
Aku menyelesaikan semuanya dalam satu menit, seharusnya tidak butuh waktu lama. Ini hanya mengisi data diriku. Ketika aku mengatakan bahwa aku sudah selesai dengan semuanya, guru Alin ini langsung mengambil semuanya dari atas mejaku. Dia memegang semuanya lalu membaca nya dengan serius.
Aku tau posisi susunan semuanya di mulai dari data-data yang tidak terlalu penting tentangku, namun itulah lembaran terakhir, lembaran paling pertama yang ku tulis berada pada lapisan paling bawah, dan akan di baca sebagai yang terakhir sekarang. Wajahnya mulai tersenyum dan akhirnya tertawa melihat itu.
"Uphhh... HAHAHAHAHA..."
"Guru? Ada yang salah?"
"Kamu sungguh ingin menjadi raja iblis? Lalu apa-apaan dengan hobi makan dan tidur ini. Hahahaha..."
"Oh, tentu saja."
Sekarang dia merapikan semaunya sesuai susunan yang benar, namun setelah di tumpuk pada berkas lainnya, data diriku yang sudah di atur rapi kemudian jatuh bersama berkas yang lainnya.
"Baiklah tampaknya ini sudah sele-"
...
Beberapa jatuh dan tercecer di lantai, untung saja punyaku sudah di tutup di map dengan rapat menggunakan klip, itu tidak akan bisa keluar dari sana. Jadi kuputuskan untuk membantu guruku, wajahnya terlihat gugup.
"Aduh-duh, kenapa seperti ini."
Ucap nya sambil memungut kertas-kertas yang berhamburan di lantai, mencoba merapikan berkas-berkas dengan sesuai.
Namun, satu hal yang menarik perhatianku adalah sebuah foto yang terselip di banyak lembaran yang jatuh. Jadi aku mencoba mengambilnya dari selipan kertas-kertas itu.
Itu adalah fotoku, aku tidak ingat bahwa aku memiliki foto seperti ini, ini adalah foto dari paparazi yang mengambil gambar ku dan tepat ketika aku berjalan sendirian. Lalu, di belakangnya ada begitu banyak foto ku lagi, semuanya di ambil secara diam-diam, tidak ada lirikan mataku pada satu foto pun yang melihat ke kamera. Aku tidak pernah menyadarinya.
Ini begitu banyak, jadi kuputuskan untuk mencoba bertanya kepada bu Alim tentang foto-fotoku dan darimana dia mendapatkannya.
"Emm... Bu? mungkin ini aneh, tapi aku ingin bertanya, apakah ini fotoku? Aku tidak salah."
"Huh? Darimana kamu mendapatkannya?"
Kemudian dia dengan cepat mengambil semuanya, bahkan yang tercecer begitu banyak langsung di angkut dengan sekali tangkap, mengambil semuanya bagaikan eskavator kemudian memasukan semuanya ke dalam tas samping nya.
"Anu, kenapa semuanya di masukkan ke dalam tas? Apakah foto-fotoku juga di butuhkan untuk data ini?"
Dia diam sementara sambil menunduk, wajahnya memerah dan tak karuan.
"S-Sebenarnya ... ini hanya foto yang ku ambil untuk diriku sendiri." Ucap nya sambil menutup seluruh wajahnya.
"Emm? Begitu, ya sudahlah."
"Aku ... aku benar-benar menjadi penggemarmu sejak hari itu, dan ini adalah pertama kalinya aku mengidolakan seorang murid akademi, sekarang aku benar-benar malu karena kamu mengetahuinya."
Tidak pernah terlintas di pikiranku bahwa aku akhirnya memiliki penggemar, ini semua karena percobaan kelas elit waktu itu. Seluruh sekolah pasti melihatku. Membuatku menjadi sorotan publik. Dan kini, nama Aiden Leonore di letakan di peringkat dinding pada beberapa gerbang masuk ke akademi.
Berada di dekat tugu dan tanda selamat datang ke akademi, di sana merupakan batu kotak besar dengan kaca di tengahnya dan menampilkan daftar sepuluh murid kelas elit terbaik sepanjang sejarah. Dan inilah sejarah baru, nama ku berada paling atas tepat dengan list berwarna emas, Aiden Leonore dengan total poin 9999.
Dan itu bukan lagi di dalam daftar sepuluh besar, karena nama Kisaragi Marie berada pada tingkat satu. Dan namaku berada di atas semua tabel. Menjadi maskot akademi dalam sejarah barunya.
Bahkan benda besar ini langsung di letakkan di tengah bundaran besar taman akademi. Dimana yang tadinya tempat itu kosong untuk berjalan, sekarang di tambah dengan batu kaca ini di tengahnya. Kepala sekolah bilang, kaca ini tidak akan pecah sekalipun di hantam oleh meteor sebesar matahari.
Beralih di ruangan ini, ternyata ini adalah kamar guru itu sendiri. Tidak ada ruangan lain seperti ruangan kerjanya, ruangan bagus itu merupakan kamarnya juga, maka dari itu aku merasa heran sejak awal dengan kasur yang ada di pojok dekat jendela. Kamar wanita memang bersih.
Aku segera membantu merapikan semua kertas yang berceceran segera mungkin, agar aku bisa keluar dan membiarkan nya menenangkan hatinya, aku tahu dia pasti merasa malu.
Setelah selesaikan semuanya dengan benar, berkas itu ku tumpuk kembali dengan benar di atas meja yang kupakai tadi.
