan pukulanku ke wajah anehnya ini, kemudian dia hanya menghilang sekejap dari pandanganku, tangan yang terasa tiba-tiba menarik bagian belakang bajuku, melakukan tarikan yang benar-benar kuat.
"Sudah kukatakan, ini sudah terlambat."
Ucapnya dengan sangat cepat.
Aku di lempar kembali ke angkasa lepas, terjatuh dan tidak akan mendarat di daratan manapun, hanya saja aku sudah bukan manusia lagi yang akan mati berada di bulan dan angkasa tanpa oksigen.
Tarikan gravitasi yang lebih tinggi dari sebelumnya menarik ku ke belakang dengan lebih kuat, ini semua terjadi secara tiba-tiba.
Ketika aku melayang di angkasa dengan banyak hal yang mengarah ke satu tujuan, aku berbalik ke belakang, ketika sebuah lubang hitam besar di kejauhan terbuka begitu saja, lubang hitam yang pernah kulihat dari beberapa film-film.
Seperti film insterstellar, lubang hitam itu di namakan sebagai gargantua, namun dari yang ku perkirakan, ini bukan lubang hitam yang bercanda.
Ini seperti berukuran delapan ratus kali lipat lebih besar dari gargantua, tarikannya benar-benar hebat. Tidak ada tarikan yang membutuhkan animasi. Seluruh benda yang ada di tata surya akan di hisap ke dalam. Masuk ke dalam lubang hitam dan menghilang selamanya. Tidak sampai lima detik, satu planet sudah habis terhisap bagaikan benda bulat yang perlahan merubah bentuknya menjadi kacau dan berakhir seperti debu.
Semua yang berada pada jangkauannya benar-benar terhisap dengan cepat. Lebih cepat dari fenomena lubang hitam biasa. Tapi, ini sudah berlebihan. Bahkan tidak ada cahaya yang bisa lepas dari tarikan gravitasi blackhole.
Aku berlari sekuat tenagaku, bergerak untuk melawan tarikan yang menarik cahaya. Jika cahaya bisa lolos, maka aku pasti bisa. Dan jika kecepatan sepertiku tidak lolos, cahaya sudah pasti tidak akan lolos melewati gravitasi ini.
Hanya dengan bergerak menjauhi lubang hitam itu dalam sekejap, aku menuju lelaki berambut putih ini dengan kecepatan yang tidak akan dia mengerti. Aku akan membekukan waktu untuk kedua kalinya, berada di depannya dan mendorong nya ke dalam lubang hitam itu.
Aku benar-benar berhasil melarikan diri dari tarikan seperti itu, tinggal beberapa langkah lagi dari langit untuk turun pada lelaki ini.
Dengan begini, aku bisa berjalan kemanapun di angkasa, layaknya pijakan itu ada. Sebenarnya aku bisa menciptakan pijakan-pijakan dari batu neraka, mereka akan terhubung satu-sama lain dan bergerak sesuai keinginanku untuk menciptakan jalan di panjangnya lautan semesta.
Namun, hal seperti itu tidak selamanya perlu di lakukan, jika ada, mungkin aku hanya melakukan nya sebagai gaya bertarung. Karena aku cukup berjalan kemana pun yang aku mau, membayangkan seolah-olah pijakan dari kekosongan itu ada untukku.
Namun, mereka tidak ada, ketika keinginan atau pikiranku musnah, maka sihir-sihir apapun itu yang berasal dari kekuatanku akan berhenti.
"Ada apa ini? Bukankah kamu terlalu lama?"
Tiba-tiba, Marie tiba-tiba langsung berada tepat di dekatku.
"Eh? Apa yang kamu lakukan disini?"
Marie: "Aku merasakan keributan ini daritadi, ada begitu banyak keributan, terutama yang ini, apa yang kalian lakukan? Kamu bahkan belum pulang ke rumah untuk mencoba pakaian cosplay ku!"
"Pakaian cosplay? Ide apalagi itu?"
Marie: "Lupakan saja! Aku akan mengakhiri ini segera dan membawa mu pulang, kemudian aku harus mengikatmu lagi dengan rantai bersamaku."
"Tunggu ... bagaimana dengannya?"
