Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 78 : Standing on the Dekatris subconsciously




Ketika batu yang lima belas kali lipat lebih besar dari batu kubus tadi bertukar padaku lagi, aku akan mengubah batu menjadi serangan Violet Blaster dalam bentuk batu, artinya mungkin wujudnya adalah batu, namun bagian dalamnya bukan lagi semacam atom dan hal lain, tetapi energi tersendiri dari Violet Blaster ku.


Ini merupakan Final Blaster tahap pertama setelah Final Blaster yang terbagi menjadi lima subtipe. Ketika itu mengenai nya, aku akan menyaksikannya, dan sesaat aku bertarung sejak tadi, Eiji dan Leon sudah mulai pulih dengan baik, mereka semua memandangku secara bersamaan, karena mereka melihatku daritadi dalam pertarungan yang menyenangkan itu, tapi tidak di wajah mereka.


BOOOMMM...!!


Tidak ada waktu, itu terjadi langsung di kejauhan. Serangan akhir dari Violet yang lebih tinggi, di sebut sebagai Final Blaster, dan terbagi lagi menjadi lima tingkatan Final Blaster. Dari kejauhan empat puluh delapan mil pertama kali nya bagi Leon dan Eiji menyaksikan ledakan setara nuklir yang agak lebih besar dari nuklir ciptaan manusia, ini juga menjadi pertama kalinya aku mencoba hal seperti ini.


Ledakan yang beberapa tingkat lebih kuat dari nuklir, meledak begitu besar, menciptakan awan jamur raksasa. yang menjulang tinggi melampaui awan langit, menyilaukan mata dengan cahaya ledakan ungu bersama merah yang memenuhi ruang, membuat segalanya di sekitar menjadi menyilaukan, beberapa saat kemudian, ini lah efeknya. Tanah tempat kami berdiri jauh akan merasakan getaran hebat dan dahsyatnya angin yang membawa luka bakar, radiasi nya sangat jauh.


Bahkan hanya dengan gelombang nya saja sudah membuat bebatuan sejauh sepuluh mil di sekitar nya retak dan hancur berkeping-keping. Aku tau aku cukup berlebihan, namun dia sudah keterlaluan jika berencana untuk memukulku sebanyak itu. Melulu lantahkan area itu dengan skala besar.


Aku menciptakan perisai untuk diriku sendiri bersama Eiji dan Leon, sebuah perisai lain berbentuk kuba, menahan getaran dan ledakan yang bisa melukai tubuh, jika radiasi ini terkena mereka, mungkin wajah mereka akan hancur seperti terbakar.


Ledakan yang berlangsung selama beberapa waktu dan mulai mengubah ruang ini kembali ke cahaya mula nya, tapi pemandangan berubah sekarang, pemandangan dari kehancuran ledakan besar. Jadi aku membawa kami semua berpindah kembali ke titik ledak itu, menunggu semuanya baik-baik saja.


Aku melangkah ke arah titik yang kuingat dan merupakan titik ledak pasti. Yeah, tapi tubuhnya tidak berada di titik ini, sampai aku berjalan sekitar dua puluh meter ke arah depan, kulihat sebuah tubuh yang hangus terbakar bersama bagian tubuh lainnya yang sobek.


Yeah, inilah dia, tangan kanan nya yang menghantam serangan ku langsung benar-benar hancur, seluruh wajahnya hilang sekarang, aku tidak tahu apakah dia tersenyum, marah, atau menangis. Jika dia mati, kurasa aku harus meninggalkan tempat ini dan kembali ke rumahku, mungkin saja hari di tempat ku sudah malam.


Tapi...


...Dia masih hidup, dia mengucapkan sepatah kata yang tidak di mengerti dengan lamban, seperti mencoba mengucapkan "Tol" apakah artinya tolong? Aku juga tidak tahu, tapi dia masih hidup. Sampai Eiji dan Leon menghampiriku kesini.


Leon: "Aiden! Apa yang kamu lakukan!?!?"


