Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 66 : The Gates Of Inferno and earth's destruction




Kini, aku berada di atas naga ini, terbang jauh di atas langit untuk menghindari serangan mereka. Langit di ubah lagi menjadi terbalik. Dalam sekejap pemandangan kami menjadi dunia terbalik lagi, jadi kami terbang terbalik di atas mereka sekarang, mencoba menjatuhkan kami dengan kendali gravitasi juga.


Sepertinya naga ini tidak memiliki kemampuan untuk menahan pengendalian gravitasi seperti itu, maka seperti apapun kondisi dan medannya, akan ku lawan. Serangan lain datang mengarah padaku, sementara kecepatan yang tidak terduga lagi menabrak naga ini, hingga kami berbelok dan terjatuh dari langit.


Aku menciptakan seluruh pakaianku menjadi anti robek, dengan begitu aku akan menabrak banyak hal sekarang, tapi bajuku dan yang lainnya tidak boleh sobek. Bahkan jika rambutku hilang karena tabrakan keras ini, aku akan menumbuhkan nya kembali dalam sekejap.


BRUAK!!


Benar! Aku menabrak begitu dalam, menembus banyak gedung besar hingga kecil, terbanting di jalan raya yang penuh api, menabrak mobil-mobil yang hancur di sana. Rasanya benar-benar kencang. Sampai dengan kecepatan tak terhingga, Akira itu datang dengan cepat menembus jantungku.


SREKK!


"Kamu! Akhirnya aku bisa menusuk mu sekali, berengsek!" Ucapnya.


"Jangan banyak tingkat dasar kurang ajar!"


Aku menendang tubuhnya untuk menjauh dariku, pedang hitam dengan mata anehnya itu menusuk bagian jantung ku tembus dari atas hingga ke belakang. Inferno segera terbang mengarah padanya untuk menyerangnya. Tapi karena dia menghindari serangan itu, Inferno pada akhirnya menabrak ku lagi dengan keras.


Pedang itu sebelumnya sudah di cabut paksa dari tubuhku, tapi harusnya aku sudah mati.


"Kenapa kamu tidak mati!?" Ucapnya dengan berteriak sambil menghindari Inferno."


"Setelah kupikir, rasa sakit itu tidak akan mempengaruhi jantungku, walau dia menembus berapa banyak pun pedang ke jantungku, itu tidak akan membunuh ku. Karena jantungku di sita oleh Marie di suatu tempat."


Dia menyerang dengan kekuatan besar bersama gadis dengan buku sihir itu, kekuatan mereka dari arah yang berbeda, mengarahkan semuanya padaku. Kurasa ini adalah serangan yang cukup besar.


Jadi, aku sudah bersedia untuk terpental begitu jauh lagi, jika pelindung anti sihir ku kali ini bisa di tembus, karena aku akan terus meningkatkan kekuatanku dengan mana yang berlimpah ini. Tapi, serangan besar itu di lahap oleh sesuatu sampai tak tersisa. Nyala cahaya yang menuju padaku redup seketika.


Ketika kubuka mataku, Valerie dan isabel berada di depanku, Valerie berdiri mengisap seluruh energi sihir itu dan lenyap dengan satu tangannya, kemudian Isabel berdiri sambil memandangku, mencoba memastikan bahwa aku baik-baik saja.


"Aiden, Aiden, kamu baik-baik saja?"


Itulah dia.


"Yeah! Aku baik-baik saja."


Isabel kemudian meninggalkanku di belakang sini, sementara Inferno masih mencoba berdiri kembali dari tabrakannya.


"Penyihir!! Kita bertemu lagi, kali ini kamu sudah melukai calon raja iblis kami, itu bukanlah hal yang sopan dan akan ada hukuman untuk hal keji seperti itu." Ucap Isabel.


"Bagaimana bisa kami membiarkan perusak masa depan untuk tetap hidup? Setidaknya kami semua harus menghentikannya disini."


Ucap Akira sambil beterbangan di langit.


"Kita sepertinya juga pernah bertemu, bukan? Jadi kalian orang-orang yang waktu itu, ini sama seperti kalian melawan seseorang dengan keroyokan, kalian adalah pecundang, dan hari ini ternyata benar-benar tiba-tiba, aku akan melayani kalian semua dengan serius."


