Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 153 : Vetera



Setelah Razel berhasil membuka pintu rahasia, dia harus melewati lorong di depannya dengan banyak tirai-tirai tipis berwarna hitam yang compang-camping. Lorong yang bagaikan sebuah gua dengan beberapa simbol-simbol dan wajah mengerikan.


Di balik tirai tersebut adalah sebuah ruangan gelap yang di kelilingi oleh obor yang padam, dan kemudian razel terkejut saat sebuah buku tebal mengeluarkan aura-aura yang sedikit mencolok di kegelapan, dan suara-suara kecil yang mengucapkan "Buka! Buka! Buka!" dari dalam sana.


Awalnya Razel benar-benar ketakutan, namun dia memberanikan diri untuk maju perlahan dan mencoba menyentuh buku tersebut, namun dia di kejutkan lagi oleh sebuah helm besi yang terjatuh dari gantungannya. Membuat Razel segera berbalik untuk melihat sesosok setan dengan wajah yang hitam sepenuhnya.


Saat setan itu membuka matanya, Razel baru sadar dengan keberadaan sesuatu yang mengancam nyawanya. Mata kuning menyala yang menatapnya dengan sangat tajam, hanya dengan kedipan mata Razel, setan itu tiba-tiba berasa tepat di depannya dan membuka mulutnya begitu lebar, seperti senyuman Valak dari film The Nun. Razel yang berteriak kencang hampir jatuh dan tidak sengaja menyentuh buku merah yang sebelumnya.


Membuat setan tersebut terbang menabrak dinding dan menyalakan semua obor yang mengelilingi ruangan. Saat ruangan sudah disinari oleh cahaya dari beberapa titik, Razel bisa melihat jelas hal-hal mengerikan di sekitarnya. Setan yang bangkit kembali seperti mayat hidup kemudian segera bertekuk sebelah lutut dan menundukkan kepalanya. Setiap gerakannya setelah bangkit bagaikan tulang-tulang yang di patahkan.


...Wahai tuan yang telah menyentuh Scarlet Scripture....


...Buku yang maha mulia bagi kami semua....


...Saya ... Satare, yang merupakan scarlet scripture, buku yang Anda sentuh, sesuatu yang siap menuntun Anda menuju takdir terbaik....


...Merupakan sebuah kehormatan bagi mereka yang telah menyentuh kitab seperti diriku, mereka yang berarti telah merubah kepercayaan mereka dan beranjak pada Tuhan baru yang di muliakan....


...Para setan dan iblis, dari apapun wujudnya, dan darimana pun asalnya, akan bersedia menerima panggilan Anda, dan saya ... sebagai kitab suci iblis akan menuntun Anda pada semua ajaran-ajaran scarlet scriptare. Menyembah TUHAN KITA SEMUAAA!!...


...HAUMEA SCARLET!!!...


JDARRRRR!!!!!


Setelah setan tersebut menyelesaikan penyambutannya sambil berdiri kembali dengan nada tegas yang mengangkat kedua tangannya ke langit bersamaan dengan halilintar yang diikuti guntur bagaikan suara yang akan membelah langit dan bumi.


Tidak ada cuaca buruk, langit gelap maupun hujan. Namun fenomena tersebut merupakan penyambutan kitab Satare untuk umat baru yang akan mengikuti ajarannya sebagai penyembah Haumea.


Haumea tidak tahu apa yang telah dia perbuat, namun setan di depannya benar-benar telah berlutut padanya sebagai penyambutan yang cukup spektakuler. Halilintar menggelar hebat yang menimbulkan tegangan tinggi di sekitar elektroda bumi. Bahkan menyambar beberapa hewan hingga hancur menjadi abu.


"K-K-Kamu ... kamu ... a-a-ku ... menyembah siapa?" Ucap Haumea dengan gemetaran.


"The Great Goddess Scarlet ... Haumea Scarlet." Jawab Satare.


"N-Namamu adalah Satare kan?" Tanya Haumea lagi dengan tangan gemetar dan gigi yang menggigil.


"Tepat sekali, dan sepertinya yang Anda tahu nona~ saya adalah Satare yang berarti singkatan dari Scarlet Scripture, buku abadi sekaligus kitab suci scarlet. Diri saya adalah perwujudan dari semua kitab scarlet yang ada, namun, sejatinya kami semua sebagai perwujudan hanyalah tiruan untuk manusia dan mahluk hidup lainnya. Karena Satare sejati, yang merupakan kitab asli benar-benar berada di Vebernhae yang indah." Ucap Satare.


"Kamu bilang, bahwa aku berganti kepercayaan? Mana mungkin itu bisa terjadi!Iblis itu mahluk kotor yang jahat!! Siapa yang mau menyembah iblis?!" Ucap Razel.


"Nona, Anda baru saja masuk dan benar-benar berniat untuk keluar? Anda pikir Anda bisa? Ucapan Anda barusan benar-benar penghinaan terhadap dewa kami, hukuman yang pantas untuk Anda kemungkinan adalah mencabut kedua boleh mata Anda, dan menjahit mulut berdosa itu hingga tidak akan pernah bisa terbuka lagi."


Ucap Satare sambil berjalan perlahan menuju Razel.


"Apa?!?!"


Razel mundur dengan cepat saat pedang itu datang padanya dan menghancurkan beberapa lilin di atas altar. Namun entah kenapa Razel berlari berputar sambil membawa kitabnya. Dia benar-benar berlari sekencang-kencangnya untuk berhasil keluar dari ruangan tersebut dan menutup pintunya.