Eiji: "Aku tidak bermimpi bukan? Kekuatan apa itu?"


Jadi kujawab pada mereka.


"Inilah setengah dari nilai 9999 itu, kalian percaya padaku, bukan? Kuharap kalian tidak menyebarkan tentang ini pada orang lain."


Keduanya hanya diam tanpa jawaban di sana, melihat Varnera yang dalam keadaan sekarat dan hampir menemui ajalnya. Aku mendekat lebih dekat lagi, memiringkan tubuhku untuk melihat nya dengan sangat dekat, ah, ini benar-benar lucu.


"Namamu ... Varnera yeah? Apa aku tidak salah? Aku punya sesuatu untukmu, aku bisa menyelamatkan hidupmu kembali lho, tapi itu ada syaratnya."


Dia terus mencoba mengucapkan sesuatu dengan dirinya yang kritis, tampaknya seluruh organnya bahkan hancur, aku melihat perut bagian kanan nya yang bocor dan berdarah begitu banyak.


"Menyedihkan sekali, kupikir kamu begitu kuat."


Bagaimana? Aku akan menyelamatkan hidupmu dengan satu syarat, umum yeah ... aku juga ingin memiliki bawahan yang ku klaim sendiri, jika kamu bersedia menjadi bawahanku, maka aku akan menyelamatkan mu kembali. Raih jari keliling ku ini dan kaitkan, itu berarti kamu setuju.


Dia tidak bisa lagi berbicara, nampaknya itu benar-benar menyedihkan, pita suaranya hancur. Dia menggerakkan tangan kiri nya, satu-satunya tangannya yang tersisa, perlahan terangkat dari tanah untuk menjangkau kelingkingku. Tapi itu terlalu lama, kupikir dia benar-benar tidak bisa melawan sekarang.


"Yeah, ini terlalu lama, ku anggap kamu setuju dengan ini, tanganmu terlalu lemah untuk di angkat kesini."


Kemudian debu itu akan berubah kembali di udara, menciptakan tubuh Varnera yang baru, dia tidak akan mati. Aku tahu dia masih disini, tentu saja aku tidak menyerang jiwa seseorang. Jadi bersamaan dengan tubuh fisik nya yang tercipta, jiwa nya juga akan ku tarik kembali masuk bersamaan dengan penciptaan tubuh baru itu. Dengan begini lah, penyembuhan yang lebih baik daripada regenerasi instan.


Aku membunuhnya lalu menghidupkannya kembali menjadi semula, kebangkitan baru akan menyebabkan kerusakan mental dan jiwa nya kembali seperti sedia kala, tapi aku tidak akan memulai kembali ingatan nya dengan ingatan baru tanpa tahu apapun. Dia seratus persen mengingat seluruh kejadian semasa hidupnya, dan tidak ada satupun yang ku hapus atau ku singkirkan.


Begitu cahaya putih kebangkitan menyelesaikan penciptaan nya dengan cepat, tubuhnya akan langsung jatuh ke tanah, dia terjatuh sambil menopang tubuhnya dengan kedua tangannya. Menyentuh jantung nya lagi dan mengira dia sudah mati.


"Aiden! Tidak mungkin, bagaimana bisa kamu mempelajari hal seperti ini?"


Ucap Eiji dengan heran. Bahkan Leon kebingungan tanpa sepatah pun keluar dari mulutnya selain mulut yang sedikit ternganga melihat pemandangan di depannya. Aku hanya mengatakan sekali lagi bahwa ini adalah kemampuan murid quartto sembilan pangkat tidak terbatas. Aku bercanda di sini, tapi tidak ada siapapun yang tertawa atau merasa kagum, kupikir mereka akan memujiku.