WUSH!


Valerie terbang ke langit menyerang lelaki itu, mereka bagaikan cahaya yang saling bertabrakan menyinari langit yang kacau. Sementara gadis berambut merah muda dan lelaki yang satunya masih bisa berdiri setelah terkena serangan ku yang paling pertama. Mereka masih berdiri kuat memegang senjata dan sabit mereka bersama gadis rambut ungu berjubah itu.


"Aiden, biarkan aku yang mengurus ini."


Ucap Isabel.


Jadi, mereka mencoba membuatku berhenti bertarung dan datang untuk menyelamatkanku. Boleh juga ... walau mereka terlambat. Aku benar-benar di serang sampai terjatuh seperti ini, jadi aku naik kembali ke atas Inferno.


"Inferno, kamu masih bisa terbang bukan?"


"Jika untuk Anda, aku bersedia walau salah satu sayap ku harus patah."


"Bagus! Ayo kita hancurkan seluruh negeri ini."


Kami terbang lagi dengan cepat melintasi udara, merobek udara dengan semburan api neraka. Kata Inferno, api dari tubuhnya hampir mirip dengan api neraka, walau itu hanya satu per empat dari panas aslinya. Gedung-gedung yang terbentang sejauh ratusan mil terbakar dengan cepat, membara dengan api ke langit.


Serangan sihir datang lagi menganggu ke arahku yang sedang berdiri di atas naga ini. Lelaki dengan pakaian merah itu melarikan diri dari Isabel dan mengejarku untuk menyerang ku di atas naga ini. Mencoba membuatku tumbang dia kali.


Orang-orang ini memang berengsek!


Jika ada satu serangan yang belum ku tunjukan, itu salah, masih ada banyak serangan yang belum ku tunjukkan. Dan kali ini aku akan menunjukan satu dari yang terbaik.


...INFERNO GATES!...


Sekarang aku akan memenuhi langit menjadi merah dengan gerbang neraka yang tak terhitung jumlahnya. gerbang-gerbang neraka ini akan menyelimuti langit entah melingkar ke segala arah, horizontal ataupun vertikal, akan ku luncurkan serangan langsung dengan batu dari panasnya api neraka, menghujani seluruh kota dengan batu neraka dalam kecepatan cahaya. Siapapun manusia yang terkena serangan ini, akan langsung binasa dengan tragis, bahkan tubuhnya akan berlubang karena di tembus panasnya bebatuan neraka.


WHOM! WHOM! WHOM! WHOM! WHOM...


Seluruh gerbang tercipta dari posisi ku yang tidak lagi berada di atas Inferno. Gerbang-gerbang ini tidak tercipta secara bersamaan, namun hampir bergerak dengan waktu yang sama, tercipta bagaikan proyektil yang tak terhitung di langit. Jadi seluruh gerbang ini akan melingkar ke atas langit, memenuhi pemandangan hingga menjadi merah gelap. Lelaki berengsek ini menyerangku lagi dengan serangan kecil bodohnya, aku hanya perlu menghindari sekali lagi dan mengeluarkan semua serangan dari neraka untuk menghujani mereka.



...VIOLET BLASTER!...


Serangan ini kulancarkan langsung bersamaan dengan keluarnya seluruh hujan batu neraka dari langit. Ledakan-ledakan ini benar-benar pemandangan yang indah, lihatlah semut-semut kecil itu berlarian, bagaikan di lempar oleh bebatuan besar. Mereka begitu lemah dan hancur berkeping-keping begitu saja. Manusia memang sombong dan lemah.


"Kalau memang begini seharusnya, maka karakter utama tidak akan pernah menjadi peranku, aku akan selalu menjadi karakter utama dalam kisahku sendiri, tapi seluruh kisah dunia akan menganggapku sebagai penjahat."


HAHAHAHAHAHA....