Setelah ucapanku, Marie terdiam dan menatap orang yang tersenyum di dalam dunia dengan waktu yang beku. Seorang iblis yang bahkan memakai transformasi tingkat ketiganya untuk melakukan sihir-sihir pengahncur.
Marie: "Oh? Siapa ini? Tidak penting."
"Wow–wow ... dengarkan aku dulu, orang ini adalah orang yang merusakkan semua pertandinganku, dan ini adalah seseorang yang membunuh seluruh peserta dengan rencana busuknya."
Dengan segera, sedikit tergesa-gesa, aku mencoba membuatnya paham akan hal yang di lakukan orang ini, namun dia hanya terus berkata "Ya, aku tahu ... ya, aku sudah melihatnya." tapi, aku bertanya soal beberapa hal lebih lanjut tentang apa yang kulakukan, bagaimana aku bisa sampai ke sini, dan bagaimana Lunar terbelah menjadi dua.
Di tambah lagi dengan lubang hitam yang menyebabkan kekacauan, mengakibatkan planet dan bintang-bintang di jangkauannya terhisap.
Dia hanya terdiam tanpa jawaban, setelah itu...
"Lalu, apa yang harus kudengarkan lagi? Setelah aku membawa mu pulang, Valerie akan membunuh nya."
"Aku ingin mengucapkan sesuatu padanya, sebagai penghinaan terakhir sebelum kita mendorongnya menuju ajalnya."
WHUNG!
"Tunduk."
Waktu kembali bergerak, aku langsung membuat tubuhnya jatuh ke tanah tanpa perlawanan untuk bangkit kembali. Marie mengendalikan ruang sepenuhnya semudah ini.
Membuat gravitasi bergerak sesukanya.
Lubang hitam itu, dia hanya mengarahkan tangannya seolah-olah menelan semuanya dalam sekejap.
Langkah terakhir yang aku tahu, adalah petikan jari bersama kuku nya yang di warnai dengan merah.
Hanya dalam sekejap, hal yang bahkan pernah muncul di dalam imajinasiku tejadi langsung di depan mataku.
Seluruh planet, bintang, atau apapun yang terhisap, kembali pada titik semula, seolah-olah ini adalah kondisi dimana semuanya belum terjadi.
"Sialan!! A-Apa yang?!?!"
Aku berjongkok di depannya, memegang dagu nya dan mengangkat wajah nya untuk melihat ke arah kami.
"Dyland Alzun, begitu yah? Seorang iblis di dunia yang lebih tinggi, datang kesini hanya untuk merusak dan mengacaukan pesta orang lain? Kamu sungguh berdosa."
Marie: "Tunggu ... siapa? Apakah aku mendengar nama Dyland?"
"Eh? Ada apa?"
Aura Marie kemudian langsung meningkat pesat, seolah-olah ruang-waktu dan seisinya akan pecah dan meledak.
Dia berjalan dengan setiap langkah kaki nya yang mengerikan. Apakah dia marah? Kurasa begitu, mungkin, ini adalah akhir dari cerita Dyland Alzun.
Marie kemudian langsung mengarahkan tangannya pada Dyland, tanpa menyentuhnya dan membuatnya melayang sedikit lebih tinggi di udara, ketika dia membuat tangganya terlihat seperti memegang sesuatu dengan sangat kuat, seluruh tubuh nya langsung meledak.
Memancarkan semua organ-organ tubuhnya yang berhamburan di permukaan bulan, permukaan bulan indah yang di kotori dengan darah iblis.
Baru saja ingin ku lapisi diriku dengannya di dalam inferno wall ini, agar seluruh darah itu tidak menyentuh dan mengotori kami sedikit pun.
Sebaik penghalang cahaya merah gelap bahkan melindungiku, penghalang yang benar-benar aktif dengan sangat cepat.
Yang tersisa dari Dyland, kini hanyalah kepalanya bersama tanduk yang menjulang ke kanan dan kiri.
Hehe.... heheaAHAHAHAHAHA...!!
Dia awalnya tersenyum kecil, lalu seperti tawa yang berusaha untuk di tahan, namun lepas menjadi tawa liar gadis iblis yang jahat. Sangat jarang aku mendengar tawa nya yang seburuk ini.