"Guru, jika kamu bahkan ingin memotret wajahku secara langsung sekarang, silahkan saja, kamu tidak perlu takut untuk berbicara denganku."
"Yo! Aiden, apakah urusanmu sudah selesai?"
Tanya Leon.
"Ya, kurasa sudah."
Tidak lama kemudian, bu Alim sudah berada di belakangku, jadi kami semua menoleh karena merasakan kehadirannya.Tampaknya dia menenangkan dirinya dengan cukup cepat, jadi aku bisa pamit untuk pulang sekarang, tapi ada satu hal lagi yang ingin ku pertanyakan.
"Bu, aku minta maaf soal perilaku ku tadi, kuharap kamu tidak terus memikirkannya."
"Aiden? Apa yang kamu lakukan?"
"Em, bukan. Bukan apa-apa."
"Dan ... bu, jika aku boleh tau, apakah kontes ini memperbolehkan akademi kita memiliki peserta pengganti atau cadangan?"
"Memangnya kenapa?"
"Tidak, aku hanya ingin tahu karena ada suatu rencana yang ingin kulakukan."
"Menurut aturannya bisa, dan itu hanya memperbolehkan maksimal dua peserta cadangan."
"Benarkah? Baguslah! Jadi?"
Lalu, bu Alin bertanya tentang siapa saja murid cadangan itu, maka aku menujuk mereka berdua, Eiji dan Leon. Aku mencoba membujuknya agar bisa mengikut sertakan mereka berdua ke sana.
Dan akhirnya aku berhasil membuatnya yakin atas pilihanku, aku di berikan dua kertas data utama lagi, tidak ada banyak data tambahan, hanya dua lembar untuk masing-masing dari mereka mendapatkan satu lembar. Mereka akan mengisi data diri mereka dengan benar, wajib mengisi semuanya dan akan di tarik kembali besok.
Setelah itu, data diri kami akan di bawa kepada sekolah besok pagi, bu Alin akan meminta persetujuan terakhir atas nama kepala sekolah, jika dia setuju dan memberi tanda tangan pada surat permohonan itu, maka semuanya di anggap sah dan tidak boleh di batalkan lagi.
"Baiklah kalau begitu bu, terima kasih atas semuanya, kuharap harimu menyenangkan. Kami mohon izin untuk pulang."
"Jaga diri kalian di jalan."
Ucapnya dengan wajah yang masih sedikit memerah.
Kami berjalan kembali ke tempat di bagian kota ini, rumah guru ini juga masih tepat berada di bagian pusat kota. Aku mulai hafal jalanan kota dan rutenya. Dalam perjalanan, mereka berdua mulai bertanya-tanya padaku soal rencana ini, aku akan melibatkan mereka berdua juga.
"Aiden, kenapa kamu ingin kami mengikuti kontes ini juga?" Tanya Eiji.
Rencanaku adalah melihat strategi lawan, dengan begitu, aku akan membawa diriku pada pertandingan pertama dan kedua, setelah itu, aku akan membuat seolah-olah diriku terkena sebuah serangan yang cukup fatal, sehingga aku harus memulihkan tubuhku sementara waktu, dan membuat peserta cadangan akan menggantikan ku, jumlah kita sudah cukup, Aku, kamu, dan Leon. Begitulah penjelaskan ku.
"Jika saatnya sudah tepat, aku akan berdiri mengisi pertandingan paling terakhir, bisa itu semi final atau final. Kalian mengerti?"
"Tampaknya menarik! Aku ingin menjadi keren sepertimu di hadapan jutaan orang, aku akan mengayunkan pedangku dengan baik. Jujur, aku iri denganmu, Aiden. Kamu memiliki banyak penggemar di sekolah, dan kamu benar-benar murid dengan kekuatan paling aneh yang pernah kutemui."
"Jadi begitu? Lagipula aku bisa memberi jaminan atas kemenangan akademi ini untuk kalian."
Keduanya mencoba mencari tahu jawaban atas perkataanku, maka mereka akan bersedia mendengarkan semuanya. Dengan kemenangan kontes itu pada akademi kami di juara pertama, itu jelas akan memberikan penghargaan yang luar biasa untuk akademi kami, dan kepala sekolah tentunya akan berterima kasih atas kontribusi ku yang membawa kemenangan.
Entah itu nilai ku di akademi yang terjamin akan mendapat nilai di atas 90 sampai kelulusan, atau akses khusus yang hampir setara dengan semua guru di sekolah?
Sayang sekali, aku tidak menginginkan kepopuleran dan nilai sekolahku, karena sekarang, aku lah yang terhebat di akademi ini, aku tahu itu. Tidak ada salahnya jika aku benar-benar terlalu percaya diri, lagipula ini adalah kekuatan yang di berikan dari leluhur iblis ini sangat kuat, mewujudkan banyak keinginanku.
Jadi kukatakan, "Aku bisa membuat kepala sekolah memberikan kalian semua nilai di atas 90 bahkan sampai kelas empat dan kelulusan dengan nilai sempurna." Mendengar ucapanku seperti itu, mereka benar-benar semangat.
Murid-murid lulusan akademi dengan nilai sempurna memiliki kesempatan seratus persen di terima untuk masuk menjadi bagian dari pasukan iblis yang di katakan Eiji, Demon korps? Astral Demon atau semacamnya? Pokoknya seperti itu.