Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 72 : The arena is too big




Seperti inilah kehidupan sehari-hari ku sekarang, masih sama dengan kehidupan lama, namun di dunia baru aku memiliki kehidupan yang jauh lebih beruntung dan tiada bandingnya dari dunia lamaku.


Aku tahu sekarang, siapa yang memberi pola dan kutukan ini, itu sudah jelas Marie yang menghapus ingatanku. Kekuatan dari Fyrena memang luar biasa, aku bahkan bisa mengingat apapun yang di hapus dari ingatanku. Kupikir ... dia akan menjadikan ku budak dan mengancam bahwa kepalaku akan putus jika memberontak. Tapi ini tidak seperti kenyataanya, aku tidak pernah menjadi budak siapapun disini.


Aku mulai bisa melakukan banyak hal dengan mudah, dengan sihir yang tercipta dari aliran mana ku yang berlimpah begitu acak.


Pakaian dan almamaterku yang selalu acak-acakan karena setiap pulang dari akademi, aku langsung membuka bajuku, membuangnya begitu saja ke sisi lain kamar ini, dan mengganti pakaianku dengan baju rumahan yang sejuk.


Tidak peduli walau kusut sebanyak apapun baju ku, aku bisa memanaskan nya di udara bagaikan setrika, namun lebih cepat dari setrika, aku membuatnya menjadi rapih bersama panas yang stabil tanpa kusut sedikit pun hanya dalam satu detik.


Aku tidak akan pernah cemas jika baju ku basah dan kehujanan, semua akan kembali baik-baik saja dalam sedetik.


Dan inilah kemampuan lain dari diriku selain penguasaan atas kendali elemen, misalnya aku pernah jahil seketika aku lewat di kelas para senior, mereka sedang melakukan aktifitas pembelajaran, sampai aku jahil dan menjentikkan jariku sampai membuat lampu dan listrik nya mati menyala secara terus menerus. Setelah meninggal tempat itu, aku hanya tertawa dengan rasa jahilku.


Apa yang akan kamu lakukan dengan sihir? Jika kamu memilikinya, katakan apa yang kamu inginkan, berbeda denganku, aku memiliki tiga opsi.


Opsi A


Jika aku memiliki sihir, aku akan menolong siapapun yang sedang dalam kesulitan, membantu kucing yang tidak bisa turun dari pohon, atau mengembalikan anak ayam pada induknya dan sebagainya. Hal seperti ini bisa membuatku di anggap bagaikan pahlawan atau penyihir baik hati.


Opsi B


Jika aku memiliki sihir, aku akan memamerkannya kepada teman-temanku, membantu mereka serta menjahili mereka. Berlaku pada siapapun, kapanpun, dan dimanapun tergantung situasi hatiku. Melakukannya untuk hal-hal yang keren.


Opsi C


Jika aku memiliki sihir, aku tidak akan puas hanya dengan sihir, aku butuh kekuatan sihir pamungkas yang lebih kuat dengan kombinasi yang sempurna, menjadi raja dan menjadi penjahat untuk seluruh dunia.


Jika menurutmu aku akan memilih opsi a, maka itu tidak buruk, aku masih memiliki rasa kepedulian terhadap sesama, memilih opsi B? Kupikir itu sedikit menggambarkan diriku yang suka pamer dan melakukan hal-hal aneh hanya untuk terlihat keren. Bagiamana dengan opsi C? Aku juga akan memilihnya untuk gelar yang di hormati, termasuk keinginan belaka ku dulu.


Jika kamu ingin tahu aku lebih memilih opsi yang mana dari ketiga opsi ini? Maka jawabannya aku akan menciptakan opsi D.


Sesuatu yang kuinginkan daripada sihir untuk menolong, pamer, bertindak keren, atau menjadi penjahat.


Opsi D, salah satu opsi yang ku kombinasikan dari semua opsi, bagian paling sempurna yang menjadi satu atas semua keinginanku. Tapi dengan sihir saja tidak cukup, aku mungkin butuh kekuatan yang jauh melampaui sihir, kekuatan di luar logika untuk memanipulasi hal-hal di luar imajinasi.


Jadi, aku sudah menyiapkan diriku untuk pergi, sekarang dan menjadi selalu, Marie akan pergi ke akademi bersamaku. Kami sudah tidak pernah lagi berjalan, cukup dengan teleportasi instan itu cukup tanpa perlu membuang waktu.


Di ruangan bu Alin, aku menemuinya lagi bersama Valerie. Hari ini sekolah benar-benar sepi, para guru dan murid yang lainnya hari ini pergi untuk menonton pertandingan besar ini.


Mereka bilang semua tidak akan berlangsung dengan cepat, karena pertandingan akan berlangsung selama satu minggu lebih tanpa henti. Seperti itulah informasi yang kudengar dari bu Alin.


Pada akhirnya dua yang tersisa datang secara satu-persatu.


Eiji dan Leon tidak terlalu lambat, namun ini waktu yang tepat untuk kami semua pergi ke tempat pertandingannya.


"Kalian tidak akan bertanding hari ini, karena nomor ini menunjukan bahwa kalian akan berada pada bagian-bagian akhir, atau pertandingan awal kalian akan berada pada hari ketiga." Ucap bu Alin.


