Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 38 : The stalker who gave up




Valerie yang masih berada di sekitar sekolah bersama yang lainnya segera datang kesini dengan sangat cepat. Elyse, Verda dan Isabel yang menjadi murid sekolah ini juga datang merespon ledakan ini.


Asap besar yang menebal menutupi seseorang yang terlihat pergi. Valerie mengejar nya dengan cepat ke balik kabut dan asap itu, namun bayangan dua orang menghilang seketika dan hanya ada satu orang di mata mereka.


Tidak ada siapapun kecuali gadis yang di temuinya di perpustakaan, membuatnya terkejut melihat penampilan itu.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan disini?"


"Jika aku katakan bahwa aku menyelamatkan temanku, memangnya kenapa?"


Cade sudah tidak ada lagi disini, karena Eirene memindahkannya kembali ke titik awal dimana seharusnya dia berjalan pulang keluar dari akademi ini.


"Lalu, kalian bertiga?? jadi selama ini kalian mengawasiku seperti mata-mata di sekolah?"


"Apa maksudnya memata-mataimu?"


Ucap Elyse.


"Kalian bertiga adalah bawahan ratu iblis benar? kalian berempat lebih tepatnya, apakah kalian semua akan terus mengawasiku selama ini?"


"Itu adalah perintah!!"


"Tunggu dulu ... darimana kamu tahu tentang hal ini? jangan-jangan kamu adalah..."


Eirene kemudian mengangkat kedua tangannya dengan bebas ke udara, meregangkan kedua lengannya dengan sangat lebar.


"Benar, ini aku, Aiden Leonore."


"Aiden?!?! Sudah kuduga! Ada yang salah sejak tadi, aku masih mengingat seperti apa rasa keberadaanmu, kupikir aku yakin bahwa aku tidaklah salah soal instingku."


"Begitu, maka akan lebih rumit jika aku harus menyembunyikan rasa keberadaan ku, sekarang apa yang akan kalian lakukan dengan berdiri saja disini?"


"Hanya memastikan ledakan ini, lalu bagaimana kamu bisa berubah menjadi wanita?"


"Itu rahasia~ aku tidak ingin mengatakannya, jika tidak ada lagi sesuatu yang akan di tangani disini, aku akan segera pergi, dan kalian harus segera meninggalkan tempat ini, sebelum seseorang datang dan menuduh kalian, atau kalian bisa juga membuat bagian lain seolah-olah kalian baru datang disini tanpa tahu hal yang menyebabkan semua ini."


Setelah kepergiannya, beberapa menit dari kejadian orang-orang sekitar akan berdatangan, termasuk para guru yang belum menyelesaikan kelas mereka. Begitu ramai orang yang melihat ke area ini sekarang, sampai mereka menemukan beberapa orang siswa yang terlempar dan di timpa puing-puing bangunan besar, membuat semua wajah mereka berdarah begitu banyak dan pingsan.


Total tujuh siswa terluka di bawa secepatnya ke rumah sakit, pertolongan secepatnya di berikan untuk membuat luka fatal ini di sembuhkan kembali dengan kemampuan penyembuhan yang seperti healing atau semacamnya.


Sayangnya, serangan ini begitu fatal dan keras, membuat semuanya sekarat dan hampir berada di ambang kematian mereka. Jika saja orang-orang datang lebih lambat untuk menemukan mereka, maka habislah mereka semua, tidak akan ada lagi Cade si murid berengsek bersama temannya, mereka semua akan sekarat dan mati.


Orang-orang saling bertukar pendapat soal serangan sekeras ini, bahkan murid tingkat empat tidak mungkin mampu mengeluarkan kekuatan sebesar ini.


Kemungkinan mereka tidak akan pergi ke akademi adalah selama satu bulan, itu adalah waktu yang sudah cukup lama untuk menyembuhkan luka mereka. Dampak serangan itu juga memberi kerusakan pada mental mereka, merasakan serangan yang belum pernah mereka dapatkan selama hidup mereka.


Aiden dalam bentuk Eirene sudah berjalan begitu jauh mencari kembali ketenangannya, mencoba melupakan bahwa dia sudah melukai beberapa orang dengan serangan yang cukup fatal, membuat anak-anak itu terbang sejauh puluhan meter sampai menabrak gedung-gedung sekolah. Baginya, mereka semua harus bersyukur jika mereka harus di beri kesempatan untuk hidup sekali lagi.


