
Pukul sepuluh pagi, Kairi terkejut karena menerima panggilan dari kantor pusat. Wanita di telepon itu mengatakan bahwa direktur utama meminta agar kairi menemuinya di ruangannya. Jadi pada pukul sebelas, Kairi harus memesan taksi online lagi menuju kantor pusat. Di depan pintu masuk, dia masih ingat satpam yang bertugas pada waktu itu, satpam itu bahkan masih menyapanya kembali dengan sebuah senyuman.
"Permisi, bolehkah saya bertanya?" ucap Kairi saat menemui salah satu pria berkacamata yang terlihat seperti salah satu pegawai di sana.
"Oh ya, tentu, silahkan, ada yang bisa saya bantu?"
"Saya ingin bertemu dengan direktur utama, apa Anda tahu di mana ruangannya?"
"Baik, Anda bisa menggunakan lift ke lantai dua puluh empat, dari lift Anda bisa pergi ke kiri dan belok kanan setelah melewati satu pembelokan, setelah itu, Anda bisa terus hingga ke pintu ujung, ruangan direktur akan segera terlihat saat Anda berdiri di ujung pembelokan itu."
"Terima kasih banyak atas bantuannya pak." Ucap Kairi sambil tersenyum dan menunduk sedikit.
"Oh, sama-sama pak." pria itu juga membalas dengan menunduk sebelum Kairi meninggalkannya.
Kairi sampai sesuai arah yang di jelaskan sebelumnya, di pintu itu memang tertulis President Director, tapi tidak ada respon sama sekali setelah dia mengetuk lebih dari tiga kali. Dia berpikir bahwa dirinya terlambat dan direktur itu harus menyelesaikan urusan lain. Jadi dia akan kembali ke kantor logistik dengan waktu yang terbuang karena keterlambatannya. Saat berbalik secara tiba-tiba, dia menabrak seseorang.
"Saya minta maaf pak, saya tidak melihat Anda dan berbalik secara tiba-tiba."
"Ya, aku tahu itu." jawab pria tersebut.
"Kalau begitu, bolehkah saya bertanya? Apakah Anda juga ingin menemui direktur?" Tanya Kairi.
Pria itu tersenyum, dia melewat Kairi dan mengeluarkan sebuah kunci yang terlihat seperti kartu RFID dari saku jas hitamnya, ketika kartu itu di bersentuhan dengan sensor pintu, nada konfirmasi berupa suara "Beep" terdengar dan pintu itu terbuka sedikit, pria yang menyentuh gagang pintunya kemudian meminta agar Kairi mengikutinya ke dalam.
"Masuklah, direktur yang kamu cari baru saja sampai." ucap pria itu.
Oh, jadi orang ini adalah direkturnya ya, tidak heran penampilannya sebaik itu. Ucap Kairi dalam hatinya sambil masuk ke dalam ruangan yang di sambut udara sejuk dengan sensasi lembut di kulit serta aroma yang begitu harum. Kairi tidak langsung duduk, dia masih tetap berdiri bahkan setelah berada di ruangan tersebut. Hal itu memastikan agar dirinya tetap terlihat beretika.
"Duduklah, jangan terus berdiri di sana." ucap direktur.
"Ah, iya, baik pak."
"Jadi ... kamu adalah staf logistik itu?" tanya direktur.
"Benar pak."
"Kamu tahu alasanku memanggilmu kesini?"
"Maaf, saya tidak tahu, jadi saya segara kesini untuk menerima pekerjaan yang Anda tawarkan, saya mungkin bisa membantu menyelesaikannya."
"Kalau begitu, kamu pasti belum terlalu mengenalku. Bisakah kamu memperkenalkan dirimu? Ini adalah pertama kalinya kita bertemu."
Kairi kemudian memperkenalkan dirinya dengan sebuah senyuman, setelah memperkenalkan dirinya, direktur itu juga memperkenalkan dirinya, Alby Kevern alias Direktur utama Golden Box Company.
"Ya ... benar pak." jawab Kairi.
Direktur itu kemudian berdiri kembali dari kursinya, dia berjalan di belakang mejanya dengan perlahan, berjalan ke arah utara, kemudian ke arah selatan.
"Kairi, aku mengawasi mu selama ini, walau seorang pegawai baru di perusahaan ini, namun aku telah mengetahui beberapa hal tentang mu. Yang pertama, kamu adalah seorang pekerja keras yang sepertinya tidak kenal lelah, aku suka itu, pekerjaan yang kamu selesaikan selalu berakhir dengan baik, bahkan lebih baik daripada pegawai lainnya."
