Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 148 : Persuasive Razel



Aiden akhirnya mendengarkan Razel hingga akhir, walau dia tidak mengerti tentang semua yang di katakan Razel mengenai Haseichta ataupun The Ultimate Gate yang di katakan nya. Dia hanya ingin mendengarkan kesimpulannya.


"Aku akan langsung ke intinya, berkerjasama lah denganku, aku mungkin akan melakukan apapun yang juga kamu inginkan." Ucap Razel sambil memberi tangannya untuk berjabat sebagai persetujuan.


"Maaf, tapi aku benar-benar belum bisa menerimanya sekarang, alasannya adalah, aku kesulitan untuk pulang dengan lelaki ini, karena dia bahkan sudah kehilangan sebelah mata nya. Kamu membuatku sedikit kesulitan."


"Dan satu lagi ... jika kamu ingin menjelaskan apa keuntungannya bagi ku, datanglah ke rumahku dengan pakaian normal dan jangan pernah tunjukkan orang-orang di belakang mu itu padaku." Ucap Aiden sambil menunjuk ke orang-orang berjubah hitam tersebut.


Di larut malam, Aiden terpaksa harus berjalan sendirian di tengah jalanan tanpa satu pun kendaraan yang terlihat. Tapi yang sangat di sayangkan adalah, kamera-kamera lalu lintas yang terpasang hampir di setiap sisi jalanan. Jika dia terekam sekali lagi, orang-orang mungkin akan mengenalinya.


Maka dari itu, dia ingin mempertimbangkan soal Razel, apakah itu membantu atau tidak, tapi pada akhirnya dia harus bertanya apakah Razel memiliki sihir untuk menutupi semua kamera tersebut? Dan Razel menjawab bahwa dia bisa. Dia melakukan ini agar Aiden mau menerima kerjasama yang di jelaskan olehnya walau tidak semuanya di jelaskan. Razel sebenarnya cukup tercengang, Aiden bahkan tetap memasang ekspresi datar ketika mendengar kata soal dunia akan kiamat karena ritual pembuka gerbang menuju Haseichta.


Dia akan kembali besok, berpakaian layaknya manusia normal untuk mengunjungi Aiden. Pertanyaan Aiden akhirnya terjawab di dalam hatinya, keberadaan yang membawa hawa panas rupanya adalah wanita tersebut. Mungkin semua berhubungan dengan tanda hitam d lehernya yang perlahan muncul. Jika saja dia mau menerima kerjasama aneh itu, dia mau menyetujuinya jika mendapatkan bayaran besar dan perlakuan yang sempurna.


Pagi hingga siang adalah jam masuk ke sekolah, kemudian sisanya adalah waktu-waktu luang yang terpakai untuk istirahat, siang yang menjelang sore adalah kelas yang hanya menjelang satu jam lebih, dan yang terakhir adalah waktu malam dimana Aiden harus melakukan pekerjaan malam nya sebagai pelayan bar kopi.


Waktu yang bisa di dapatkan Razel untuk menemuinya adalah malam hari di atas jam sebelas malam. Dan jika di dalam rumahnya, jika saja ibu nya tahu bahwa dia membawa seorang teman wanita, maka ibu nya akan marah padanya. Namun tepat saat ibunya tidak berada di ruangan tengah malam hari, Aiden mengizinkan Razel untuk masuk ke dalam rumahnya.


Menikmati satu tarikan dari rokoknya, kemudian Aiden membuka kembali mata nya sambil melihat Razel yang duduk manis di hadapannya bersama sofa ruang tamu yang cukup empuk. Aiden masih menatapnya dengan raut wajah yang benar-benar cuek.


"Aku tidak menyangka, bahwa aku akan mengizinkan gadis penyembah setan seperti mu masuk ke dalam rumahku ... lalu, apa-apaan dengan lipstik mu yang berwarna ungu itu? Itu bahkan terlihat seperti gadis muda bercampur nenek sihir."


Razel dan Aiden duduk berhadapan cukup lama, dan kesimpulan akhirnya adalah, Razel ingin bekerjasama dengan Aiden sebagai seseorang yang akan di kontrak olehnya menjadi reaper. Berbicara soal profesi, Razel benar-benar menawarkan nya untuk menjadi seorang pembunuh bayaran yang di sebut sebagai reaper.


Tidak ingin pembicaraan ini terdengar oleh siapapun, dia terpaksa mengajak Razel untuk melanjutkan pembicaraan di kamarnya, setelahnya dia mengunci pintu dengan rapat hingga tidak ada satupun kata yang akan terdengar keluar.