Dia pikir bahwa Satare benar-benar setan yang sedikit lamban, namun dia salah. Ketika kembali ke rumahnya dan membuka pintu kamarnya, sebuah bilah pedang tajam kembali mengikis lengannya dari belakang dan membuat goresan besar dari hasil tebasan yang tak terlihat, di belakangnya benar-benar hadir sosok Satare yang mengerikan.


Razel kemudian masuk lagi berlari ke kamar untuk menutup pintunya dengan kunci dan berlindung di atas kasurnya, berharap pertolongan yang ajaib datang padanya. Namun tidak ada yang bisa membantunya saat Satare datang lagi secepat kedipan mata di hadapannya dengan posisi pedang mengarah ke langit yang bersedia membelah Razel.


Saat pedang itu mulai di ayun ke bawah, Razel berteriak sekencang-kencangnya bersamaan dengan harapan penuh dan berkata "Ampuni aku!" membuat Satare berhenti menggerakkan tangannya.


Beberapa saat kemudian, ibunya dan dua orang pelayan lainnya datang menuju kamar Razel. Pelayan yang mendengar suara teriakan Razel kemudian dengan cepat bergegas menuju ibu Razel untuk memberi tahu teriakan tersebut dan melihat kondisi Razel di kamarnya.


Saat itu, ibunya melihat sosok Razel yang baik-baik saja di balik selimut, perasaannya segera tenang, Razel yang saat itu mengatakan bahwa dia terkejut karena seekor kecoak tiba-tiba berada di kamarnya. Namun kecoak yang keluar dari kamar tersebut hanya sebuah ilusi, begitu juga dengan Razel yang berbicara pada ibunya.


Satare menciptakan ilusi dalam sekejap yang hanya akan bertahan selama sepulu menit. Jika lebih dari sepuluh menit ibunya tidak meninggalkan nya, maka semua akan berakhir dan Satare terpaksa harus membunuh semua orang yang ada di rumah ini.


Semua berubah hanya karena Razel yang berserah diri tanpa adanya bantuan dan terpaksa mengucapkan kalimat untuk di beri pengampunan, maka dari itu Satare tidak jadi membunuhnya. Keesokan harinya, bahkan sebenarnya mulai dari malam itu, Razel telah menciptakan perjanjian dengan Satare yang merupakan perwujudan dari kitab iblis merah tersebut.


Dan setiap harinya, Satare tidak pernah lagi menampakkan wujudnya, kecuali suaranya yang mampu berinteraksi dengan Razel dari dalam kitab tersebut. Membuat Razel membaca kitab itu setiap hari secara perlahan. Kitab tebal dengan enam ratus enam puluh enam lembaran yang berisi tulisan-tulisan bersambung yang hampir tak terbaca, mempelajari beberapa bahasa dan ayat yang belum pernah di lihatnya.


Di halaman-halaman yang semakin jauh, Razel mulai tergiur dan berpikir jika menjadi umat sejati Haumea yang suatu saat nanti akan di beri imbalan untuk menjadi manusia yang abadi. Para penyembah Haumea di katakan berasal dari seluruh dunia yang dimana ketika mati, maka keberadaan mereka akan di bawa ke Vetera.


Tempat di mana mereka bisa meminta ... dan masing-masing umat akan di kabulkan tiga permintaannya. Di yakini pengabulan tersebut bersifat absolut dan tidak bisa di batalkan, ketika tiga permintaan tersebut telah di kabulkan, maka ia tidak akan bisa meminta satu permintaan lagi. Walau belum terbukti bahwa janji itu benar-benar ada, namun Razel tetap mengikuti semua ajaran dan aturan kitab scarlet.


Berharap bahwa dia akan melakukan apapun untuk menyembah Haumea, hari di mana masa depan akan tiba ketika dia mati dan di bawa ke Vetera dan mendapatkan permintaan semasa hidupnya sesuai yang di janjikan kitab scarlet. Di dalam kitab scarlet, atau bahkan satare yang berbunyi ketika Razel mengucapkan kalimatnya, di sana tertulis bahwa Haumea di nyatakan sebagai penguasa iblis yang Maha Kuasa.


Berdiri di luar semua hierarki dunia iblis, menyimpan dunia-dunia bagaikan piramida di dalam kubus scarlet yang bisa di genggam semudah menggenggam buah apel. Razel mulai di yakini oleh kata "Maha kuasa" yang seharusnya tiga permintaan itu akan di kabulkan sepenuhnya, tiga dari permintaan itu adalah ; kecantikan yang tak berubah, usia yang abadi, dan kemampuan untuk melakukan sedikit pembelokan nasib.


Namun, tidak mudah bagi jiwa mereka yang mati akan di bawa ke Vetera begitu saja. Vetera hanya akan membawa umat-umat terbaik dari seluruh cerita dan sejarah, umat haumea benar-benar banyak. Di masa lalu, masa kini, bahkan masa depan. Dan ketika mereka mati, jiwa dan keberadaan mereka tidak akan di panggil ke Vetera semudah mengangkat anak kucing dari lantai ke atas kursi.


Vetera akan menilai kelayakan umat Haumea manakah yang benar-benar pantas untuk di kabulkan permintaannya. Namun, walaupun di katakan akan mengabulkan segala permintaan, Vetera tidak akan mengabulkan permintaan untuk melihat sosok sejati Haumea. Karena hanya iblis terpilih yang di perbolehkan melihat sosoknya, sosok seperti itu di jelaskan di scarlet scriptare sebagai sepuluh iblis scarlet. Selain dari sosok terpilih, selebihnya iblis apapun, atau mahluk apapun itu akan di anggap sebagai najis yang harus di musnahkan jika melihat wujud asli Haumea.