Kemudian direktur itu berbalik lagi berjalan perlahan ke arah utara.
"Yang kedua, ku dengar kamu adalah orang yang ceria, beberapa pegawai membicarakan mu ketika kamu tidak berada di sekitar mereka, aku pernah mendengar obrolan pegawai lain, bahwa kamu benar-benar bahagia ketika menceritakan soal putri kecilmu, mereka mengatakan, 'Ya, pak Kairi benar-benar orang yang selalu terlihat ramah dan murah senyum' mereka juga mengatakan bahwa kamu benar-benar bekerja keras untuk menabung masa depan putri kecilmu agar bisa sekolah ke luar negeri ya?"
"Um, ya ... kurang lebih seperti itu pak. Aku hanya berusaha bekerja untuk menafkahi anak dan istriku." jawab Kairi dengan pelan.
"Kamu benar-benar menata kantor itu dengan baik, kamu bahkan terlihat memiliki pengalaman untuk mengajari mereka untuk berkembang lebih baik dalam bekerja, itu hal yang selalu mengagumkan. Tapi ada satu hal di balik kerja-kerasmu."
Kairi: "..."
"Kamu ingin tahu?? Ya, lebih tepatnya, ketika ada banyak pegawai yang menjadi rekan kerjamu, banyak dari mereka mengagumi caramu, ceritamu, atau bagaimana kamu berbaur dengan mereka, tapi di sisi lain, ada beberapa manusia bermuka dua. Mereka mungkin adalah rekan yang baik di matamu, tapi di saat kamu tidak ada, mereka adalah pembenci yang berusaha menyingkirkan mu."
Mendengar ucapan direktur Alby, kairi segera tercengang dan mendapatkan semangat lebih untuk melihat siapa saja manusia bermuka dua yang membencinya.
"Tapi kali ini, kamu berada di sini bukan karena kamu memiliki pembenci, atau mereka yang tertarik kepadamu, bukan. Kamu ada disini karena dirimu sendiri. Kamu benar-benar melakukan banyak hal dengan baik, sikapmu yang ramah dalam melayani orang lain, penataan mu terhadap mereka yang kurang disiplin menimbulkan pekerjaan mereka lebih teratur, waktu keterlambatan berkurang, dan ada banyak barang logistik yang tidak mengalami kecacatan sedikitpun. Itu berita baik."
Direktur kemudian duduk kembali ke kursi nya dengan dua tangannya yang saling menggenggam di hadapan wajahnya sambil menatap Kairi dan kemudian dia mengatakan, "Pimpinan atau pendiri perusahaan ini telah memberiku wewenang untuk menaikkan jabatan siapapun di dalam perusahaan ini, kamu berada di sini, hari ini, untuk menerima promosi jabatan dariku, apa itu terdengar menyenangkan?"
Kairi menaikkan sedikit dagunya dan tersenyum kemudian berkata, "Suatu kehormatan untuk bisa menerima promosi dari Anda pak, saya tidak akan menolaknya."
"Baiklah." Direktur kemudian berdiri lagi dari kursinya menuju ke arah Kairi.
Direktur kemudian mengarahkan tangannya untuk berjabat, setelah Kairi menjabat tangannya, direktur menepuk pundak Kairi dengan tangan kirinya dan berkata "Pertahankan prestasi mu itu, mulai bulan depan, kamu mungkin sudah bekerja di kantor ini, aku akan meminta agar asistenku menyiapkan ruangan untukmu, kamu akan tahu jabatanmu dua minggu lagi saat pelantikan mu di laksanakan, buatlah banyak pegawai lain mengapresiasi mu dan menjadikanmu motivasi untuk bekerja lebih keras, dan buatlah mereka yang membenci mu semakin iri dengan hasil kerja mu." direktur kemudian tersenyum pada Kairi.
"Terima kasih banyak pak!! Saya akan bekerja lebih baik lagi." balas Kairi dengan senyum penuh semangat.
Ketika Kairi bergegas keluar dari ruangan, direktur mengucapkan satu kalimat lagi.
"Dan ingat satu hal lagi, aku ingin kamu menemui ku saat pelantikan dengan cara berpakaian yang lebih rapi, ubah penampilan rambut buruk mu itu, kamu bukanlah berandalan SMA!!"
Ketika keluar dari ruangan, Kairi tidak lagi berbalik ke belakang untuk melihat wajah direktur itu.
Bajingan! berani-beraninya dia mengaturku seperti itu. Batin Kairi berucap.
Dia akan mengubah penampilannya setelah menerima fakta ucapan direktur tersebut. Lagipula, hari ini ada satu hal yang harus dia bereskan.