
Senin, 3 April 2027
Aiden akhirnya menjalani hari-hari menyebalkan sebagai pekerja, staf logistic hanyalah bagian yang rendah daripada pekerjaan lain dalam sebuah perusahaan. Namun, ada waktu yang harus selalu dia kejar, meningkatkan kinerja kerja nya tidak peduli jika dia harus bekerja hingga fajar tiba. Dia yakin akan mendapatkan bayaran yang setimpal suatu saat nanti.
Waktu adalah uang, dan itu berharga.
Sekarang telah memasuki bulan ke empat sejak Kairi masuk sebagai pemula. Rekan-rekannya pulang dengan serentak setiap waktu malam tiba. Sejak mereka bertemu dengan Kairi di hari pertama, Carlos adalah orang yang membuka topik lebih dulu. Dia melihat bagaimana Kairi bekerja seolah-olah tidak memiliki rumah dan keluarga untuk pulang.
Itu karena rasa peduli Carlos, jadi dia menyarankan agar Aiden tidak pulang larut di atas pukul sembilan malam. Ini memang menjadi ketentuan dan peringatan untuk setiap wilayah yang ada di Rebecca. Presiden Rebecca tidak ingin berita-berita kematian itu terus tersebar ke luar pulau. Hanya karena terduga satu orang pembunuh berantai, ekonomi negeri ini menurun, beberapa negara kecil juga menutup perdagangan ekspor dan impor ke Rebecca dengan alasan takut.
Banyak pimpinan daerah di Rebecca merasa kesulitan dalam mengatur hal-hal tersebut, tidak hanya itu, Rebecca International Airport atau Bandara Internasional Rebecca juga menampilkan grafik penurunan populasi turis yang datang dari luar negeri, sementara itu, banyak penduduk tetap Rebecca tercatat setiap harinya bepergian keluar negeri karena urusan kantor dan keluarga, tapi nyatanya berbeda.
Ada banyak isu ketika para penduduk bercerita satu sama lain mengenaik topik psikopat seperti ini, mereka jelas takut dan terancam, itu sudah jelas, karena saluran berita bahkan pernah menayangkan kedatangan detektif-detektif yang tertarik untuk mengungkap cara gila si pembunuh yang bahkan mampu menumbangkan pertahanan tingkat tinggi dari suatu kawasan, termasuk merusak setiap kamera pengawas dan membunuh para petugasnya.
Para detektif dari luar negeri pasti datang ke Rebecca hanya untuk mencoba membuktikan kasus dan misteri pembunuhan yang mereka rasa aneh, terutama kasus bunuh diri yang terjadi selama enam hari berturut-turut pada 23 Juli 2026 dengan adegan yang berbeda-beda. Beberapa di antara mereka mengatakan bahwa itu benar-benar menarik.Bahkan mereka selalu berpikir untuk membongkar ide-ide ini dan menangkap psikopat tersebut dengan upaya mereka sendiri.
Itulah cara bagaimana mereka ingin meningkatkan popularitas mereka ketika mereka kembali pulang ke negara asal sambil membawa prestasi. Tapi tidak akan berjalan semudah itu. Karena beberapa detektif itu, telah terlihat di wawancara publik saluran televisi pada 27 September. Aiden tertawa puas, dia telah melihat beberapa wajah dari mereka. Dan suatu saat ketika dia bertemu wajah-wajah detektif itu, dia berpikir kemungkinan akan mengoleksi wajah-wajah mereka setelah melepasnya dari tengkorak kepala.
Seluruh dunia mencari orang gila itu, seluruh dunia memburu nya. Jangan berpikir bahwa presiden hanya mengerahkan tentara-tentara perbatasan dan memperkuat kekuatan kepolisian di setiap daerah, karena warga sipil, bahkan anak sekolah menengah pun selalu memliki harapan untuk memukul pembunuh tersebut. Semua orang membencinya.
Bagaimana bisa tidak di benci, perbuatannya mengubah banyak hal di Rebecca, mulai dari rusaknya perdagangan ekspor dan impor, atau berubahnya jadwal-jadwal sekolah hingga jadwal sekolah tinggi. Menyebabkan banyak polisi harus memiliki waktu berjaga yang di luar batas mereka, mereka akan terus berjaga hingga pagi. Mengamankan setiap titik lokasi yang rawan sambil membawa senjata-senjata api mereka.
