Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 40 : Devil dragon meat




Setiap pelayan memiliki pakaian yang rapi dan teratur, bagian-bagian peralatan ekstra bersih untuk melayani siapapun.


Aiden hanya memandang menu-menu makanan itu daritadi, sedangkan Marie hanya memangku wajahku dengan tangan kanannya untuk menatap Aiden dan terus menunggu keputusan atas pesanannya.


Lagipula pelayan yang satu ini sudah cukup lama berdiri di dekat mereka untuk menunggu konfirmasi masih pesanan.


Masalah yang begitu membuat semuanya menjadi lama adalah Aiden yang tidak tahu arti dari nama-nama makanan ini.


Tidak ada mie goreng, nasi goreng, ikan atau semacamnya, disini menggunakan beberapa bahasa aneh yang sepertinya bahasa iblis restoran ini sendiri.


Pada akhirnya dia hanya perlu memesan sembarang makanan tanpa tahu artinya. Dia tidak ingin bertanya kepada Marie atau pelayan itu soal bagaimana rupa dari setiap makanan dan minuman yang berada di dalam daftar.


Itu hanya akan membuat dirinya terlihat seperti baru pertama kali mengunjungi restoran, itu agak memalukan. Aiden juga memiliki gengsi pada dirinya.


"Baiklah! Aku memesan yang ini, ini dan ini!"


Sambil menunjuk beberapa yang mungkin di anggapnya bagus. Dia melihat semua itu dari harganya, kemungkinan makanan enak di restoran mewah biasanya di kenali dari seberapa tinggi harganya.


"Apakah tuan sudah yakin? Pesanan tidak akan bisa di batalkan lagi."


"Seratus persen yakin!"


Aiden mengatakannya dengan wajah penuh percaya diri.


"Marie? Bagaimana denganmu? Tidak mungkin kamu tidak memakan satupun."


"Berikan aku pesanan yang sama dengannya."


Pelayan bersama catatan pesanannya sedang menuliskan semua bersama jumlah pesanan di dalam kertas kecil itu. Pesanan akan di bawa ke bagian dapur sebagai pesanan yang harus di tuntaskan. Lagipula pekerjaan cepat dan bersih itu penting, pelayan tidak terlalu banyak, namun cepat dan teratur, sedangkan bagian pekerja di dapur seperti koki dan lainnya sangat banyak, memudahkan setiap pekerjaan dengan cepat untuk memuaskan pelayanan cepat terhadap pelanggan.


"Kamu memesan makanan yang sama? Apakah kamu juga menyukainya?"


"Aku akan menyukai apa yang di sukai oleh orang yang aku sukai."


"Hummm, kata-kata yang sulit. Tapi aku tidak menggangap ini sebagai makan malam, aku hanya ingin jalan-jalan menghilangkan rasa bosanku."


"Menghilangkan rasa bosan yeah, ternyata kamu bisa membenci hal itu."


"Daripada di sebut rasa bosan, aku berada bersamamu, hanya di antara kita berdua. Maka ini adalah pertama kalinya aku mengajakmu berkencan, bagaimana?"


"Kk-k-kencan? Kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal? aku sangat senang ketika kamu benar-benar mengajakku lagi dan mengizinkanku."


Aiden tidak bisa banyak bicara untuk mengungkapkan pendapat atau perasaannya, banyak dari semua itu adalah rahasia yang tidak boleh di ketahui siapapun, hanya dirinya sendiri saja yang mengetahui itu. Biarkan otak dan hatinya membuat keputusan untuk berbicara atau tetap diam.


"Jadi? Jadi? Apa yang kamu katakan padaku?"


"Umm, kurasa tidak ada~"


Sementara itu di dalam hatinya :


Sial! Sial! Siaall!! Aku tidak berani untuk mengatakan sepatah kata pun yang bisa menenangkan gelombang samudra lautan lepas, itu justru akan membuat lautan semakin kacau balau.


Mungkin ada banyak kata-kata darinya yang bisa membuat Marie begitu senang terhadapnya, namun, perilakunya benar-benar tidak terbendung. Jika dia mengatakan hal-hal tentang cinta atau semacamnya, mungkin Marie akan menjadi gila dan terus-terusan bersikap gila sampai ke otaknya.


Lagipula, tidak perlu dipacu oleh hal-hal seperti itu, Marie memang sudah memiliki sifat agresif dan gila di otaknya, walau terlihat di luarnya seperti gadis yang baik-baik saja.


Tapi sepertinya suasana terasa canggung tanpa ada satupun yang berbicara. Marie terus menatapnya hingga membuatnya tidak enak untuk menatap balik, terus terjadi selama mungkin hingga makanan datang.


Dari kejauhan, Marie sudah tahu kemana pelayan ini akan pergi. Tentu saja mengarah pada mereka, pesanan yang cukup mahal dan aroma yang begitu harum.


Aiden juga merasakan aroma ini, namun berpikir bahwa orang lain mungkin memesan hal seperti itu, membuatnya ingin mencoba. Tanpa sadar, aroma itu adalah makanan yang mereka pesan.


Piring ini hanya satu dengan ukuran besar beserta penutup nya, sisanya adalah semacam nasi, dipisahkan seperti di dunia manusia, tapi entahlah, Aiden tidak bertanya pada Marie soal bagian ini. Bagaimana pun, mereka terlihat seperti nasi dan di anggap sebagai nasi.


Pelayan melakukan hal akhir dalam mengantarnya, lebih tepatnya menyajikan semua yang ada ke atas meja. Membuka setiap penutup makanan dengan aroma-aroma yang seperti sangat lezat.