Bahkan mereka semua yang bertarung di bawah sana akan kesulitan jika terkena serangan bombardir ini, sekarang carilah cara dan lari lah untuk keluar dari zona ini. Cobalah jika kalian bisa. Tapi, sesosok lelaki berambut hijau datang lagi dari dimensi lain. Aku tidak tahu siapa dia, tapi dia datang dan mengenali namaku, di belakang nya ada beberapa lagi langit yang robek dan keluar beberapa orang dengan pakaian yang sama seperti Valerie dan isabel. Bahkan Verda dan Elyse datang kemari dengan pakaian yang sama. Jadi mereka semua adalah sepuluh Iblis Scarlet bawahan Marie.


Sampai sejauh ini akhirnya mereka menemukanku ... bahkan dia dengan bangga memperkenalkan dirinya padaku, jadi namanya adalah Virditas. Dan sisanya adalah beberapa Iblis Scarlet yang lain, yang belum pernah kutemui.


"...Tuan Aiden, bisakah kami langsung saja menghancurkan semuanya? Anda hanya perlu kembali ke dunia iblis, karena ratu sudah marah besar terhadap kami sekarang."


"Menghancurkan semuanya? Apa maksudmu? Bukankah ini sudah cukup untuk menghancurkan mereka?"


"Tidak, kami datang atas tugas kami juga, Valerie dan yang lainnya sudah pasti akan mengerti keadaan kacau ini."



Sumber Ilustrasi: Pinterest


Kemudian kami semua terpindah di angkasa lepas melihat pemandangan bumi dunia lain dari manusia, jadi, aku menutup kembali serangan bombardir gerbang neraka dan melihat apa yang akan di lakukan oleh lelaki berambut hijau ini. Dia mengarahkan jarinya ke arah planet ini, ketika serangan merah kecil bercampur ungu itu melaju dengan sangat cepat menabrak atmosfer dan menembus sampai ke bagian lain planet ini. Planet ini masih baik-baik saja ketika serangan ini menembus cukup lama ke tengah nya.


Namun, setelah beberapa lama tembakan merah ini terlepas, bersama angkasa yang di penuhi merah, bumi dengan langit merah setelah gerbang neraka ku tutup, perlahan seperti retak dari dalamnya dan meledak dari intinya, menghancurkan seluruh planet ini dan seisinya sampai tidak tersisa. Bongkahan-bongkahan bumi yang terbakar bagaikan meteor kemudian menabrak bulan yang mengorbitnya. Menghancurkan bulan itu juga


"Bagaimana? Apakah anda puas dengan melihat ini? Atau kami harus berusaha untuk menghancurkan lebih banyak lagi dunia sesuatu yang lebih besar untuk menghibur Anda?" Ucap Virditas.


"Ahaha... itu tidak perlu, kalian boleh membawaku kembali sekarang. Aku datang kesini bukan atas hiburan."


"Sesuai perintah."


Kami kembali berjalan masuk di atas angkasa ke dimensi lain, berjalan ke dalam celah besar kembali ke dunia iblis, meninggalkan kehancuran bumi yang lainnya.


Di angkasa luas yang di penuhi merah, kiamat kecil sudah terjadi dan membinasakan umat manusia di planet ini sampai tak tersisa. Jika alam semesta begitu banyak, maka ada begitu banyak bumi dengan kehidupan yang berbeda yang menarik untuk terus di binasakan.


..........


Cerita kemungkinan akan berlanjut lagi besok, karena hari ini saya cukup menghabiskan banyak waktu dengan menulis tujuh bab dalam satu hari, jadi saya perlu istirahat sebentar untuk memikirkan alur cerita selanjutnya, soal ilustrasi, ilustrasi view berasal dari Pinterest, sementara seluruh ilustrasi karakter adalah asli dari saya. Namun, karena Mangatoon tidak mendukung file yang terlalu besar untuk di unggah, jadi saya mengkonversi semua ilustrasi ke ukuran file yang lebih kecil, sehingga walau dengan High resolution pun, hasilnya unggahannya akan pecah, tolong beri masukan kepada saya jika ada cara untuk mengunggah file besar yang di konversi agar tetap terlihat seperti kualitas 4K. Juga kalau ada salah penulisan dan tanda kutip, tolong di beri masukan agar saya bisa memperbaiki bab-bab nya kembali.


Okeh? Semoga kalian terhibur dengan fiksi satu ini, terima kasih dan see ya ;)