Tapi mereka hanya menampilkan wajah ketakutan, meskipun aku tahu di dalam hati Eiji dan Leon bahwa ini adalah hal di luar dugaan mereka, seorang murid akademi kelas satu yang membangkitkan seseorang dengan sihir rahasia. Bahkan guru atau siapapun di dunia iblis dengan kekuatan tinggi tidak akan bisa menyamai kekuatanku, ini adalah bergabung nya Will Power dari Fyrena dan memicu aktifnya kutukan Marie dengan sempurna.


"Ak-Aku... hidup kembali? Kamu, kekuatan apa itu? Kenapa kamu bisa membangkitkan seseorang." Ucap Varnera dengan pasrah.


"Yeah begitulah, aku mengatakan bahwa aku menyelamatkanmu, tapi kalian semua mungkin melihat dan menyatakan di dalam hati kalian, bahwa aku membunuhmu dan membangkitkanmu kembali."


Jadi bagaimana? Kamu akan menepatinya bukan? Jika tidak ...


Aku mengangkat sedikit pedang The Raven ku dan berkata "Aku akan mengembalikan mu pergi ke alam roh iblis" bagaimana? Aku sudah menganggap bahwa kamu menyetujui ini sebelumnya.


"Tolong!! ... tolong jangan bunuh aku lagi!!! Aku bersedia, tapi ... kamu ini sebenarnya siapa? Tolong katakan, mungkin kah kamu berasal dari iblis di wilayah yang lebih tinggi? Kupikir selama ini aku sudah menempuh lantai yang cukup tinggi." Ucapnya dengan tergesa-gesa dan kacau, seperti mencoba mengemis padaku agar mengampuninya.


Tapi aku tidak tahu apa maksudnya iblis lantai, jadi aku bertanya.


Apa maksudmu?


"K-kamu. Kamu tidak mungkin seorang anak sekolahan, kamu pasti iblis suci dari lantai atas, dan tidak mungkin kamu tidak tahu, bahwa kita berada pada Dekatris!!!"


Eiji dan Leon: "Hah? Dekatris?"


bukankah ini terdengar seperti wilayah iblis tingkat atas dalam sejarah? Seperti itu lah pertanyaan di diri mereka masing-masing lagi.


"Kupikir terdengar tidak asing, tapi aku pernah mendengarnya."


Eiji: "Aiden, ini ... tidak mungkin kan? Kamu membawa kami ke Dekatris hanya menggunakan portal sihir enam lingkaran seperti itu?"


Leon: "Benar!! Jangan bercanda, jika ini Dekatris, itu hanya bisa di capai iblis-iblis tingkat tinggi, bahkan lantai paling pertama saja benar-benar mustahil untuk di jangkau, tapi kamu langsung membawa kami semua disini???"


Mereka seperti bercampur emosi yang kebingungan, heran, tidak percaya, dan sebagainya. Semuanya pada diriku. Dan sekarang aku ingat apa itu Dekatris, ini adalah tingkat wilayah iblis ke tiga belas sebelum Kontleszh, ternyata sihir portal ku membawa kami kemari. Varnera berkata lagi bahwa dua temanku ini tidak mungkin bisa masuk kesini tanpa sebab, dan satu-satunya yang bisa dia percaya masuk dengan sihir enam lingkaran itu adalah aku.


Sudah jelas, ini adalah dunia keberadaan untuk eksistensi yang lebih tinggi, Eiji dan Leon hanya akan mati dan hancur jika mencoba naik kesini, tapi begitulah dengan kehadiran ku yang menuntun mereka untuk tetap hidup tanpa tekanan iblis dari wilayah yang lebih tinggi. Daripada di anggap sebaik dunia, tempat seperti ini lebih mirip dengan wilayah di luar jangkauan iblis biasa. Sudah jelas, ini adalah Dekatris, lantai terakhir yang membunuh Cecillia Achiles.


Nah, Varnera ... katakan, apakah kamu mengenal orang bernama Cecillia Achiles?


Aku bertanya dengan perlahan ketika melihat wajahnya menjadi sedikit ngeri, dia seperti mencoba mengumpulkan keberanian untuk menjawabku.