Yang terakhir adalah pesanan Aiden, dan Marie memilih hal yang sama untuk di jadikan ke dalam satu pesanan di piring yang sama dengan ukuran besar. Sampai pelayan membuka penutup piring terakhir yang mengeluarkan asap beserta uap yang cukup panas. Namun aroma sejati yang terhirup daritadi berasal dari dalam sini. Membuat mata Aiden berbinar-binar.


"Gunakan garpu itu juga." Ucap Marie.


Aiden tidak pernah menggunakan garpu semasa hidupnya sejak awal, karena tidak pernah di ajarkan bagaimana itu makan dengan garpu, apalagi menggunakan sumpit dan hal-hal lain.


Daging yang begitu keras bisa terbelah pada akhirnya dengan menggunakan garpu untuk menhan bagian yang tidak sepenuhnya menyentuh alas piring. Dengan begini, memotongnya akan lebih mudah, walau memang terasa masih sedikit keras.


NYAMPP!!


.....


"Hmmm!! Marie! Ini enak sekali! Makanan ini ... makanan ini, menjadi lembut dan sangat lembut dengan sendirinya, aku belum pernah merasakan daging senikmat dan selembut ini di dalam hidupku."


"Enak bukan? Daging ini memang akan sekeras batu ketika masih panas, namun kamu bisa membiarkannya dulu untuk sementara dan biarkan panas nya menurun sedikit sampai membuat daging ini berbanding terbalik dari keras yang luar biasa."


Aiden terus memotong sebagian di piring itu, kemudian memotong nya lagi menjadi bagian-bagian yang sangat kecil, semua terasa nikmat dengan perlahan.


"Kamu sepertinya sangat menyukai makanan ini yeah? Aku akan membuat Wanda dan Eugene untuk menciptakan masakan ini untukmu nanti. Daging ini tentunya di jual sangat mahal, tidak heran jika kamu melihat harganya menjadi bagian paling tinggi di dalam daftar, bukan?"


"Tunggu sebentar ... daging apa ini?"


"Daging naga iblis." Ucapnya sambil tersenyum begitu bahagia.


"APAAA!!!!"


Dia terkejut sampai membuat banyak orang memandang ke arah mereka berdua, daging mahal, lembut nan indah beserta aroma harum ini ternyata adalah daging seekor naga.


Sebelumnya dia sudah berpindah ke tempat yang bagaikan gunung berwarna merah dan kegelapan dimana-mana, ada begitu banyak naga beterbangan di atas wilayah itu, dan ada jurang dalam yang entah seperti apa kedalamannya, namun di dalam jurang besar itu adalah lubang-lubang yang tak terhitung jumlahnya, berisi naga-naga iblis yang dua kali lipat lebih kuat daripada naga cerita donggeng manusia.


Aiden tidak tahu soal ini, karena dia hanya lewat sekilas untuk berpindah-pindah secara cepat. Namun menyimpan pemandangan itu tetap tersimpan di ingatannya, tidak sulit.


Dengan rasa enak ini, beserta kulit keras naga yang di goreng begitu renyah, tidak mungkin akan memuntahkannya kembali, itu hanya di tabrak oleh pemikiran yang tidak-tidak soal naga.


"Jangan khawatir, naga bukanlah mahluk yang menjijikan, mereka adalah mahluk yang hebat, dapat di andalkan, lagipula mereka sangat enak untuk dimakan. Bukankah kamu merasakan kenikmatan ini juga?" Ucap Marie.


"Benar! Kalau begitu! Aku menjadi suka dengan daging naga!!!"


"Bagus ... bagus, tapi daging mu mungkin jauh melampaui kenikmatan naga jika ku makan, jika saja kamu terus menolak dan menjauhi ku, aku bisa saja mengambil sebagian tanganmu untuk di jadikan seperti daging naga, aku menyebutnya ... daging raja iblis."


"Hahahaha..."


Aiden menjadi ngeri di dalam hatinya, gadis ini tidak terlihat seperti sifat gadis iblis mimpinya walau wajah mereka ternyata sama. Marie memiliki kelainan yang cukup buruk.


Aiden yang mencari minumannya :


"Aeih??? Dimana minumanku?"


"Kurasa kamu hanya memesan satu, dan ini sekarang akan menjadi milikku~"


"Kalau begitu aku akan memesan satu lagi, walau aku harus menunggu beberapa waktu."


"Tidak perlu!"


SLIUMM!


Marie mengubah sebuah sedotan tunggal menjadi sedotan lubang ganda beserta jalurnya yang menyatu berbentuk hati.


"Aiden~ mari minum bersama."


Marie : (^0^)


Aiden : (╥﹏╥)


Marie tidak akan membiarkannya tidur di dalam kamar lagi, jika dia memesan satu gelas lagi. Tidak akan tidur di kamar, tidak akan berbaring di atas kasur lembut itu, tentu saja selama empat bulan. Aiden merasa di ancam lagi, mau tidak mau dia harus selalu menuruti keinginan Marie yang terus memaksanya dan memaksa semakin jauh. Namun itu baik-baik saja, ancaman nya tidak akan selalu menjadi bagian serius untuk perkataannya.


Aiden tidak pernah menggangap bahwa Marie akan serius melakukan itu padanya, dia hanya sukarela untuk terus menuruti keinginan Marie atas hatinya sendiri, bukan karena paksaan itu, namun karena penerimaannya sendiri.