Jdi begitu, ini sama saja kita akan menunggu giliran selama tiga hari. Nomor peserta ini begitu dekat.


Nomor peserta berisi tiga angka untuk tiga orang.


Sudah jelas, seperti rencanaku, aku tidak akan bertarung di pemandangan awal, biarkan Eiji dan Leon mengisi tempat itu dengan bagian-bagian terbaik mereka. Namun, Eiji akan bermain sebagai yang paling pertama, bertahan selama beberapa pertandingan hingga dia tidak mampu lagi, kemudian Leon akan berganti pada pertandingan selanjutnya dengan nomor urut 666.


Sebenarnya, pertukaran peserta cadangan hanya boleh di lakukan dan di terima ketika peserta utama dan peserta cadangan memiliki kemampuan yang sama-sama kuat atau setara, seperti tidak akan ada yang menang jika mereka terus bertarung satu sama lain, teknik bertahan hidup yang saling melakukan penolakan.


Tapi, inilah ulah Valerie, memanipulasi seluruh data sampai ke pikiran para pengumpul data, hanya dengan manipulasi ini, dia bebas melakukan atau memerintah mereka untuk mengubah biodatanya dengan kebohongan.


Maka dari itulah Eiji dan Leon bisa menjadi peserta pengganti ku, walau kekuatan kami semua saling berbeda jauh.


Kami semua berpindah melalui lingkaran sihir langsung, memindahkan kami semua ke sebuah tempat dengan bising nya suara orang, tempat yang di penuhi tiang-tiang besar dan Kokoh sejauh mata memandang. Tinggi menjulang ke atas dengan besar. Sepertinya ini memang sebuah tempat yang besar, jauh dari kota.


Ada begitu banyak orang-orang dengan pakaian sekolah yang berbeda-beda disini, mereka semua masuk ke dalam, dimana disana berada tangga-tangga besar menuju ke atas tempat ini. Mungkinkah mereka penonton.


Sesaat kemudian, bu Alin memanggilku ke arah lain, bersama Eiji dan Leon.


"Aiden, Eiji, Leon, kalian bertiga cepat kemari."


Seru nya dengan cepat.


Jadi, kami harus terus bersama nya sebagai pengawas kami dari sekolah, tidak boleh ada yang terpisah di ramai nya jutaan orang berjalan seperti ini. Tidak masalah bagiku jika terpisah dari mereka semua, soalnya aku memiliki indera super yang bisa menangkap suara sejauh apapun itu, aku bahkan bisa merasakan hawa keberadaan mereka. Aku tidak akan tersesat bagaikan anak kecil yang mencari ayah dan ibu nya.


Tapi, aku mengikuti mereka juga dengan cepat bersama. Tampaknya arah disini adalah bagian untuk peserta, bagian yang cukup ramai dan jauh dari kerumunan orang banyak seperti tadi.


Aku tidak pernah berada di tempat seramai ini. Pernahkah kamu melihat konser band lagu Korea? Semacam BTS, Blackpink, Twice, EXO atau semacamnya? Kamu pasti melihat betapa ramainya mereka bersama lampu stik mereka.


Benar, tentu saja akan mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan penonton bersama sorakan serentak itu.


Tapi ini berbeda, jika saja kamu berada disini, ini adalah lima puluh kali lipat dari jutaan penonton, pernahkah Anda membayangkan betapa besarnya arena pertandingan ini? Tentu saja besar, arena seluas ini mungkin saja akan menampung peserta-peserta terbaik dari dunia-dunia iblis terbaik juga, kekuatan yang benar-benar berada di atas garis dasar. Bakat sihir yang tumbuh dengan sempurna pada orang-orang terpilih. Aku tidak tahu seperti apa mereka.


Dan bahkan tempat antrian begitu jauh sepertinya, kami sudah berjalan cukup jauh mencari lokasinya, bu Alin tampaknya kebingungan mencari nya, jadi ku tawarkan bantuan untuknya. Marie tidak akan suka hal seperti ini, katanya orang-orang ini hanya akan menghalangi pemandangan nya bagaikan sampah.


Jadi, tidak akan ada Marie di tempat ini, dia hanya akan berada di dalam rumah, dan aku tahu, dia akan terus melihat dan mengawasiku dari kejauhan. Kukatakan padanya bahwa jangan ada ikut campur antara dia atau semua bawahannya untukku, biarkan aku bertarung sendiri secara adil.


"Bu, apakah tempatnya masih jauh?"


"Aku kurang tahu, tapi peta ini memang luas, seingat ku, tempat nya mungkin berada si sini."


Ucapnya sambil menunjuk peta.


Hoh? Bu, tempat ini masih jauh, kita benar-benar masih harus berjalan dua kilometer lebih? Tidak kusangka tempat ini begitu besar.


Ucapku.


Jadi aku membuka sihir teleportasi instan untuk kami berempat, berpindah langsung pada titik yang di tuju. Tentu saja kami akan sampai ke lokasi itu dalam sekejap, bahkan disini ramai nya sama, walau sekarang mereka yang ada disini adalah peserta.


Banyak dari mereka yang tidak mampu dengan keramaian akan menggunakan sihir dan melihat pertandingan ini dari proyeksi layar sihir di rumahnya, ini hampir sama seperti menonton televisi. Namun, mereka tercipta dari sihir.