Sesuatu seperti berjalan dan terus mengikutinya, itu bisa di rasakan. Namun Aiden tidak berbalik untuk beberapa waktu. Dia hanya tersenyum tanpa menoleh sedikitpun.


"Siapapun kamu yang mengikutiku, sebaiknya keluar dan berbicara dengan sopan!"


.....


Tidak ada jawaban satupun.


Namun, dia tidak akan berbicara langsung pada gadis ini, karena dia sudah melihat sendiri dengan matanya, bahwa gadis ini memiliki kekuatan besar yang mencelakakan Cade dan yang lain, dia cukup marah dan menahan suara sesaat. Tapi dia harus menyerang gadis ini dari belakang dengan sangat cepat untuk sebuah pembalasan.


WUSHH!!


Sebuah pedang tajam yang seperti terisi dengan energi sihir dan racun yang kuat di lempar ke arah Eirene dengan sangat cepat, seseorang yang terkena pedang setajam ini dalam kecepatan seperti itu sudah pasti akan menembus tubuh nya. Terlebih lagi jika suatu pedang bukanlah pedang biasa, itu bisa saja menembus daging bahkan tulang seseorang.


Sayang sekali, pedang yang terlihat cukup bagus dan kuat harus hancur menjadi debu seketika di langit, langkah terakhir Eirene adalah membuka robekan ruang lain secara halus tanpa ada efek atau sesuatu tambahan yang berlebihan, membuka celah bagaikan air ke tempat lain.


Dia masuk ke tempat lain hanya dengan melangkahkan kaki ke dalam robekan ini, pedang itu tadi hampir ikut masuk bersamanya ke dalam sana, namun itu tidak akan di biarkan begitu saja, biarkan pedang konyol itu lenyap seketika.


Pedang hanya berhenti di udara seperti menabrak sesuatu yang membuatnya tidak akan masuk menembus celah yang di masuki Eirene, menabrak sesuatu yang langsung membuat apapun menjadi pasir dan debu.


Robekan nya kembali tertutup dengan pelan, seperti kain tirai yang menyatu kembali untuk menutup seluruh jendela, serangan orang ini sia-sia, walau dia berpikir untuk tidak membuka identitas dan tetap bersembunyi, tapi sayang sekali, pihak lain adalah identitas yang mengganti jenis kelaminnya.


Yang pastinya, anak lelaki ini adalah seseorang dari kelas lain yang juga menjadi teman Cade, seseorang yang bersifat seperti Cade mungkin juga banyak dari kelas lain. Murid akademi ini cukup banyak.


Setelah mendengar perbincangan rahasia soal bawahan raja iblis yang bersekutu dengan gadis pembawa bencana untuk siswa, dia segera bergegas untuk melaporkan hal ini kepada yang bersangkutan, termasuk keluarga Cade.


Tapi sayang sekali, Isabel muncul di depannya dengan sangat cepat, membuat tubuhnya tidak bisa bergerak sedikitpun dari posisinya.


"Kamu~ mau kemana? Seorang yang menguntit dan menyerang gadis dari belakang? mendengar perbincangan yang seharusnya tidak kamu dengar? Oh, itu tidak baik."


Kemudian Valerie datang dari tubuh yang menghilang, kemudian menampakkan dirinya. Mereka semua daritadi tidak beranjak dari tempat ini, karena mereka juga mengikuti Eirene dengan tubuh menghilang sekaligus mengatur aura keberadaan mereka untuk menjadi sekecil mungkin.


"Wah-Wah! Tindakan ceroboh yang kamu lakukan tadi? Tahukah kamu, siapa yang kamu serang?"


Anak lelaki ini benar-benar ketakutan sampai berkeringat dingin, rasanya ingin mengeluarkan air mata, aura keempat orang ini seperti sangat mematikan, membuat kepalanya seperti kacau balau berputar-putar dan tidak bisa menjawab pertanyaan.


"Kamu menyerang calon raja iblis, bukankah itu sesuatu yang tidak pantas di lakukan oleh iblis rendahan sepertimu?"


"Valerie, bagaimana jika hapus saja ingatannya?" Ucap Isabel.


"Nah! Nah!!! Iblis kecil~ pilihlah! Aku menghapus ingatanmu? Atau aku harus membuat kepalamu jatuh ke tanah dengan penuh darah?! Ahaha!!"


Kemudian Isabel melanjutkan ucapan Valerie lagi dengan ancaman yang membuat mereka terhibur.