"Jadi setelah kamu bekerjasama denganku, kamu ingin memanfaatkan ku karena bisa menciptakan setan-setan terkutuk tanpa sadar? Ya, walau aku tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi. Tapi kalian benar-benar membutuhkan lebih banyak mayat untuk ritual sihir kalian kan?"


Aiden berbicara lebih serius lagi pada Razel, dia bilang "Asal kamu tahu, ritual yang kamu inginkan benar-benar lebih biadab dari pada diriku yang harus membunuh untuk melindungi diriku dan satu-satunya keluargaku." Aiden mengatakan bahwa pembunuhannya terhadap orang-orang itu adalah sifat-sifat yang benar-benar harus di keluarkan ketika nyawanya benar-benar terancam.


Dan pembunuhan itu di akibatkan dirinya sendiri yang tak mampu mengendalikan emosinya. Namun Razel membujuk nya dengan bayaran atas setiap mayat yang ada. Walau begitu, hatinya benar-benar merasa berat. Dia sudah menjadi seorang pembunuh hanya demi melindungi dirinya dan ibunya.


Razel menawarkan bayaran sebesar seratus ribu dolar Lavierose untuk satu mayat yang mana bayaran tersebut setara dengan enam ratus dolar Amerika Serikat. Itu setidak-tidaknya merupakan bayaran yang cukup banyak, tidak hanya itu, Razel masih membutuhkan...


Razel: "Dan aku masih membutuhkan sepuluh ribu mayat lagi untuk memulai ritual nya."


"Apa!?!? Jangan bercanda!! Ku pikir kamu hanya meminta ku untuk mendapatkan setidaknya tiga hingga delapan mayat, itu saja sudah membuatku cukup gila!!" Aiden membentak Razel hingga ibu nya yang berada di dekat kamarnya segera bergegas untuk mengetuk pintunya.


Tok! Tok! Tok!!


"Aiden, buka pintunya, ada apa denganmu berisik di malam hari seperti ini?"


Aiden terpaksa memutar kunci dan menarik gagang pintunya untuk membiarkan ibu nya masuk.


"Kamu benar-benar berisik, kamu tahu seharusnya tidak perlu terlalu banyak memainkan permainan-permainan bod–"


Kemudian ibunya tidak bisa berbicara sementara ketika melihat Razel yang merupakan seorang gadis asing berada di kamar Aiden. Razel yang bertemu ibu Aiden secara terbuka kemudian tersenyum dan menundukkan kepalanya dengan hormat. Di dalam hati Aiden, dia mengatakan bahwa wanita ini benar-benar sosok yang munafik, wajar saja orang seperti ini adalah orang-orang yang penuh pikiran sesat di dalam hidupnya.


"A-A-A-Aiden! Apa maksudnya ini?!?! Siapa yang mengizinkan mu membawa seorang wanita ke dalam kamar? Dasar!!"


Aiden lagi-lagi harus menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya ketika mendengar ocehan-ocehan berikutnya. Berikutnya, dia keluar dari kamar melewati ibu nya dan turun ke lantai pertama untuk berbisnis di ruang tengah. Tapi pembahasan kali ini harus terputus dan akan menjadi beberapa omong kosong bagi Razel, itu menuntut nya untuk melakukan akting di hadapan Aiden.


Hingga ibunya berhenti mengoceh, Razel mulai memperkenalkan dirinya pada ibu Aiden, mengatakan bahwa dia adalah salah satu orang yang mengagumi kecantikan ibu Aiden. Ibu Aiden kemudian hendak mengambil kedua tangan Razel yang terlihat sangat halus, namun Aiden menghentikannya dan menyuruhnya Razel melepas cincin hitam di tangannya terlebih dahulu.


Aiden pernah membaca artikel-artikel dari internet yang membahas bahwa satanisme sering menggunakan aksesoris-aksesoris aneh yang berbeda dari aksesoris orang normal pada umumnya, mereka cenderung mengenakan aksesoris yang berbau satanis, seperti salib terbalik, kalung dengan simbol-simbol terlarang, tato yang bermotif iblis, cincin kecil yang kurang enak di lihat, dan liontin-liontin yang di sembunyikan.


Kebanyakan dari pengikut aliran sesat ini biasanya memakai satu atau dua aksesoris yang cukup mencolok. Mereka juga bersikap layaknya orang normal di area masyarakat, berbaur, bercanda, dan sebagainya. Ketika sudah waktunya untuk keperluan yang berhubungan dengan agama setan yang di sembahnya, mereka akan mencari banyak alasan untuk menghindari dunia luar dan masyarakat.