Tahanan lain bahkan menjadi saksi nya. Mereka melihat wajah Aiden dengan jelas, rambut hitam acak-acakan itu terbang kesana kemari ketika dia mendaratkan pukulannya ke wajah tahanan dengan inisial J. Tidak hanya inisal J yang menjadi korban menyatakan bahwa dia memukul sambil tertawa, tahanan lain juga berkata jujur, bahwa orang gila itu memukul seseorang sambil tertawa.
"A-aku tidak tahu, sulit di percaya, anak itu gila, dia mampu membuka jeruji ku tanpa sebuah kunci. Dia gila! Aku yakin itu." Ucap inisial J pada interogasi satu minggu setelah keadaannya pulih.
"Tidak!! Aku juga melihatnya, orang itu gila! Dia memukuli pria itu sambil tertawa, usianya masih muda, kelainan mental karena masalah cinta mungkin menjadi penyebab anak itu bertingkah seperti itu." Ucap inisial Y yang cukup ketakutan pada saat itu.
Sementara itu, tahanan lain yang menjadi saksi berharap agar pihak kepolisian berhasil memasukannya ke dalam jeruji besi isolasi dan menghajar psikopat itu di sana. Entah bagaimana caranya, Aiden saat itu telah menyelidiki cara kerja sipir di penjara negara, seperti apa kekuatan mereka, dan sekuat apa keamanan mereka. Setelah membunuh empat sipir dan menghajar satu tahanan, Aiden melarikan diri melewati ventilasi udara dan mengakali cara agar lepas dari pengejaran tentara yang akan datang. Itu adalah salah satu bagian terbaik dalam aksi nya yang membuatnya bahagia.
Tapi tidak ada yang mengenali identitasnya, terlebih lagi, dia telah memalsukan identitas sebagai Kairi. Sementara itu, Kairi telah di anggap sebagai pekerja keras akhir-akhir ini, rekan-rekannya mengakui itu, dan mengatakan pada Kairi dua minggu yang lalu, bahwa direktur tertarik dengan kabarnya. Karena hal itulah, Kairi menjadi ambisius ketika percaya dirinya semakin meningkat karena di perhatian direktur menuju padanya.
Hanya dalam jangka waktu empat bulan, Kairi berhasil membantu perusahaan untuk merapikan logistik mereka, mulai dari cara pengemasan, penyortiran barang sesuai merk dan tipe, juga penjadwalan ulang yang lebih teratur dan efisien untuk mencapai pekerjaan yang cepat dan teratur, dengan begitu, para pegawai lain juga dapat merasakan waktu istirahat lebih panjang dari sebelumnya.
Sementara itu sebagai Kairi, dia lebih sering pulang larut malam dan bergaul dengan petugas keamanan di gedung logistik. Dia sering mengobrol dan bercanda dengan beberapa petugas keamanan, menahan diri untuk tetap tinggal, mengenali satu sama lain, dan mencoba menerima lelucon konyol mereka walau dia tahu itu tidak terlalu lucu untuknya. Tapi itulah jalan untuk menyembunyikan jati dirinya.
Hanya karena akrab dengan para petugas keamanan, Kairi bahkan telah menguasai titik-titik pengawasan paling tinggi di sekitar gedung logistik, mulai dari kamera pengawas, hingga saluran-saluran listrik dan pembuangan. Dia telah bertahan jauh untuk mencoba akrab dengan para petugas itu agar bisa mendapatkan informasi yang dia butuhkan mengenai area kerja.
Sebelumnya, para petugas itu juga telah mengingatkan Kairi untuk pulang tepat waktu ke rumahnya, karena mereka khawatir ada hal yang tidak di inginkan atau orang gila itu menyerang lagi. Bahkan hingga kini, mereka selalu merasa terancam untuk pulang larut malam dan memilih untuk tetap tinggal di dalam gudang atau tetap terjaga hingga pagi dan berganti sif dengan petugas lainnya.
Aiden memasang ekspresi takut pada saat itu, seolah-olah dia harus cepat menyelesaikan pekerjaanya dan pulang sesuai waktu ketentuan yang ada. Tapi siapa yang tahu bahwa pekerja yang menjadi staf baru merupakan psikopat gila berkedok staf logistik dengan kinerja kerja yang tinggi. Dia telah merekam apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar sebagai informasi berharga. Menganalisis bagaimana cara kerja sistem di tempat ini, seperti apa para pekerjanya, dan serumit apa aturan-aturan perusahaan. Termasuk berjalan sambil penguping pembicaraan adalah caranya mempelajari konflik-konflik yang mungkin tidak di ketahui para pegawai biasa.