"Nah!! Adik kecil~ tenang saja, aku bisa menyambung kepalamu kembali, mungkin akan terasa sedikit sakit untukmu kan? AHAHAHAHA!!!!"


Anak ini begitu pasrah hanya dengan merasa aura keberadaan keempat gadis yang menakutkan ini, tidak salah jika bawahan raja iblis ternyata mengerikan seperti ini, semuanya kejam, dan gadis yang di serangnya, lebih licik dari mereka berempat. Dia mulai mengerti, bahwa ini adalah jalan terakhir untuk pasrah dan terpaksa memilih untuk membiarkan ingatannya di hapus.


"B-b-b-b-baiklah!! Aku memilih ingatanku!! T-t-tolong hapus saja ingatanku, tapi jangan potong kepalaku atau semacamnya, aku mohon!"


Tubuhnya di lepaskan dari pembekuan dan terjatuh tidak tahan untuk menahan rasa penindasan keempatnya, membuatnya harus bersujud kepada mereka untuk meminta permintaan maaf yang begitu memalukan.


Valerie hanya merespon lagi dengan menginjak kepala anak ini yang bersujud di tanah, menginjak dengan kuat sampai seluruh wajahnya menempel dan membentuk bagian-bagian kasar dari pasir atau kerikil yang menempel. Itu sedikit menyakitkan.


"Jangan bersujud seperti itu di depan kami, sujudlah dan meminta maaflah kepada raja iblis!!"


BRUAKKK!!


Setelah menginjak nya begitu keras, Valerie menghantam wajah yang sujud itu dengan keras, menendang kepalanya sampai dia terbanting ke tempat lain. Mulutnya sudah penuh darah yang mengalir, seperti babak belur walau belum di beri pukulan apapun, itu hanya tendangan.


Valerie dengan tubuh virtual di rumah Aiden menemui Marie, dan meminta keputusan selanjutnya untuk bocah ini. Hal yang membuatnya menyerang Aiden dari belakang.


Membuat Marie tidak senang mendengarnya.


Dia segera menghilang langsung dari rumah, membuat angin kencang menguasai area ini, rasa penindasan yang jauh lebih kuat melampaui keempat orang ini. Hanya dengan sedikit aura mereka saja disini sudah membuatnya akan menjadi gila, sekarang kedatangan wanita bertanduk dan gaun merah ini membuat penglihatannya semakin gila dan benar-benar merasa bahwa hidupnya akan tersiksa.


Hari yang buruk jika dia selamat, maka dia akan terus mengingat kejadian ini. Ketika empat gadis bawahan raja iblis dan ratu iblis muncul langsung di hadapannya, aura Marie saja yang sangat kecil sudah hampir membuat tubuhnya terasa akan hancur dan meledak menjadi berkeping-keping.


"Berdiri."


Ratu iblis menyuruhnya untuk berdiri dari tempatnya yang tergeletak lemah di tanah, namun dia sudah menyerah untuk hal selanjutnya, ada konsekuensi atas perbuatannya dan berharap mendapatkan ampunan. Tubuhnya begitu lemah dan mati rasa hingga tidak mampu lagi untuk berdiri.


"Kubilang berdiri!!!!"


Mata nya yang memerah dengan sekejap membuat tubuh lelaki ini langsung berdiri dengan tegak sampai terangkat ke udara. Kakinya terbang setinggi satu meter dari pijakan tanah.


Jari Marie di gerakan begitu saja untuk membuatnya bangun dengan cepat dan terbang perlahan.


"Jadi kamu~ yang berusaha menyerang calon raja iblismu sendiri dari belakang? Kalian! Serangan seperti apa yang dia berikan?"


Kemudian Valerie membuat debu-debu pedang itu kembali menyatu seperti semula, sebelum pedang itu menabrak celah dan di lahap menjadi butiran debu.


"Dengan pedang ini. Tolong berikan keputusan anda, biarkan kami menghukumnya."


"Begitu? Ada lagi sesuatu lain yang di lakukannnya?"


"Tentu saja ada, dia mendengarkan perbincangan kami semua dan Aiden."


Kepala nya mulai kacau balau soal nama Aiden, terpikir dan terpikir terus di dalam otaknya. Jadi anak yang akan di bully Cade adalah calon raja iblis. Membuatnya benar-benar merasa takut, tidak salah lagi, Aiden merubah wujudnya menjadi Eirene. Dan tidak salah lagi, bahwa nama itu adalah kata dari Aiden yang ubah sedikit menjadi Eirene.